Fokus
Data & Alat
Rabu, 30 November 2022 | 10:11 WIB
KURS PAJAK 30 NOVEMBER - 06 DESEMBER 2022
Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 23 NOVEMBER - 29 NOVEMBER 2022
Rabu, 16 November 2022 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 16 NOVEMBER - 22 NOVEMBER 2022
Rabu, 09 November 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 09 NOVEMBER - 15 NOVEMBER 2022
Reportase

Isi SPT Pajak Penghasilan Tidak Benar, 6 Agen Asuransi Ini Dipenjara

A+
A-
8
A+
A-
8
Isi SPT Pajak Penghasilan Tidak Benar, 6 Agen Asuransi Ini Dipenjara

Ilustrasi.

SINGAPURA, DDTCNews – Sebanyak 5 agen asuransi di Singapura dinyatakan bersalah karena melakukan aksi penghindaran pajak. Keenam agen tersebut diketahui melaporkan biaya usaha fiktif demi mengurangi pajak penghasilan (PPh) terutang.

Otoritas pajak Singapura, Inland Revenue Authority of Singapore (IRAS) mengajukan tuntutan kepada 6 agen asuransi karena melaporkan SPT PPh tidak benar. Berdasarkan pemeriksaan IRAS, 6 agen tersebut melaporkan biaya usaha fiktif hingga SGD600.000,00.

“Untuk tahun pajak 2018 dan 2019, keenam agen melaporkan biaya usaha fiktif sekitar SGD600.000 dalam SPT PPh mereka sebagai pengeluaran umum dan komisi yang dibayarkan kepada agen,” jelas IRAS dikutip dari insurancebusinessmag.com, Minggu (25/9/2022).

Baca Juga: Konfirmasi Soal Omzet, Petugas Pajak Kunjungi Pabrik Roti

Sebagai informasi, keenam agen tersebut bekerja untuk Great Eastern Financial Advisers. Seluruh agen asuransi tersebut mengaku bersalah karena memasukkan biaya usaha fiktif untuk menghindari pajak mereka yang diperkirakan mencapai SGD100.000 atau setara dengan Rp1,06 miliar.

Sementara itu, Jaksa pajak Goh Yong Ngee menuturkan agen-agen tersebut memiliki dua kaki tangan lainnya, yaitu Ian Chew Yen dan mantan agen asuransi You Yiying.

Menurut jaksa, Chew mengarang beberapa dokumen untuk mendukung biaya usaha fiktif dari enam agen dan akan melaporkan SPT PPh atas nama mereka. Atas kecurangan itu, setiap agen asuransi yang terlibat menerima hukuman penjara dan denda yang berbeda.

Baca Juga: Patuhi UU HKPD, Samarinda Bakal Atur Seluruh Jenis Pajak dalam 1 Perda

Yvonne Quah dipenjara 8 pekan dan diperintahkan membayar SGD113.839 karena menghindari PPh senilai SGD37.946,00. Lalu, Lim Zhan Yi dipenjara 5 pekan dan diperintahkan untuk membayar SGD83.610 karena menghindari PPh senilai SGD27.703,00.

Chan Jun Yi dipenjara 2 pekan dan diperintahkan membayar SGD27.531 karena menghindari PPh senilai SGD9.010 dan Sherlin Chia Hee Ping dipenjara selama 10 hari dan diperintahkan untuk membayar SGD32.542 karena menghindari PPh senilai SGD10.680,00.

Lalu, Chanel Quah Hui Wen dipenjara selama 1 pekan dan diperintahkan membayar SGD14.433 karena menghindari PPh senilai SGD4.644 dan Jackie Tang Hong Kong dipenjara selama 4 hari dan diperintahkan untuk membayar SG$8.465 karena menghindari PPh senilai SG$2.655,00. (rig)

Baca Juga: Daftar Pemenang Lomba Menulis Artikel Pajak 2022 Berhadiah Rp55 Juta

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : singapura, SPT, penghindaran pajak, pajak penghasilan, pajak, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 30 November 2022 | 08:47 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

DJP Lanjutkan Implementasi Penyusunan Daftar Prioritas Pengawasan

Selasa, 29 November 2022 | 23:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Rasio Kepatuhan Formal Wajib Pajak Sudah 88 Persen, Ini Perinciannya

Selasa, 29 November 2022 | 22:34 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

DJP Sebut Sudah 52,9 Juta NIK telah Terintegrasi dengan NPWP

Selasa, 29 November 2022 | 18:30 WIB
PER-04/PJ/2020

Begini Cara Tentukan Tempat Kedudukan Badan Sesuai Keadaan Sebenarnya

berita pilihan

Kamis, 01 Desember 2022 | 12:15 WIB
BADAN PUSAT STATISTIK

BPS Catat Inflasi November 2022 Sebesar 5,42%, BBM Masih Punya Andil

Kamis, 01 Desember 2022 | 11:33 WIB
RPP HKFN

Penerbitan Obligasi Daerah Cukup Pakai Perkada, Begini Rancangannya

Kamis, 01 Desember 2022 | 11:09 WIB
EKONOMI DIGITAL

Ekonomi Digital Melesat, Banyak UMKM Perlu Masuk Marketplace dan Ritel

Kamis, 01 Desember 2022 | 10:30 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Waduh, Aduan Penipuan Berkedok Petugas Bea Cukai Melonjak Drastis

Kamis, 01 Desember 2022 | 10:00 WIB
KPP MADYA DENPASAR

Konfirmasi Soal Omzet, Petugas Pajak Kunjungi Pabrik Roti

Kamis, 01 Desember 2022 | 09:45 WIB
KOTA SAMARINDA

Patuhi UU HKPD, Samarinda Bakal Atur Seluruh Jenis Pajak dalam 1 Perda

Kamis, 01 Desember 2022 | 09:31 WIB
HUT KE-15 DDTC

Daftar Pemenang Lomba Menulis Artikel Pajak 2022 Berhadiah Rp55 Juta

Kamis, 01 Desember 2022 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Dukung Program Kendaraan Listrik, Industri Keuangan Ditawari Insentif

Kamis, 01 Desember 2022 | 08:50 WIB
BERITA PERPAJAKAN HARI INI

Masyarakat Perlu Waspadai Penipuan, Bea Cukai: Tak Perlu Takut Lapor