Review
Kamis, 08 Desember 2022 | 18:02 WIB
KONSULTASI PAJAK
Kamis, 01 Desember 2022 | 16:52 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 30 November 2022 | 11:27 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 29 November 2022 | 15:48 WIB
KONSULTASI UU HPP
Fokus
Literasi
Rabu, 07 Desember 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 05 Desember 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 05 Desember 2022 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 02 Desember 2022 | 21:10 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 07 Desember 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 07 DESEMBER - 13 DESEMBER 2022
Jum'at, 02 Desember 2022 | 12:00 WIB
KMK 63/2022
Rabu, 30 November 2022 | 10:11 WIB
KURS PAJAK 30 NOVEMBER - 06 DESEMBER 2022
Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 23 NOVEMBER - 29 NOVEMBER 2022
Komunitas
Kamis, 08 Desember 2022 | 19:45 WIB
AGENDA PAJAK
Kamis, 08 Desember 2022 | 16:10 WIB
BENDAHARA II PERTAPSI AMELIA SANDRA:
Kamis, 08 Desember 2022 | 07:00 WIB
UMN AL-WASHLIYAH MEDAN
Rabu, 07 Desember 2022 | 15:42 WIB
BENDAHARA I PERTAPSI AULIA HIDAYATI:
Reportase
Perpajakan ID
Jum'at, 09 Desember 2022 | 10:30 WIB
EDUKASI PAJAK
Kamis, 08 Desember 2022 | 10:30 WIB
EDUKASI PAJAK
Rabu, 07 Desember 2022 | 10:00 WIB
PERPAJAKAN ID
Senin, 05 Desember 2022 | 10:00 WIB
EDUKASI PAJAK

Insentif Mobil Listrik Dinilai Diskriminatif, Korea akan Temui AS

A+
A-
0
A+
A-
0
Insentif Mobil Listrik Dinilai Diskriminatif, Korea akan Temui AS

Ilustrasi. Revel, penyewaan berbasis aplikasi, kendaraan listrik Tesla terlihat berkendara di New York City, Amerika Serikat, Senin (8/11/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Brendan McDermid/WSJ/cfo

SEOUL, DDTCNews - Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) akan menggelar pertemuan khusus guna membahas insentif kredit pajak atas pembelian mobil listrik di AS berdasarkan aturan Inflation Reduction Act.

Harapannya, kebijakan yang dihasilkan dari pertemuan tersebut dapat meminimalisasi dampak negatif dari insentif pajak terhadap mobil listrik yang diproduksi oleh pabrikan Korea Selatan.

"Kedua negara akan menggelar pertemuan pada pekan ini. Memang tidak mudah untuk mendorong revisi undang-undang di AS menjelang pemilu paruh waktu pada November. Namun, kami tetap terbuka atas segala kemungkinan yang ada," ujar Menteri Perdagangan Korea Selatan Ahn Duk Geun, dikutip Rabu (14/9/2022).

Baca Juga: Irlandia Berikan Insentif Kredit Pajak untuk Perusahaan Video Game

Ahn mengatakan pihaknya akan menemui US Trade Representative Katherine Tai pada pekan ini dan juga pekan depan di sela-sela gelaran pertemuan para menteri perdagangan negara G-20.

Pada pekan depan, Ahn juga akan menemui perwakilan-perwakilan dari negara anggota Uni Eropa. Pasalnya, negara-negara Uni Eropa juga memiliki kekhawatiran yang sama atas insentif kredit pajak tersebut.

Untuk diketahui, AS melalui Inflation Reduction Act memberikan insentif berupa kredit pajak senilai US$2.500 hingga US$7.500 kepada para pembeli mobil listrik. Namun, insentif hanya diberikan bila baterai mobil listrik diproduksi di AS, Meksiko, atau Kanada.

Baca Juga: RUU Pajak Pendapatan Pasif Disetujui, Filipina Bakal Makin Kompetitif

Komisi Eropa sebelumnya menyatakan insentif ini bersifat diskriminatif dan berpotensi menciptakan sengketa dagang antara AS dan Eropa.

"Insentif kredit pajak itu mendiskriminasi produsen asing dan akan menjadi hambatan perdagangan baru. Tentu saja insentif tersebut tidak sejalan dengan ketentuan WTO," ujar Juru Bicara Komisi Eropa Miriam Garcia pada bulan lalu.

Namun, pihak AS berpandangan insentif ini diperlukan untuk meningkatkan produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan bahan baku dari China. "Insentif ini bertujuan untuk mendorong produksi mobil listrik dalam negeri, mendukung penciptaan lapangan kerja, dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku dari China," ujar Juru Bicara USTR Adam Hodge. (sap)

Baca Juga: Ada Pajak Minimum Global, Indonesia Jaring Masukan dari Negara Lain

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : pajak internasional, insentif pajak, kredit pajak, mobil listrik, Amerika Serikat, Korea Selatan

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 29 November 2022 | 14:00 WIB
AUSTRIA

Kepada DPR, Otoritas Ini Usulkan Sektor Migas Kena Windfall Tax

Selasa, 29 November 2022 | 10:53 WIB
IBU KOTA NUSANTARA (IKN)

Tak Hanya di IKN, Insentif Pajak Juga Bakal Berlaku di Daerah Mitra

Senin, 28 November 2022 | 15:45 WIB
IBU KOTA NUSANTARA (IKN)

Sederet Insentif Pajak untuk Financial Center IKN, Ini Daftarnya

berita pilihan

Jum'at, 09 Desember 2022 | 12:00 WIB
UU 29/2022

Pemerintah Undangkan UU Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya

Jum'at, 09 Desember 2022 | 11:30 WIB
EDUKASI PAJAK

Beri Edukasi, DJP Sebut WP Bisa Undang Penyuluh Pajak Jadi Pembicara

Jum'at, 09 Desember 2022 | 11:00 WIB
KANWIL DJP JAWA TENGAH I

Diduga Menilap Pajak, Direktur Perusahaan ini Terancam Masuk Bui

Jum'at, 09 Desember 2022 | 10:30 WIB
EDUKASI PAJAK

Hari Terakhir! Langganan Perpajakan ID, Gratis Buku Transfer Pricing

Jum'at, 09 Desember 2022 | 10:00 WIB
IRLANDIA

Irlandia Berikan Insentif Kredit Pajak untuk Perusahaan Video Game

Jum'at, 09 Desember 2022 | 09:45 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pemerintah Ingin UMKM Makin Maju Biar Bayar Pajaknya Lebih Besar

Jum'at, 09 Desember 2022 | 09:30 WIB
FILIPINA

RUU Pajak Pendapatan Pasif Disetujui, Filipina Bakal Makin Kompetitif

Jum'at, 09 Desember 2022 | 09:12 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

PP 44/2022, Apa Saja Substansi Baru Soal Ketentuan PPN? Ini Kata DJP

Kamis, 08 Desember 2022 | 19:45 WIB
AGENDA PAJAK

UNS dan DDTC Bakal Teken Kerja Sama Pendidikan Pajak

Kamis, 08 Desember 2022 | 18:06 WIB
RUU PENGEMBANGAN DAN PENGUATAN SEKTOR KEUANGAN

Komisi XI Setujui RUU PPSK Dibahas di Rapat Paripurna