Fokus
Komunitas
Minggu, 03 Juli 2022 | 11:30 WIB
Dir. Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri
Kamis, 30 Juni 2022 | 11:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Rabu, 29 Juni 2022 | 16:01 WIB
DDTC ACADEMY - EXCLUSIVE SEMINAR
Rabu, 29 Juni 2022 | 11:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Reportase

Inflasi Meroket, India Pilih Naikkan Tarif PPN atas 143 Barang

A+
A-
0
A+
A-
0
Inflasi Meroket, India Pilih Naikkan Tarif PPN atas 143 Barang

Ilustrasi.

NEW DELHI, DDTCNews – Kenaikan harga komoditas pokok di India terus berlanjut. Otoritas pajak setempat mulai mencari cara untuk tetap mengamankan penerimaan, salah satunya dengan menaikkan tarif pajak barang dan jasa (GST).

Rencananya, GST Council India menaikkan tarif pajak untuk 143 barang komoditas. Beberapa di antaranya adalah produk tas tangan, coklat, permen karet, parfum/deodoran, pakaian, dan aksesoris pakaian lainnya.

“[Sebanyak] 92% dari barang-barang yang termasuk dalam daftar 143 barang akan beralih dari tarif GST sebesar 18% menjadi 28%,” dilansir salah satu media di India, dikutip Sabtu (7/5/2022).

Baca Juga: Impor Barang Bantuan untuk Ukraina Dibebaskan dari Bea Masuk dan PPN

Dalam 143 barang tersebut, tarif GST atas produk pangan papad dan gur akan naik dari tarif sebesar 0% menjadi 5%. Sementara itu, tarif GST untuk kenari diperkirakan akan naik menjadi 12% dari yang sebelumnya sebesar 5%.

Meja dan peralatan dapur yang terbuat dari kayu juga akan mengalami kenaikan tarif GST dari yang sebelumnya sebesar 12% menjadi 18%.

Lebih lanjut, dilansir DNA India, GST Council juga mempertimbangkan untuk memecah kelompok tarif 5% menjadi 3% dan 8%.

Baca Juga: Basisnya Tinggi, Penerimaan Pajak Semester II/2022 Diprediksi Rp889 T

Hingga saat ini, terdapat 4 kelompok tarif GST yakni 5%, 12%, 18%, dan 28%. Kelompok tarif ketiga 18% memiliki 480 item dan menyumbang 70% dari total seluruh penerimaan GST.

Selain itu, ada juga daftar barang yang dikecualikan dari pengenaan GST. Pengecualian diberikan pada makanan tanpa merek dan tidak dikemas. (sap)

Baca Juga: Sudah Ada PPS, Pemerintah Pilih Pangkas Target Penerimaan PPh Final
Topik : pajak internasional, PPN, GST, inflasi, penerimaan pajak, India

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 02 Juli 2022 | 07:00 WIB
KABUPATEN JEPARA

Waduh! 17 Hotel-Restoran Lepas Tapping Box, Terancam Ditutup Sementara

Sabtu, 02 Juli 2022 | 06:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Kas Korporasi Pulih, Penerimaan PPh Badan Semester I/2022 Tumbuh 136%

Jum'at, 01 Juli 2022 | 17:00 WIB
KPP PRATAMA BENGKULU SATU

Gali Potensi Pajak, Petugas KPP Kunjungi Gudang Beras

berita pilihan

Selasa, 05 Juli 2022 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN KEPABEANAN

Jelang Iduladha, DJBC Perketat Pengawasan Impor Binatang Hidup

Selasa, 05 Juli 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Catat! PPh Final yang Dibayar dalam PPS Bukan Biaya Pengurang Pajak

Selasa, 05 Juli 2022 | 17:45 WIB
KABUPATEN SUKOHARJO

Waduh! Ribuan Kendaraan Tunggak Pajak Kendaraan Sampai Rp50 Miliar

Selasa, 05 Juli 2022 | 17:30 WIB
KPP PRATAMA SERANG BARAT

Cocokkan Data, Petugas Pajak Sambangi Lokasi Usaha Pengusaha Komputer

Selasa, 05 Juli 2022 | 16:45 WIB
KINERJA FISKAL

Tahun Ini, Pemerintah Bayar Bunga Utang Rp403 Triliun

Selasa, 05 Juli 2022 | 16:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Simak Lagi Cara Gabung NPWP Suami-Istri, Siapkan Dokumen Pendukungnya

Selasa, 05 Juli 2022 | 16:00 WIB
KPP PRATAMA DENPASAR TIMUR

Minta Konfirmasi Data, Pegawai Pajak Datangi Lokasi Agen Perjalanan

Selasa, 05 Juli 2022 | 15:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Basisnya Tinggi, Penerimaan Pajak Semester II/2022 Diprediksi Rp889 T

Selasa, 05 Juli 2022 | 15:00 WIB
KP2KP NUNUKAN

Petugas Pajak Sisir Usaha di Sekitar Bandara, Gali Info Soal Omzet