Review
Rabu, 20 Januari 2021 | 14:18 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 19 Januari 2021 | 09:24 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 13 Januari 2021 | 15:23 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 12 Januari 2021 | 12:27 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Kamis, 21 Januari 2021 | 17:38 WIB
PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (3)
Kamis, 21 Januari 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 18:01 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:57 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:43 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 20 JANUARI - 26 JANUARI 2021
Senin, 18 Januari 2021 | 09:10 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Rabu, 13 Januari 2021 | 17:05 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Cara Mengaktifkan Penandatangan Bukti Potong E-Bupot 

A+
A-
26
A+
A-
26
Cara Mengaktifkan Penandatangan Bukti Potong E-Bupot 

MULAI 1 Agustus 2020, seluruh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang wajib lapor Surat Pemberitahuan (SPT) Masa pajak penghasilan (PPh) Pasal 23/26 harus menyampaikan dalam bentuk dokumen elektronik atau dikenal dengan e-bupot.

E-bupot 23/26 adalah perangkat lunak yang disediakan di DJP Online atau saluran tertentu yang ditetapkan DJP. Perangkat lunak ini digunakan untuk membuat bukti pemotongan 23/26 dan melaporkan SPT masa PPh Pasal 23/26 secara elektronik.

Untuk dapat melaporkan SPT Masa PPh Pasal 23/26 melalui e-bupot tentu terdapat proses yang harus disiapkan terlebih dahulu. Mulai dari mengaktifkan fitur layanan e-bupot di DJP Online hingga mengaktifkan penandatangan bukti potong terlebih dahulu.

Baca Juga: Cara Menjadi Wajib Pajak Kriteria Tertentu

Nah, DDTCNews kali ini akan menjelaskan cara mengaktifkan atau membuat penandatangan bukti potong di DJP Online. Mula-mula, silakan tentukan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau wajib pajak yang akan menandatangani bukti potong tersebut.

Bila sudah, silakan akses aplikasi DJP Online. Masukkan nomor NPWP, password dan kode keamanan (captcha). Bila Anda belum mengaktifkan fitur layanan e-bupot, silakan untuk mengaktifkannya terlebih dahulu.

Caranya, masuk ke menu Profil. Kemudian, klik Aktivasi Fitur Layanan. Lalu, silakan centang e-bupot PPh Pasal 23/26. Setelah itu, klik Ubah Fitur Layanan. Bila berhasil, Anda akan menerima notifikasi Sukses.

Baca Juga: Solusi Atasi SPT Tidak Valid Saat Pelaporan di e-Faktur 3.0 Web-Based

Setelah itu, silakan melakukan Login kembali. Di menu dashboard DJP Online, pilih menu Lapor. Lalu, silakan klik Prapelaporan pada sebelah kiri layar. Setelah itu, pilih kolom e-bupot di sebelah kanan layar.

Nanti, akan muncul tampilan e-bukti potong. Untuk mengaktifkan penandatangan, pilih menu Pengaturan yang berada di atas layar, lalu klik Penandatangan. Nanti, Anda akan melihat kolom pengaturan penandatangan bukti potong.

Simak baik-baik petunjuk yang disediakan DJP di sebelah kiri layar. Masukkan nomor NPWP. Pilih opsi antara wakil wajib pajak (pengurus) atau kuasa. Lalu, centang status aktif. Setelah itu, pilih simpan dan klik oke.

Baca Juga: Cara Aktivasi EFIN Bagi Wajib Pajak Badan

Nanti, penandatangan bukti potong yang sudah dibuat tersebut akan terekam dalam daftar penandatangan. Ini juga menandakan jika penandatangan bukti potong bisa lebih dari satu pengurus.

Silakan lakukan kembali proses pembuatan atau mengaktifkan penandatangan jika pengurus bukti potong lebih dari satu. Dengan penandatangan bukti potong yang aktif maka Anda sudah bisa membuat e-bupot. Semoga bermanfaat. (Bsi)

Baca Juga: Cara Meminta Pembubuhan Cap Bukti Pelunasan Selisih Kurang Bea Meterai
Topik : tips pajak, cara mengaktifkan penandatangan bukti potong, e-bupot 
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 02 Desember 2020 | 15:59 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 30 November 2020 | 16:49 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 27 November 2020 | 16:30 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 25 November 2020 | 16:01 WIB
TIPS PAJAK
berita pilihan
Kamis, 21 Januari 2021 | 18:33 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Kamis, 21 Januari 2021 | 18:21 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Kamis, 21 Januari 2021 | 18:08 WIB
PPh DIVIDEN
Kamis, 21 Januari 2021 | 18:00 WIB
UU CIPTA KERJA
Kamis, 21 Januari 2021 | 17:53 WIB
KOTA BANDUNG
Kamis, 21 Januari 2021 | 17:45 WIB
JERMAN
Kamis, 21 Januari 2021 | 17:38 WIB
PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (3)
Kamis, 21 Januari 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 21 Januari 2021 | 17:11 WIB
SENSUS PENDUDUK 2020
Kamis, 21 Januari 2021 | 16:26 WIB
PPh DIVIDEN