JAKARTA, DDTCNews - DDTC kembali membuka program Human Resources Development Program (HRDP) Dalam Negeri bagi seluruh profesionalnya. Melalui program ini, talenta-talenta emas DDTC memiliki kesempatan untuk menempuh program master (S-2) di beberapa perguruan tinggi terbaik Tanah Air.
Beasiswa penuh bagi profesional DDTC ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan karier para profesionalnya. Melalui program ini, DDTC memberikan ruang bagi profesional DDTC untuk terus memperkaya ilmu pengetahuan sekaligus meningkatkan kompetensi di bidangnya. Dengan demikian, para profesional DDTC dapat tetap berkarya secara optimal sambil menimba pengetahuan baru secara berkelanjutan.
Program HRDP Dalam Negeri 2026 ini dibuka untuk periode awal perkuliahan Agustus/September 2026. Ada 4 perguruan tinggi yang bisa menjadi pilihan bagi profesional DDTC dalam melanjutkan studi S-2. Pertama, Universitas Indonesia untuk program Magister Ilmu Administrasi, Magister Akuntansi, dan Magister Manajemen.
Kedua, Universitas Gadjah Mada (Kampus Jakarta) untuk program Master of Business Administration dan Magister Akuntansi - Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL Program).
Ketiga, Universitas Brawijaya (Kampus Jakarta) untuk program Magister Akuntansi dan Magister Manajemen. Keempat, Institut Teknologi Bandung (Kampus Jakarta) untuk program Master of Business Administration.
Selain HRDP Dalam Negeri, kesempatan untuk menempuh studi di kampus-kampus top global juga tersedia dalam program HRDP Luar Negeri. Saat ini terdapat 2 profesional DDTC yang tengah menempuh program LL.M International Tax Law full-time di Vienna University of Economics and Business (WU Wien), yakni Senior Specialist of DDTC Consulting Dawud Abdul Qohhar Lubis dan Specialist of DDTC Fiscal Research & Advisory Abiyoga Sidhi Wiyanto. Bahkan keduanya terpilih sebagai pembicara dalam konferensi internasional, yakni Rust Conference, yang akan digelar di Austria pada 2-4 Juli 2026 mendatang.
Dalam beberapa tahun terakhir, DDTC juga secara aktif memfasilitasi berbagai pelatihan, kursus, dan sertifikasi, baik yang diselenggarakan di dalam negeri maupun di luar negeri. Program ini mencakup pengayaan keahlian teknis perpajakan, penguatan kemampuan analisis kebijakan fiskal, hingga pengembangan keterampilan profesional yang mendukung praktik konsultasi pajak yang makin kompleks.
Di tingkat nasional, DDTC memberikan dukungan persiapan bagi profesional yang mengikuti Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak (USKP). Fasilitas ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mendorong para profesional memperoleh pengakuan kompetensi secara resmi sebagai konsultan pajak bersertifikat di Indonesia.
Sementara di tingkat internasional, DDTC turut membiayai secara penuh profesionalnya untuk mengikuti sertifikasi Advanced Diploma in International Taxation (ADIT) yang diselenggarakan oleh Chartered Institute of Taxation (CIOT), Inggris. Sertifikasi ini dikenal luas sebagai salah satu kualifikasi bergengsi di bidang perpajakan internasional dan menjadi rujukan bagi para praktisi yang ingin memperdalam keahlian pada isu perpajakan lintas yurisdiksi.
Saat ini ada total 16 profesional DDTC yang bergelar ADIT. Di sisi lain, 23 profesional DDTC telah lulus ADIT Paper 1, 16 profesional lulus ADIT Paper 2, dan 27 profesional DDTC lulus ADIT Paper 3.
Selain itu, DDTC juga mendorong profesionalnya untuk mengikuti sertifikasi Advanced Professional Certificate in Transfer Pricing (APCTP) dan Advanced Professional Certificate in International Taxation (APCIT) yang diselenggarakan oleh International Bureau of Fiscal Documentation (IBFD) yang berbasis di Amsterdam, Belanda. Keikutsertaan DDTC dalam sertifikat ini agar profesionalnya lebih terbekali dalam hal transfer pricing dan perpajakan internasional.
Support penuh DDTC terhadap pengembangan skill profesionalnya juga diwujudkan melalui keikutsertaan di sejumlah pelatihan atau kursus di level internasional. Pada 2025 lalu misalnya, sebanyak 8 orang profesional diterbangkan ke Singapura untuk mengikuti WU-TA Advanced Transfer Pricing Programme 2025, sebuah kursus mengenai transfer pricing yang digelar oleh the WU Transfer Pricing Center at the Institute for Austrian and International Tax Law at WU (Vienna University of Economics and Business) and the Tax Academy of Singapore.
Kemudian yang terbaru, pada awal Maret 2026, sebanyak 11 profesional DDTC mengikuti pelatihan yang dikemas dalam bentuk webinar oleh Tax Academy Singapore. Webinar digelar dalam tajuk Fastax Series: Managing Tax Compliance.
Dalam webinar tersebut, profesional DDTC diajak memahami pendekatan kepatuhan pajak perusahaan, termasuk pendekatan audit dan investigasi, yang dijalankan oleh Inland Revenue Authority of Singapore (IRAS).
Melalui berbagai inisiatif pengembangan tersebut, termasuk program HRDP Dalam Negeri 2026, DDTC berharap para profesionalnya dapat terus bertumbuh sebagai talenta unggul di bidang perpajakan. Investasi pada pengembangan sumber daya manusia ini juga diharapkan dapat memperkuat kontribusi DDTC dalam mendorong praktik perpajakan yang berkualitas dan berstandar global. (sap)
