Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Dipertahankan Jadi Menkeu, Ini Penjelasan Lengkap Sri Mulyani

1
1

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati seusai menemui Presiden Joko Widodo. (foto: Setkab)

JAKARTA, DDTCNews – Presiden Joko Widodo mempertahankan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia. Pagi ini, Selasa (22/10/2019), Sri Mulyani sudah bertemu dengan Kepala Negara di Istana. Berikut keterangan yang disampaikan Sri Mulyani kepada awak media seusai pertemuan.

***

Tadi saya menghadap Bapak Presiden dan mendengarkan arahan-arahan beliau dari sisi apa yang ingin dicapai pada periode kepemimpinan Bapak Presiden Joko Widodo dan K.H. Ma’ruf, di bidang ekonomi, terutama.

Baca Juga: Pemangkasan Eselon Ditarget Rampung Juni 2020

Seperti yang disampaikan Bapak Presiden kemarin bagaimana kita terus bekerja untuk menciptakan kesempatan kerja. Jadi, bagaimana kita terus mendorong perekonomian kita agar mampu terus meningkatkan kualitas penciptaan kesempatan kerja.

Kemudian juga dari sisi usaha kecil menengah, yang ingin didorong melalui berbagai policy. Dan tentu saja dari sisi makroekonomi adalah dari current account deficit dan trade deficit. Jadi, ketahanan ekonomi kita di dalam negeri untuk terus ditingkatkan.

Meningkatkan supply chain, membangun investasi, policy-policy yang bisa mendorong penciptaan kesempatan kerja dan mendorong usaha kecil menengah.

Baca Juga: Tidak Semua Eselon III-V Dipangkas, Ini 3 Kriterianya

Bapak Presiden meminta saya untuk menyampaikan kepada media bahwa beliau menugaskan saya untuk tetap menjadi menteri keuangan. Dan menggunakan seluruh kebijakan fiskal di dalam membantu para menteri-menteri terkait di dalam mewujudkan ketahanan ekonomi.

Hal ini terutama di dalam bekerja sama dengan menko perekonomian, menteri perindustrian, perdagangan, menteri usaha kecil menengah dan menteri-menteri ekonomi lainnya di dalam rangka untuk membangun ekonomi kita yang lebih baik.

Tadi kita cukup banyak bertukar pikiran mengenai bagaimana kita bisa mendorong dengan menggunakan instrumen-instrumen kebijakan, baik itu di bidang fiskal. Dan beliau juga bertukar pikiran untuk sektor keuangan seperti perbankan dan capital market.

Baca Juga: Surat Pemangkasan Eselon Diteken, Ini Isinya

Karena selama ini, sebagai tugas di Kementerian Keuangan, kami berkoordinasi dengan Bank Indonesia, OJK, LPS dalam forum KSSK. Itu diharapkan bisa terus menjaga perekonomian kita, stabilitas ekonomi dan ketahanan. Namun, pada saat yang sama bisa terus meningkatkan policy-policy yang berpihak pada penciptaan kesempatan kerja dan usaha kecil menengah.

Demikian yang bisa saya sampaikan, terima kasih ya.

***

Baca Juga: Soal Posisi Ahok di BUMN, Ini Penegasan Presiden Jokowi

Apa yang mendorong Anda bersedia tetap menjadi menteri keuangan?

Saya rasa banyak hal, untuk Indonesia yang saat ini menghadapi perekonomian global yang sangat dinamis dan tidak pasti dan perlemahan ekonomi yang cukup menekan dari seluruh dunia. Oleh karena itu dibutuhkan suatu policy-policy terus menerus di dalam rangka untuk bisa menjaga perekonomian kita dari tantangan global tersebut.

Di sisi lain, Bapak Presiden menyampaikan berbagai prioritas kebijakan yang sangat-sangat penting. Dan saya secara pribadi, merupakan suatu kehormatan untuk bisa melaksanakan tugas kembali sebagai menteri keuangan dengan terus mendorong peningkatan sumber daya manusia, seperti yang menjadi prioritas kita selama ini.

