Fokus
Literasi
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 21:14 WIB
PPH FINAL (9)
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 17:00 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 15:30 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Data & Alat
Rabu, 17 Agustus 2022 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 AGUSTUS - 23 AGUSTUS 2022
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Reportase

Kata Pengusaha, Ini Kunci Pulihkan Ekonomi

A+
A-
1
A+
A-
1
Kata Pengusaha, Ini Kunci Pulihkan Ekonomi

Ilustrasi. Sejumlah pekerja berjalan keluar dari salah satu pabrik di Karawang, Jawa Barat, Senin (23/11/2020). ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/foc.

JAKARTA, DDTCNews – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai pemerintah masih akan menghadapi tantangan berat untuk memulihkan perekonomian pada 2021.

Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani mengatakan tantangan terbesar adalah memulihkan daya beli masyarakat yang selama ini menjadi komponen utama penyumbang pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, kunci pemulihan daya beli adalah dengan menciptakan lapangan pekerjaan.

“Kalau kinerja ekonomi mau dikembalikan, Indonesia harus menciptakan lebih dari 3 juta lapangan kerja untuk mengembalikan daya beli dan konsumsi," katanya dalam sebuah webinar, Kamis (26/11/2020).

Baca Juga: Tindaklanjuti Permohonan Pengusaha, Kantor Pajak Lakukan Pemeriksaan

Shinta mengatakan membaiknya konsumsi masyarakat akan langsung berdampak pada percepatan pertumbuhan ekonomi. Sayangnya, pandemi menyebabkan kinerja pelaku usaha menurun sehingga banyak pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dia memproyeksi jumlah pengangguran masih akan terus bertambah jika pandemi tidak segera terselesaikan. Mengutip data Kementerian Ketenagakerjaan, ada penambahan 3 juta pengangguran akibat Covid-19, sehingga total pengangguran saat ini 9,77 juta orang, atau 7% pada Agustus 2020.

Sementara itu, Apindo juga mencatat ada setidaknya 6 juta tenaga kerja yang dirumahkan selama masa pandemi. Shinta berharap semua aturan turunan UU Omnibus Law Cipta Kerja segera rampung agar bisa terimplementasi dan berdampak positif pada dunia usaha.

Baca Juga: Jokowi Perintahkan Pemda Kebut Belanja APBD, untuk Apa?

Menurutnya, penerapan UU Cipta Kerja akan membuat kemampuan dunia usaha menyerap tenaga kerja makin besar. Kondisi tersebut pada akhirnya juga akan meningkatkan daya beli masyarakat.

"Konsumsi domestik driver utama agar pertumbuhan ekonomi bisa kembali pulih," ujarnya.

Pemerintah memproyeksi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020 akan sebesar minus 1,7% hingga minus 0,6%. Sementara pada tahun depan, pemerintah melalui UU APBN 2021 mematok target pertumbuhan ekonomi 5%. (kaw)

Baca Juga: Inflasi Jadi Momok, Jokowi Izinkan Pemda Pakai Anggaran Tak Terduga

Topik : perekonomian Indonesia, Apindo, pengusaha, konsumsi masyarakat, PDB, daya beli

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Cikal Restu Syiffawidiyana

Kamis, 26 November 2020 | 22:34 WIB
Selain konsumsi masyarakat yang akan menaikan ekonomi, ada baiknya menciptakan Sumber Daya Manusia yang mumpuni. Kesibukan mencari lapangan pekerjaan akan sangat lebih baik jika diganti dengan membuka lapangan pekerjaan. Salah satu caranya ialah dengan meningkatkan SDM dan membuka usaha baru. Usaha ... Baca lebih lanjut
1

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 01 Agustus 2022 | 17:55 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Perang Berlanjut, Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Masih Normal

Senin, 01 Agustus 2022 | 11:53 WIB
BADAN PUSAT STATISTIK

Inflasi Juli 2022 Tembus 4,94%, Tertinggi Sejak 2015

Minggu, 31 Juli 2022 | 12:30 WIB
KP2KP PINRANG

Pet Shop Didatangi Petugas Pajak, Cek Omzet Hingga Status Kepemilikan

Kamis, 28 Juli 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Alur Permohonan Pengukuhan dan Aktivasi Akun PKP

berita pilihan

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 21:14 WIB
PPH FINAL (9)

Pajak atas Hadiah Undian

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 18:34 WIB
HUT KE-15 DDTC

Perpajakan ID, DDTC Integrasikan Berbagai Dokumen dengan Teknologi

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 18:15 WIB
KOTA TANGERANG

HUT Kemerdekaan RI, Pemkot Berikan Diskon PBB 77% Hingga Akhir Bulan

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 18:00 WIB
MALAYSIA

Perusahaan Ini Minta Insentif Pajak untuk Mobil Listrik Diperpanjang

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KP2KP MARISA

Kantor Pajak Panggil ASN yang Belum Lapor SPT, Beri Peringatan Ini

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 17:00 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Lelang Eksekusi Pajak?

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:51 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Subsidi Bebani APBN, Luhut Sebut Harga Pertalite dan Solar akan Naik

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:30 WIB
KABUPATEN SUKABUMI

Segara Manfaatkan! Pemutihan Pajak Cuma Sampai 31 September 2022

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:15 WIB
PER-11/PJ/2022

Catat! Pajak Masukan dalam Faktur Telat Upload Tak Dapat Dikreditkan

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:00 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Wah! Analisis PPATK Sumbang Rp7,4 Triliun ke Penerimaan Pajak