Berita
Kamis, 02 Desember 2021 | 19:30 WIB
LAPORAN ASIAN DEVELOPMENT BANK
Kamis, 02 Desember 2021 | 19:19 WIB
KANWIL DJP JAWA TIMUR II
Kamis, 02 Desember 2021 | 19:00 WIB
PAPUA NUGINI
Kamis, 02 Desember 2021 | 18:36 WIB
PENGAWASAN PAJAK
Review
Kamis, 02 Desember 2021 | 14:57 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 Desember 2021 | 12:38 WIB
TAJUK PAJAK
Selasa, 30 November 2021 | 08:13 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Minggu, 28 November 2021 | 10:07 WIB
Kepala KPP Pratama Gianyar Moch. Luqman Hakim
Fokus
Data & Alat
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Rabu, 10 November 2021 | 07:33 WIB
KURS PAJAK 10-16 NOVEMBER 2021
Komunitas
Selasa, 30 November 2021 | 11:40 WIB
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Minggu, 28 November 2021 | 19:45 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Jum'at, 26 November 2021 | 16:17 WIB
AGENDA PAJAK - DDTC ACADEMY
Jum'at, 26 November 2021 | 16:13 WIB
UNIVERSITAS PARAHYANGAN
Reportase
Perpajakan.id

Dapat Dana Ratusan Triliun, Italia Siap Jorjoran Beri Keringanan Pajak

A+
A-
0
A+
A-
0
Dapat Dana Ratusan Triliun, Italia Siap Jorjoran Beri Keringanan Pajak

Ilustrasi. Warga berjalan di St. Mark's Square yang tergenang banjir saat air pasang di Venesia, Italia, Selasa (5/10/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Manuel Silvestri/aww/cfo

BRUSSEL, DDTCNews – Dewan Uni Eropa akhirnya menyetujui untuk memberikan bantuan dana hingga puluhan miliar euro kepada Pemerintah Italia dalam mendukung pemulihan kegiatan ekonomi di Negara Pizza.

Wakil Presiden Uni Eropa Margrethe Vestager mengatakan Dewan Uni Eropa memberikan bantuan senilai €31,9 miliar atau sekitar Rp521 triliun. Menurutnya, bantuan dana tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap negara-negara Uni Eropa yang tengah tertekan akibat Covid-19.

“Banyak perusahaan di Italia mengalami penurunan pendapatan secara signifikan karena Covid-19. Bantuan ini memungkinkan Italia untuk mendukung perusahaan-perusahaan memenuhi kebutuhan likuiditas,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (18/10/2021).

Baca Juga: Tingkatkan Kepatuhan Sukarela Wajib Pajak, Ini Kata ADB

Dengan adanya dana tersebut, Pemerintah Italia selanjutnya akan memberikan stimulus kepada badan usaha. Stimulus tersebut terdiri atas tiga jenis antara lain pembebasan dan pengurangan pajak; kredit pajak; dan hibah langsung.

Khusus mengenai bantuan berupa hibah langsung, perusahaan yang mendapatkan bantuan setidaknya harus memiliki kinerja keuangan yang stabil hingga 31 Desember 2019. Perusahaan juga harus dapat membuktikan benar terdampak secara ekonomi akibat Covid-19.

Bagi perusahaan yang bergerak di sektor pertanian, bantuan yang akan diberikan mencapai €225.000. Sementara itu, bagi perusahaan yang bergerak di bidang perikanan dan pertanian, masing-masing akan menerima bantuan €1,8 juta dan €270.000 per perusahaan.

Baca Juga: UU HPP Terbit, Kanwil DJP Jatim II Gelar Sosialisasi Secara Maraton

Selain itu, perusahaan juga bisa memperoleh fasilitas pembebasan atau pengurang pajak penghasilan. Perusahaan juga dapat mengkreditkan pajaknya. Harapannya, perusahaan di Italia dapat segera pulih dan berkembang pascapandemi Covid-19.

Dewan Uni Eropa berkomitmen untuk terus mendukung perekonomian negara-negara anggota yang terdampak Covid-19. Hal ini dengan pemberian bantuan seperti hibah, suntikan modal, keuntungan pajak, dan sebagainya.

Pada 2020 Italia juga telah memperoleh bantuan dana senilai €800 juta dari Eropa. Hal ini berkaitan dengan berhentinya aktivitas bandara di Italia akibat adanya Covid-19 sehingga memengaruhi sektor pariwisata dan ekonomi. (rizki/rig)

Baca Juga: Kebijakan 2022 Ditetapkan, Tarif Cukai Rokok dan Minol Dipangkas

Topik : italia, dewan uni eropa, stimulus, keringanan pajak, pajak, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 02 Desember 2021 | 11:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Syarat Pendaftaran NPWP Badan Profit dan Non-Profit

Kamis, 02 Desember 2021 | 11:10 WIB
HARI ANTIKORUPSI SEDUNIA

Soal Pencegahan Korupsi, Ini Pesan Ketua KPK kepada Petugas Pajak

Kamis, 02 Desember 2021 | 10:49 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Perusahaan Perlu Cermat dalam Kelola Implikasi Perpajakan dari IPO

Kamis, 02 Desember 2021 | 10:35 WIB
HARI ANTIKORUPSI SEDUNIA

Dirjen Pajak Minta Jajaran Perkuat Komitmen Antikorupsi

berita pilihan

Kamis, 02 Desember 2021 | 19:30 WIB
LAPORAN ASIAN DEVELOPMENT BANK

Tingkatkan Kepatuhan Sukarela Wajib Pajak, Ini Kata ADB

Kamis, 02 Desember 2021 | 19:19 WIB
KANWIL DJP JAWA TIMUR II

UU HPP Terbit, Kanwil DJP Jatim II Gelar Sosialisasi Secara Maraton

Kamis, 02 Desember 2021 | 19:00 WIB
PAPUA NUGINI

Kebijakan 2022 Ditetapkan, Tarif Cukai Rokok dan Minol Dipangkas

Kamis, 02 Desember 2021 | 18:36 WIB
PENGAWASAN PAJAK

Apakah Dapat SP2DK Pasti Harus Bayar Pajak Lagi? Ini Penjelasan DJP

Kamis, 02 Desember 2021 | 18:30 WIB
FILIPINA

Karena Pajak, KPU Didesak Coret Anak Ferdinand Marcos sebagai Capres

Kamis, 02 Desember 2021 | 18:00 WIB
BANGLADESH

Masuk Radar Pajak, Netflix Kini Wajib Setor PPN

Kamis, 02 Desember 2021 | 17:37 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

DJP Aktif Telepon Wajib Pajak Jelang Akhir Tahun, Simak Ketentuannya

Kamis, 02 Desember 2021 | 17:30 WIB
PENGAWASAN PAJAK

Pedagang Online Dapat ‘Surat Cinta’ dari Kantor Pajak? Ini Imbauan DJP

Kamis, 02 Desember 2021 | 17:30 WIB
KOTA BALIKPAPAN

Beberapa Jenis Pajak Daerah Sudah Capai Target Per Akhir November 2021

Kamis, 02 Desember 2021 | 17:00 WIB
ESTONIA

Menkeu Pastikan Dampak Pajak Minimum Global Bakal Minimal