Review
Kamis, 29 September 2022 | 16:16 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 27 September 2022 | 11:55 WIB
KONSULTASI UU HPP
Minggu, 25 September 2022 | 11:30 WIB
KEPALA BAPENDA RIAU SYAHRIAL ABDI
Kamis, 22 September 2022 | 13:53 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 30 September 2022 | 19:21 WIB
KESADARAN PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 28 September 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Data & Alat
Rabu, 28 September 2022 | 09:39 WIB
KURS PAJAK 28 SEPTEMBER - 04 OKTOBER 2022
Rabu, 21 September 2022 | 08:33 WIB
KURS PAJAK 21 SEPTEMBER - 27 SEPTEMBER 2022
Rabu, 14 September 2022 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 14 SEPTEMBER - 20 SEPTEMBER 2022
Rabu, 07 September 2022 | 09:33 WIB
KURS PAJAK 07 SEPTEMBER - 13 SEPTEMBER
Komunitas
Sabtu, 01 Oktober 2022 | 07:00 WIB
ANIMASI PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 16:15 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Jum'at, 30 September 2022 | 11:54 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Kamis, 29 September 2022 | 16:42 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Reportase

Duh, Setelah Menguat 3 Bulan, Keyakinan Konsumen Kembali Melemah

A+
A-
0
A+
A-
0
Duh, Setelah Menguat 3 Bulan, Keyakinan Konsumen Kembali Melemah

Pedagang kali lima (PKL) pasar tradisional Lambaro tidak mamakai masker dan mengabaikan protokol kesehatan saat beraktifitas di Aceh Besar, Aceh, Sabtu (3/10/2020). Indeks keyakinan konsumen (IKK) tercatat kembali melemah pada September 2020 setelah sebelumnya terus mengalami penguatan sejak Juni hingga Agustus 2020. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/hp)

JAKARTA, DDTCNews - Indeks keyakinan konsumen (IKK) tercatat kembali melemah pada September 2020 setelah sebelumnya terus mengalami penguatan sejak Juni hingga Agustus 2020.

Berdasarkan survei konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI), posisi IKK pada September 2020 berada pada zona pesimis sebesar 83,4, lebih rendah dari IKK Agustus 2020 sebesar 86,9.

"Tertahannya perbaikan keyakinan konsumen terjadi pada seluruh kategori responden. Secara spasial, keyakinan konsumen menurun di 13 dari 18 kota survei, dengan penurunan terdalam di DKI Jakarta, diikuti Denpasar dan Padang," tulis BI dalam laporannya, Selasa (6/10/2020).

Baca Juga: BI: Keyakinan Konsumen atas Kondisi Ekonomi Menguat

Terhambatnya perbaikan konsumen terutama disebabkan oleh melemahnya ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi pada 6 bulan mendatang. BI mencatat indeks ekspektasi konsumen (IEK) terperosok dari 118,2 pada Agustus 2020 menjadi 112,6 pada September 2020.

Indeks kondisi ekonomi saat ini (IKE) juga mengalami penurunan meski tidak sedalam penurunan komponen IEK yakni dari 55,6 pada Agustus 2020 menjadi 54,1 pada September 2020.

Persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini melemah kembali disebabkan oleh diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa wilayah. Hal ini menurunkan aktivitas ekonomi dan menekan penghasilan masyarakat.

Baca Juga: BI Sebut Kinerja Penjualan Eceran Bakal Terkontraksi Dua Digit

Secara lebih spesifik, keyakinan konsumen terhadap penghasilan saat ini mengalami perlemahan bila dibandingkan dengan 6 bulan sebelumnya akibat penurunan gaji, honor, dan omzet akibat PSBB.

Dari sisi pengeluaran, keyakinan konsumen untuk membeli durable goods atau barang tahan lama juga mengalami penurunan, terutama pada jenis barang elektronik, furnitur, dan perabot rumah tangga.

Meski demikian, BI mencatat rata-rata porsi pendapatan konsumen yang digunakan untuk konsumsi meningkat dari 67,4% pada Agustus 2020 menjadi 68,8% pada September 2020.

Baca Juga: Ekspektasi Konsumen Terhadap Perekonomian Melemah, Ini Kata BI

Dengan ini, porsi pendapatan konsumen yang ditabung menurun dari 20,4% menjadi 19,8%, sedangkan porsi pendapatan yang digunakan untuk membayar cicilan menurun dari 12,2% menjadi 11,4%. (Bsi)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : indeks keyakinan konsumen september 2020, survei bank indonesia

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

berita pilihan

Minggu, 02 Oktober 2022 | 15:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

PMK Soal MAP Direvisi, Bakal Disesuaikan dengan Pasal 27C UU KUP

Minggu, 02 Oktober 2022 | 14:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

DJP Siapkan Aturan Teknis Pelaporan Repatriasi dan Investasi Harta PPS

Minggu, 02 Oktober 2022 | 14:00 WIB
KEBIJAKAN CUKAI

Efek Tarif Cukai Naik, Produksi Rokok Turun 3,3% Sampai Agustus 2022

Minggu, 02 Oktober 2022 | 13:30 WIB
NORWEGIA

Pakai Aset Negara, Sektor Perikanan Ini Kena Pajak Khusus

Minggu, 02 Oktober 2022 | 13:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

PPN atau PPnBM yang Tidak Dipungut Instansi Pemerintah

Minggu, 02 Oktober 2022 | 12:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Faktur Pajak atas Transaksi Bebas PPN Terlambat Dibuat, Kena Sanksi?

Minggu, 02 Oktober 2022 | 12:00 WIB
KABUPATEN KUPANG

Siap-Siap! Pemda Ini Adakan Program Pemutihan PBB Sampai 30 November

Minggu, 02 Oktober 2022 | 11:30 WIB
INGGRIS

IMF Minta Negara Eropa Ini Tidak Kucurkan Insentif Pajak

Minggu, 02 Oktober 2022 | 10:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Kapan Faktur Pajak Dibuat? Simak Lagi Aturannya di Sini

Minggu, 02 Oktober 2022 | 10:00 WIB
VIETNAM

Harga Masih Tinggi, Kadin Usulkan Pajak BBM Dihapus Sementara