Berita
Selasa, 14 Juli 2020 | 19:19 WIB
HARI PAJAK 14 JULI
Selasa, 14 Juli 2020 | 17:13 WIB
TPA MODUL RAS
Selasa, 14 Juli 2020 | 17:06 WIB
KABUPATEN MIMIKA
Selasa, 14 Juli 2020 | 16:45 WIB
KAWASAN EKONOMI KHUSUS
Review
Selasa, 14 Juli 2020 | 14:35 WIB
DIREKTUR PENYULUHAN, PELAYANAN, DAN HUMAS DJP HESTU YOGA SAKSAMA:
Selasa, 14 Juli 2020 | 06:51 WIB
PERSPEKTIF
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:32 WIB
PERSPEKTIF
Rabu, 08 Juli 2020 | 06:06 WIB
PERSPEKTIF
Fokus
Data & alat
Selasa, 14 Juli 2020 | 16:55 WIB
STATISTIK KINERJA PENERIMAAN PPN
Minggu, 12 Juli 2020 | 14:15 WIB
STATISTIK PERTUKARAN INFORMASI
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB
KURS PAJAK 8 JULI - 14 JULI 2020
Reportase

Hampir Sepertiga Miliarder Inggris Tinggalkan Negaranya, Mengapa?

A+
A-
0
A+
A-
0
Hampir Sepertiga Miliarder Inggris Tinggalkan Negaranya, Mengapa?

Ilustrasi. 

LONDON, DDTCNews – Sebanyak 28 dari 93 miliarder Inggris – beberapa diantaranya kerap menyembunyikan miliaran poundsterling dari Departemen Keuangan – telah berpindah ke negara bebas pajak. Hampir separuh dari 28 orang tersebut telah meninggalkan Inggris lebih dulu.

Anggota Parlemen Partai Buruh Inggris Margaret Hodge mendukung pemerintah agar segera memberi tindakan pada negara suaka pajak (tax havens country). Menurutnya, warga ultra kaya harus membayar pajak secara adil kepada otoritas pajak.

“Kita harus menghentikan praktik penghindaran pajak agar orang terkaya membayar pajak secara adil. Registrasi publik dan transparansi yang lebih tajam bisa menjadi langkah besar yang diterapkan pemerintah untuk mencapai pembayaran pajak yang lebih adil,” katanya mengutip Channel News Asia, Jumat (8/3/2019).

Baca Juga: Pewaris Bisnis Walt Disney Minta Dikenai Pajak Lebih Tinggi

Mengenai hal ini, sejumlah masyarakat merasa kecewa terhadap pemerintah yang justru menunda pemungutan suara atas undang-undang (UU) yang diusulkan untuk mengakhiri kepemilikan perusahaan rahasia di luar Inggris.

Sejumlah pemilik bisnis besar di Inggris dikabarkan merasa keberatan dengan tarif pajak penghasilan (PPh) dividen yang relatif tinggi yakni mencapai 38,1%. Praktis, pemajakan ini merupakan pajak laba karena pemilik bisnis memegang sebagian besar dalam perusahaannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, orang terkaya di Inggris Sir Jim Ratcliffe berencana untuk pindah ke Cote d’Azur Monako untuk menghindari pajak. Hengkangnya pejabat Ineos dari Inggris diikabarkan mengurangi setoran pajak sebanyak 4 miliar (Rp72,65 triliun)

Baca Juga: Genjot Ekonomi, Pemerintah Siapkan 10 Kawasan Ekonomi Khusus Baru

Kepergian Bos Ineos yang memiliki saham 60% tidaklah sendiri, melainkan bersama 2 pejabat Ineos Andy Currie dan John Reece yang memiliki saham Ineos masing-masing sekitar 20% atau setara GBP7 miliar (Rp131,2 triliun).

Di samping pengenaan pajak penghasilan dividen di Inggris yang relatif tinggi yakni 38,1%, kepergian sejumlah miliarder itu juga karena adanya kepentingan politik. Tercatat, pemilik usaha dan perusahaannya yang menghindar pajak telah berkontribusi terhadap dunia politik sebanyak GBP5,5 juta (Rp103,21 miliar). (kaw)

Baca Juga: Mission Impossible 7 Ditawari Insentif dan Boleh Syuting di Inggris
Topik : Inggris, orang kaya, miliarder, Brexit
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 24 Maret 2020 | 15:07 WIB
INGGRIS
Senin, 23 Maret 2020 | 14:35 WIB
AUSTRALIA
Sabtu, 21 Maret 2020 | 06:00 WIB
PEMILU AMERIKA SERIKAT 2020
berita pilihan
Selasa, 14 Juli 2020 | 19:19 WIB
HARI PAJAK 14 JULI
Selasa, 14 Juli 2020 | 17:13 WIB
TPA MODUL RAS
Selasa, 14 Juli 2020 | 17:06 WIB
KABUPATEN MIMIKA
Selasa, 14 Juli 2020 | 16:55 WIB
STATISTIK KINERJA PENERIMAAN PPN
Selasa, 14 Juli 2020 | 16:45 WIB
KAWASAN EKONOMI KHUSUS
Selasa, 14 Juli 2020 | 16:33 WIB
INSENTIF PAJAK
Selasa, 14 Juli 2020 | 16:13 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Selasa, 14 Juli 2020 | 15:47 WIB
EKONOMI DIGITAL
Selasa, 14 Juli 2020 | 15:45 WIB
KEBIJAKAN BEA MASUK
Selasa, 14 Juli 2020 | 15:28 WIB
INSENTIF PAJAK