Review
Jum'at, 23 Juli 2021 | 09:15 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 15 Juli 2021 | 15:09 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 14 Juli 2021 | 10:30 WIB
DIREKTUR PENYULUHAN, PELAYANAN, DAN HUMAS DJP NEILMALDRIN NOOR:
Rabu, 14 Juli 2021 | 09:20 WIB
PERSPEKTIF
Fokus
Data & Alat
Rabu, 21 Juli 2021 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 21 JULI 2021-27 JULI 2021
Kamis, 15 Juli 2021 | 18:15 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 14 Juli 2021 | 13:30 WIB
KURS PAJAK 14 JULI 2021-20 JULI 2021
Rabu, 07 Juli 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 7 JULI 2021-13 JULI 2021
Reportase
Perpajakan.id

Imbas Kenaikan Tarif PPN, Angka Inflasi Masih Tinggi

A+
A-
0
A+
A-
0
Imbas Kenaikan Tarif PPN, Angka Inflasi Masih Tinggi

Ilustrasi.

RIYADH, DDTCNews – Inflasi di Arab Saudi kembali meningkat menjadi 5,7% pada Mei 2021 dari bulan sebelumnya sebesar 5,3%. Kenaikan inflasi tersebut dinilai merupakan kelanjutan dari kenaikan tarif PPN sejak Juli 2020.

Badan Pusat Statistik (BPS) Arab Saudi menyatakan kenaikan inflasi didorong harga pangan yang melonjak sekitar 7,3%. Salah satu faktor penyebab kenaikan harga pangan di antaranya kenaikan tarif PPN dari 5% menjadi 15% pada tahun lalu.

"Secara khusus, kenaikan harga daging dan sayuran sangat luar biasa. Harga pangan menjadi pendorong utama laju inflasi Mei 2021," sebut BPS dalam keterangan resmi, dikutip pada Kamis (17/6/2021).

Baca Juga: Mendag Lutfi Sebut Carbon Border Tax Bakal Ganggu Perdagangan Dunia

Perlu dicatat, kenaikan harga pangan di Arab Saudi tak sepenuhnya didorong oleh tarif PPN. Harga pangan di negara-negara Arab secara umum tercatat mengalami peningkatan. Sebagai contoh, inflasi di Mesir tercatat mencapai 4,8% akibat kenaikan harga pangan.

Ekonom dari Capital Economics, James Swanston memperkirakan inflasi masih akan merangkak naik pada Juni 2021 dan akan kembali normal pada Juli 2021. Selanjutnya, inflasi Arab Saudi diperkirakan akan terjaga pada level 1—1,5% hingga 2023.

"Pada Juli, inflasi akan turun tajam akibat base effect dari kenaikan tarif PPN yang sudah tidak lagi diperhitungkan dalam perbandingan harga," ujar Swanston seperti dilansir arabnews.com.

Baca Juga: Pajak Karbon Diterapkan, Beban Eksportir Bakal Naik Belasan Triliun

Sekadar informasi, Arab Saudi meningkatkan tarif PPN pada Juli 2020 sebagai respons penurunan harga minyak bumi yang selama ini menjadi andalan penerimaan negara. Dengan turunnya harga minyak, kerajaan pun mencari sumber lain untuk menyokong penerimaan.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad Bin Salman sebelumnya menyatakan keputusan kenaikan tarif PPN merupakan keputusan yang berat. Namun, ia berjanji akan menurunkan tarif PPN menjadi 10% atau bahkan kembali ke 5% seperti sedia kala. (rig)

Baca Juga: Atasi Perubahan Iklim, Sri Mulyani Paparkan Sederet Kebijakan Pajak
Topik : arab saudi, PPN, inflasi, kebijakan pajak, penerimaan negara, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 23 Juli 2021 | 09:15 WIB
OPINI PAJAK

Pengenaan Sanksi dan Kesetaraan dalam Hukum Pajak

Jum'at, 23 Juli 2021 | 09:00 WIB
RESENSI JURNAL

Melihat Skema Baru Pemungutan PPN Transaksi e-Commerce di Uni Eropa

berita pilihan

Selasa, 27 Juli 2021 | 19:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Mendag Lutfi Sebut Carbon Border Tax Bakal Ganggu Perdagangan Dunia

Selasa, 27 Juli 2021 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Awasi Kinerja Keuangan Daerah, Kemendagri Bikin Aplikasi Khusus

Selasa, 27 Juli 2021 | 18:13 WIB
PELAYANAN PAJAK

DJP: 3 Layanan Elektronik Ini Tidak Dapat Diakses Sementara

Selasa, 27 Juli 2021 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN BEA MASUK

Ekspor Produk Kayu Ini Bebas Bea Masuk Antidumping ke India

Selasa, 27 Juli 2021 | 17:54 WIB
CHINA

China Tolak Rencana Pengenaan Carbon Border Tax

Selasa, 27 Juli 2021 | 16:36 WIB
KOTA BALIKPAPAN

Mulai Bulan Depan, Penagihan Pajak Digencarkan

Selasa, 27 Juli 2021 | 16:30 WIB
KANWIL DJP BALI

Kemplang Pajak Lewat Bitcoin, Pengusaha Dihukum 2,5 Tahun Penjara

Selasa, 27 Juli 2021 | 16:00 WIB
KABUPATEN MALANG

Apresiasi Pembayar Pajak, Pemkot Adakan Acara Bagi-Bagi Hadiah