Baca Juga: 'Kalau Masih Ada yang Main-Main, Saya Gigit Sendiri'

Kita semuanya sudah sering melihat bahwa anggaran perlu untuk dieksekusikan secara baik, baik di tingkat kementerian/lembaga maupun daerah. Cita-cita Bapak Presiden untuk membangun Indonesia dengan sumber daya manusia yang baik, dengan birokrasi yang efisien, yang bersih dari korupsi, dan juga dari sisi kemampuan ekonomi kita untuk tumbuh dan berkualitas secara inklusif, adalah suatu cita-cita yang baik.

Dan bagi saya, ini suatu kehormatan untuk bisa ikut mendukung dan membantu Bapak Presiden dan Wakil Presiden di dalam mewujudkan cita-citanya.

Apakah Presiden meminta Anda menyebutkan posisi di kabinet setelah pertemuan tadi?

Baca Juga: Presiden: RPJMN 2020-2024 Harus Realistis

Beliau minta khusus untuk saya, boleh untuk menyampaikan posisinya.

Apakah ada perubahan-perubahan kebijakan yang dilakukan?

Saya rasa kita semuanya selalu tetap terbuka terhadap dinamika yang ada. Tidak ada suatu kebijakan yang sifatnya statis. Jadi kita juga harus terus melihat dinamika dari kondisi ekonomi, unsur dari resource atau sumber daya yang kita miliki dan apa-apa yang perlu untuk terus ditingkatkan. (kaw)

Baca Juga: Netralisasi Efek Perlambatan Ekonomi Global, Sri Mulyani Pakai APBN

Tadi saya menghadap Bapak Presiden dan mendengarkan arahan-arahan beliau dari sisi apa yang ingin dicapai pada periode kepemimpinan Bapak Presiden Joko Widodo dan K.H. Ma’ruf, di bidang ekonomi, terutama.

Baca Juga: Pemangkasan Eselon Ditarget Rampung Juni 2020

Seperti yang disampaikan Bapak Presiden kemarin bagaimana kita terus bekerja untuk menciptakan kesempatan kerja. Jadi, bagaimana kita terus mendorong perekonomian kita agar mampu terus meningkatkan kualitas penciptaan kesempatan kerja.

Kemudian juga dari sisi usaha kecil menengah, yang ingin didorong melalui berbagai policy. Dan tentu saja dari sisi makroekonomi adalah dari current account deficit dan trade deficit. Jadi, ketahanan ekonomi kita di dalam negeri untuk terus ditingkatkan.

Meningkatkan supply chain, membangun investasi, policy-policy yang bisa mendorong penciptaan kesempatan kerja dan mendorong usaha kecil menengah.

Baca Juga: Tidak Semua Eselon III-V Dipangkas, Ini 3 Kriterianya

Bapak Presiden meminta saya untuk menyampaikan kepada media bahwa beliau menugaskan saya untuk tetap menjadi menteri keuangan. Dan menggunakan seluruh kebijakan fiskal di dalam membantu para menteri-menteri terkait di dalam mewujudkan ketahanan ekonomi.

Hal ini terutama di dalam bekerja sama dengan menko perekonomian, menteri perindustrian, perdagangan, menteri usaha kecil menengah dan menteri-menteri ekonomi lainnya di dalam rangka untuk membangun ekonomi kita yang lebih baik.

Tadi kita cukup banyak bertukar pikiran mengenai bagaimana kita bisa mendorong dengan menggunakan instrumen-instrumen kebijakan, baik itu di bidang fiskal. Dan beliau juga bertukar pikiran untuk sektor keuangan seperti perbankan dan capital market.

