Review
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:32 WIB
PERSPEKTIF
Rabu, 08 Juli 2020 | 06:06 WIB
PERSPEKTIF
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Juli 2020 | 09:06 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB
KURS PAJAK 8 JULI - 14 JULI 2020
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Kamis, 02 Juli 2020 | 14:26 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

Dirjen Pajak: Jumlah AR akan Berkurang

A+
A-
55
A+
A-
55
Dirjen Pajak: Jumlah AR akan Berkurang

Dirjen Pajak Robert Pakpahan (tengah) saat berbicara dalam Media Gathering DJP. 

BADUNG, DDTCNews – Reformasi perpajakan yang dijalankan Ditjen Pajak (DJP) akan mengefisiensikan penggunaan sumber daya manusia (SDM). Jumlah account representative (AR) di kantor pajak akan banyak berkurang di masa depan.

Dirjen Pajak Robert Pakpahan mengatakan aspek teknologi informasi akan menjadi andalan dalam perbaikan pelayanan kepada wajib pajak. Fungsi AR dan tempat pelayanan terpadu di kantor pajak akan beralih secara bertahap menjadi pelayanan berbasis digital.

“Reformasi yang kita jalankan itu driver utamanya adalah teknologi informasi dan basis data. Dampaknya proses bisnis jauh berubah dan AR akan berkurang.” katanya dalam Media Gathering DJP di Bali, Jumat (2/8/2019).

Baca Juga: Tanggung Kenaikan PPN, Ritel Arab Saudi Berikan Diskon ke Konsumen

Perubahan tersebut, sambung Robert, salah satu tujuannya adalah menciptakan standarisasi dalam pelayanan kepada wajib pajak. Pasalnya, untuk saat ini, interpretasi terhadap suatu aturan sering berbeda antarfiskus di satu wilayah dengan wilayah lainnya.

Oleh karena itu, layanan berbasis situs web akan menjadi saluran utama interaksi antara DJP dengan wajib pajak. Skema tatap muka atau datang ke kantor pajak merupakan opsi terakhir yang bisa dilakukan DJP dalam menjalankan fungsi pelayanan.

“Di masa depan, front office utama adalah website DJP, kemudian call center. Kalaupun harus datang ke kantor pajak, sistemnya walk in appointment. Jadi, kita bisa berikan pelayanan yang efisien,” paparnya.

Baca Juga: DJBC Usul Lanjutkan Fasilitas Pelonggaran Pelunasan Cukai ke 2021

Visi tersebut, menurut Robert, akan berjalan seiring dengan perbaikan dari sistem inti administrasi perpajakan atau core tax system. Adapun fungsi AR akan bergeser untuk memperkuat proses bisnis lain yang ada dalam lingkup DJP.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.79/PMK.01/2015, AR dikelompokkan dalam dua fungsi. Pertama, AR yang menjalankan fungsi pelayanan dan konsultasi wajib pajak. Kedua, AR yang akan menjalankan fungsi pengawasan dan penggalian potensi wajib pajak. (kaw)

Baca Juga: Target Setoran Pajak Kendaraan Semester I di Daerah Ini Terlampaui
Topik : Ditjen Pajak, DJP, AR, pemeriksaan, reformasi perpajakan
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 10 Juli 2020 | 10:19 WIB
PAJAK INTERNASIONAL
Jum'at, 10 Juli 2020 | 07:57 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Kamis, 09 Juli 2020 | 19:38 WIB
INSENTIF PAJAK
Kamis, 09 Juli 2020 | 18:58 WIB
TARIF PPh BADAN
berita pilihan
Minggu, 12 Juli 2020 | 10:01 WIB
PERIZINAN
Minggu, 12 Juli 2020 | 09:01 WIB
DAMPAK KENAIKAN PPN
Minggu, 12 Juli 2020 | 08:01 WIB
KEBIJAKAN CUKAI
Minggu, 12 Juli 2020 | 07:01 WIB
MALAYSIA
Minggu, 12 Juli 2020 | 06:01 WIB
SE-38/PJ/2020
Sabtu, 11 Juli 2020 | 15:01 WIB
KABUPATEN SUMBAWA BARAT
Sabtu, 11 Juli 2020 | 14:01 WIB
ITALIA
Sabtu, 11 Juli 2020 | 13:01 WIB
KARTUNIS LALO ALCARAZ:
Sabtu, 11 Juli 2020 | 12:01 WIB
PANDUAN OECD
Sabtu, 11 Juli 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK