Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Dorong Bisnis Startup, Pemerintah Siap Kucurkan Beragam Insentif Pajak

A+
A-
0
A+
A-
0
Dorong Bisnis Startup, Pemerintah Siap Kucurkan Beragam Insentif Pajak

Ilustrasi.

BANGKOK, DDTCNews – Pemerintah Thailand mempertimbangkan untuk memberi insentif pajak bagi perusahaan rintisan (startup). Tujuannya, agar startup bisa lebih berkontrobusi dalam memberikan solusi atas beragam permasalahan di negara tersebut. Tentunya solusi yang dimaksud berkaitan dengan teknologi.

Rencana ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Arkhom Termpittayapaisith. Sejauh ini rencana pemberian insentif pajak juga telah ditangani oleh otoritas pajak, The Revenue Department.

"Insentif pajak yang diberikan dapat berupa pengurangan pajak penghasilan atau pengecualian pengenaan pajak. Nantinya insentif ini akan diberikan kepada perusahaan modal ventura asing yang berinvestasi pada perusahaan startup di Thailand,” ujarnya, dikutip Senin (27/12/2021).

Baca Juga: Aturan Turunan UU HPP, Dirjen Pajak Sebut 4 PP Baru Segera Dirilis

Sebelumnya, pemerintah telah mengeluarkan berbagai insentif pajak tahun ini, salah satunya e-service tax. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong bisnis lokal dan untuk memastikan adanya perlakuan yang adil dalam sistem pajak.

Pada kebijakan e-service tax, pemerintah menetapkan adanya kewajiban pemungutan PPN kepada penyedia layanan elektronik asing dan platform elektronik yang menerima pendapatan lebih dari 1,8 juta baht per tahun dari penerimaan jasa layanan elektronik yang diterima di Thailand.

Bagi mereka yang memenuhi kriteria, diwajibkan untuk mendaftar sebagai pemungut PPN, melaporkan SPT PPN, dan membayar PPN.

Baca Juga: Catat! DJP Makin Gencar Kirim Email Imbauan PPS Berbasis Data Rekening

Sejauh ini sudah ada lebih dari 100 penyedia layanan elektronik yang terdaftar untuk membayar PPN di Thailand. Melalui kebijakan ini, pemerintah Thailand dapat memungut PPN dari lebih dari 60 negara penyedia layanan elektronik yang beroperasi di negaranya.

Dilansir Bangkok Post, penerimaan pajak tahun ini meleset dari target. Pada tahun fiskal 2021 yang berakhir pada September, penerimaan pajak yang berhasil terkumpul hanya sebesar 2,7 triliun baht. Jumlah ini masih kurang 700 miliar baht dari target yang ditetapkan.

Tak hanya itu, jumlah penerimaan pajak yang berhasil terkumpul tahun ini juga 0,7% lebih rendah dibanding dengan periode tahun lalu. (sap)

Baca Juga: Perhatian! DJP Evaluasi e-Bupot, Ada Klasifikasi Jumlah Bukti Potong

Topik : pajak internasional, insentif pajak, startup, perusahaan rintisan, PPN, PMSE, PPh, Thailand

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 22 Mei 2022 | 07:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

UU HKPD Diharapkan Jadi Solusi Tumpang Tindih Objek Pajak Restoran

Sabtu, 21 Mei 2022 | 17:00 WIB
WEBINAR STPI - DDTC

Penyesuaian PPN di UU HPP Dinilai Lebih Rasional, Begini Penjelasannya

Sabtu, 21 Mei 2022 | 15:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Antisipasi M-Pajak Eror, UMKM Perlu Pencatatan Cadangan Tanpa Aplikasi

berita pilihan

Senin, 23 Mei 2022 | 18:25 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Catat! DJP Makin Gencar Kirim Email Imbauan PPS Berbasis Data Rekening

Senin, 23 Mei 2022 | 18:09 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Perhatian! DJP Evaluasi e-Bupot, Ada Klasifikasi Jumlah Bukti Potong

Senin, 23 Mei 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu PPFTZ 01, PPFTZ 02, dan PPFTZ 03?

Senin, 23 Mei 2022 | 17:39 WIB
KINERJA FISKAL

APBN Surplus Rp103,1 Triliun Per April 2022, Begini Kata Sri Mulyani

Senin, 23 Mei 2022 | 17:25 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Batas Akhir SPT Tahunan, Penerimaan PPh Badan April 2022 Tumbuh 105,3%

Senin, 23 Mei 2022 | 17:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Penerimaan Pajak Tumbuh 51,49% di April 2022, Sri Mulyani: Sangat Kuat

Senin, 23 Mei 2022 | 17:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Yellen Dukung Relaksasi Bea Masuk atas Barang-Barang Asal China

Senin, 23 Mei 2022 | 16:45 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Sri Mulyani Sebut Inflasi April 2022 Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir