PEREKONOMIAN INDONESIA

Ekonomi 2025 Tumbuh 5,11%, Airlangga Beberkan Faktor Pendorongnya

Aurora K. M. Simanjuntak
Sabtu, 07 Februari 2026 | 10.30 WIB
Ekonomi 2025 Tumbuh 5,11%, Airlangga Beberkan Faktor Pendorongnya
<p>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah membeberkan beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi ke level 5,11% pada 2025. Ekonomi masih mampu tumbuh di tengah penurunan indikator penting seperti penerimaan pajak dan kredit perbankan, yang notabene mencerminkan daya beli masyarakat.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menilai ukuran ekonomi Indonesia terus membesar sehingga total produk domestik bruto (PDB) juga meningkat. Meski ekonomi bertumbuh, menurutnya, masih banyak tugas alias PR yang harus diselesaikan pemerintah.

"Kan cake ekonominya juga bertambah, jadi bertumbuh, total PDB kita meningkat. Namun, tentu masih ada yang menjadi PR harus kita kerjakan," ujarnya, dikutip pada Sabtu (7/2/2026).

Airlangga membeberkan perekonomian Indonesia mampu tumbuh positif didorong oleh banyak faktor, tidak hanya konsumsi dalam negeri. Berdasarkan kinerja lapangan usaha, pertumbuhan industri manufaktur turut berkontribusi paling besar dan tumbuh di atas angka ekonomi nasional.

Selain manufaktur, sektor pertanian dan perdagangan juga tumbuh positif dan ketiganya menjadi 3 besar penyumbang PDB terbesar. Pertumbuhan pada sektor-sektor utama itu berdampak positif bagi perekonomian, terutama dalam menciptakan lapangan kerja baru dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.

"Sektor industri pengolahan sudah tumbuh 5,4% dan itu expansion dibandingkan tahun lalu. Demikian juga sektor pertanian, tumbuhnya jauh dibandingkan tahun lalu, jadi ada employment dan lain-lain," kata Airlangga.

Airlangga menambahkan paket stimulus yang digelontorkan pemerintah tahun lalu juga terbukti efektif. Kebijakan insentif, termasuk keringanan pajak, berhasil mendongkrak aktivitas ekonomi sehingga konsumsi, produksi, dan geliat usaha meningkat.

"Kita 'kan memberikan banyak keleluasaan seperti PPN DTP, insentif PPh ditanggung pemerintah untuk karyawan gaji di bawah Rp10 juta. Jadi kita banyak memberikan stimulus, tentunya ini membedakan dibandingkan tahun sebelumnya," tutur Airlangga.

Untuk diketahui, perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tumbuh sebesar 5,11%. Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan angka pertumbuhan tahun 2024 yang hanya di level 5,03%.

Tidak hanya itu, pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2025 juga mencapai 5,39%. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 5,04% ataupun kuartal IV/2024 sebesar 5,02%.

Sementara itu, penerimaan pajak nasional mengalami shortfall lantaran hanya terealisasi Rp1.917,6 triliun atau 87,6% dari target APBN 2025. Penerimaan pajak juga mengalami kontraksi 0,72% bila dibandingkan dengan capaian 2024 yang senilai Rp1.931,6 triliun. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.