Baca Juga: Surat Pemangkasan Eselon Diteken, Ini Isinya

Karena selama ini, sebagai tugas di Kementerian Keuangan, kami berkoordinasi dengan Bank Indonesia, OJK, LPS dalam forum KSSK. Itu diharapkan bisa terus menjaga perekonomian kita, stabilitas ekonomi dan ketahanan. Namun, pada saat yang sama bisa terus meningkatkan policy-policy yang berpihak pada penciptaan kesempatan kerja dan usaha kecil menengah.

Demikian yang bisa saya sampaikan, terima kasih ya.

***

Baca Juga: Soal Posisi Ahok di BUMN, Ini Penegasan Presiden Jokowi

Apa yang mendorong Anda bersedia tetap menjadi menteri keuangan?

Saya rasa banyak hal, untuk Indonesia yang saat ini menghadapi perekonomian global yang sangat dinamis dan tidak pasti dan perlemahan ekonomi yang cukup menekan dari seluruh dunia. Oleh karena itu dibutuhkan suatu policy-policy terus menerus di dalam rangka untuk bisa menjaga perekonomian kita dari tantangan global tersebut.

Di sisi lain, Bapak Presiden menyampaikan berbagai prioritas kebijakan yang sangat-sangat penting. Dan saya secara pribadi, merupakan suatu kehormatan untuk bisa melaksanakan tugas kembali sebagai menteri keuangan dengan terus mendorong peningkatan sumber daya manusia, seperti yang menjadi prioritas kita selama ini.

Baca Juga: 'Kalau Masih Ada yang Main-Main, Saya Gigit Sendiri'

Kita semuanya sudah sering melihat bahwa anggaran perlu untuk dieksekusikan secara baik, baik di tingkat kementerian/lembaga maupun daerah. Cita-cita Bapak Presiden untuk membangun Indonesia dengan sumber daya manusia yang baik, dengan birokrasi yang efisien, yang bersih dari korupsi, dan juga dari sisi kemampuan ekonomi kita untuk tumbuh dan berkualitas secara inklusif, adalah suatu cita-cita yang baik.

Dan bagi saya, ini suatu kehormatan untuk bisa ikut mendukung dan membantu Bapak Presiden dan Wakil Presiden di dalam mewujudkan cita-citanya.

Apakah Presiden meminta Anda menyebutkan posisi di kabinet setelah pertemuan tadi?

Baca Juga: Presiden: RPJMN 2020-2024 Harus Realistis

Beliau minta khusus untuk saya, boleh untuk menyampaikan posisinya.

Apakah ada perubahan-perubahan kebijakan yang dilakukan?

Saya rasa kita semuanya selalu tetap terbuka terhadap dinamika yang ada. Tidak ada suatu kebijakan yang sifatnya statis. Jadi kita juga harus terus melihat dinamika dari kondisi ekonomi, unsur dari resource atau sumber daya yang kita miliki dan apa-apa yang perlu untuk terus ditingkatkan. (kaw)

Baca Juga: Netralisasi Efek Perlambatan Ekonomi Global, Sri Mulyani Pakai APBN
Topik : Sri Mulyani, Presiden Jokowi, Kabinet Kerja, kebijakan fiskal
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Selasa, 21 Juni 2016 | 16:31 WIB
RUU PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 14 Juli 2016 | 10:38 WIB
KEBIJAKAN PAJAK 2017
Kamis, 14 Juli 2016 | 13:25 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 14 Juli 2016 | 14:58 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
berita pilihan
Senin, 08 April 2019 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 08 Juli 2019 | 18:02 WIB
TRANSFER PRICING
Rabu, 02 Oktober 2019 | 19:10 WIB
REFORMASI PAJAK
Rabu, 13 Maret 2019 | 15:39 WIB
TATA PEMERINTAHAN
Sabtu, 24 September 2016 | 12:03 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Jum'at, 23 Desember 2016 | 10:15 WIB
PENAGIHAN PAJAK
Senin, 29 Oktober 2018 | 09:54 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 09 Januari 2017 | 17:06 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 11 Agustus 2016 | 16:52 WIB
KANWIL DJP YOGYAKARTA
Kamis, 22 September 2016 | 12:01 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK