Review
Kamis, 09 Februari 2023 | 17:41 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 08 Februari 2023 | 11:44 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Februari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (5)
Kamis, 02 Februari 2023 | 17:05 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Kamis, 09 Februari 2023 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Kamis, 09 Februari 2023 | 13:45 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Selasa, 07 Februari 2023 | 10:00 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 06 Februari 2023 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 08 Februari 2023 | 10:00 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Februari 2023 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 8 FEBRUARI 2023 - 14 FEBRUARI 2023
Rabu, 01 Februari 2023 | 10:00 WIB
KMK 6/2023
Rabu, 01 Februari 2023 | 09:31 WIB
KURS PAJAK 1 FEBRUARI - 7 FEBRUARI 2023
Reportase

Cara Melapor Realisasi Insentif PPh Pasal 22 di DJP Online

A+
A-
10
A+
A-
10
Cara Melapor Realisasi Insentif PPh Pasal 22 di DJP Online

TENGGAT waktu pelaporan realisasi insentif Covid-19 tinggal 3 hari lagi. Bagi wajib pajak yang belum melaporkan maka diimbau untuk segera merealisasikan agar terhindar dari sanksi administrasi.

Salah satu insentif pajak yang tenggat waktu pelaporan realisasinya pada 20 Juli untuk masa pajak April sampai dengan Juni 2020 di antaranya adalah pembebasan PPh Pasal 22 atas penjualan barang yang diperlukan dalam penanganan Covid-19.

Misalnya obat-obatan, vaksin, peralatan laboratorium, peralatan pendeteksi, peralatan pelindung diri, peralatan untuk perawatan pasien, dan/atau peralatan pendukung lain yang dinyatakan untuk keperluan penanganan pandemi Covid-19.

Baca Juga: Cara Buat Kode Billing SKPKB PPh Pasal 4 ayat (2)

Pembebasan PPh Pasal 22 itu diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 28/2020 tentang Pemberian Fasilitas Pajak Terhadap Barang dan Jasa yang Diperlukan Dalam Rangka Penanganan Pandemi Covid-19.

Nah, DDTCNews kali ini akan menjelaskan cara melaporkan realisasi insentif PPh Pasal 22 melalui DJP Online. Mula-mula, silakan akses DJP Online. Isi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), password dan kode keamanan (captcha).

Di halaman utama DJP Online, silakan pilih menu Layanan. Lalu pilih kolom e-reporting insentif Covid-19. Bila kolom e-reporting insentif Covid-19 tidak ditemukan, maka Anda perlu mengaktifkan fitur layanan tersebut terlebih dahulu.

Baca Juga: Cara Buat Kode Billing PPh Final Dividen Orang Pribadi di DJP Online

Caranya, klik menu Profil. Kemudian klik Aktivasi Fitur Layanan. Nanti di sebelah kanan akan muncul menu-menu yang bisa diaktifkan. Silakan centang menu e-reporting, lalu klik Ubah Fitur Layanan.

Apabila Anda berhasil melakukan perubahan, akan muncul notifikasi bahwa ubah akses profil Anda sudah berhasil. Setelah itu, Anda akan diarahkan untuk melakukan login DJP Online kembali.

Setelah melakukan login kembali, cek menu Layanan. Nanti, e-reporting akan muncul pada kolom Layanan. Kemudian, silakan klik e-reporting. Silakan klik Tambah untuk membuat pelaporan realisasi insentif. Lalu pilih PPh Pasal 22 (PMK 28/2020).

Baca Juga: Cara Minta Kode EFIN Melalui Fitur Live Chat Pajak

Pada kolom pelaporan realisasi pembebasan PPh Pasal 22, Anda akan diarahkan untuk mengisi masa pajak dan mengunggah file pelaporan realisasi dengan format yang ditetapkan DJP.

Baca baik-baik petunjuk dari DJP yang berada di sebelah kiri layar Anda. Setelah itu, silakan buat pelaporan realisasi dengan format xls. Anda bisa klik format pelaporan realisasi dari DJP di sebelah kiri layar.

Kemudian, Anda akan diarahkan untuk mengisi pelaporan realisasi melalui Microsoft Excel. Silakan isi 5 kolom yang disediakan DJP, mulai dari nomor, jenis transaksi, tanggal transaksi, nilai transaksi dan PPh Pasal 22.

Baca Juga: Cara Hapus NSFP yang Tidak Terpakai di e-Faktur Dekstop

Perlu diperhatikan, pengisian nomor dalam format angka dan harus berurutan. Jenis transaksi diisi sesuai dengan transaksi PPh Pasal 22 dan maksimal 255 karakter. Tanggal transaksi dibatasi dengan rentang waktu sesuai dengan masa pelaporan realisasi

Tanggal transaksi diisi dengan format tanggal dan disesuaikan dengan pengaturan pada PC. Contoh format tanggal transaksi dd/mm/yyyy, mm/dd/yyyy, dll. Nilai transaksi dan PPh Pasal 22 wajib diisi dengan format angka.

Kemudian, PPh Pasal 22 tidak boleh melebihi nilai transaksi. Pelaporan nilai transaksi dan PPh Pasal 22 untuk setiap masa disesuaikan dengan tanggal transaksi. Setelah selesai, save dalam folder komputer dan klik Validasi.

Baca Juga: Cara Buat Kode Billing untuk Kurang Bayar di SPT Tahunan 1770S

Sebelum meng-upload, file laporan realisasi diberi nama dengan format yang ditentukan yaitu AAAAAAAAAAAAAAA_BBCC_DDDD_EE_FF.xls. Adapun kode pelaporan realisasi PPh Pasal 22 adalah 04.

Untuk diketahui, A: nomor NPWP, B: masa pajak awal, C: masa pajak akhir, D: tahun pajak, E: kode pelaporan realisasi, F: 2 nomor kode Pembetulan ke-. Setelah itu, silakan melakukan unggah atau upload.

Kemudian, unggah file pelaporan realisasi yang Anda buat sebelumnya sesuai dengan masa pajak. Lalu, klik Upload. Nanti, Anda mendapatkan notifikasi pelaporan realisasi insentif PPh Pasal 22 sudah tersimpan. Selesai. Semoga bermanfaat. (Bsi)

Baca Juga: Cara Update Aplikasi e-SPT Masa PPh Pasal 21-26 ke Versi 2.5.0.0

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : melapor realisasi insentif PPh Pasal 22, tips pajak, tips melapor insentif

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 26 Oktober 2022 | 17:30 WIB
TIPS PAJAK

Cara Hapus NPWP untuk WP Badan yang Dilikuidasi atau Dibubarkan

Senin, 24 Oktober 2022 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK

Cara Buat Faktur Pajak Standar di e-SPT 1107 PUT Versi 3.0

Jum'at, 21 Oktober 2022 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK

Cara Unduh dan Instal Aplikasi e-SPT 1107 PUT Versi 3.0

Rabu, 19 Oktober 2022 | 13:00 WIB
TIPS PAJAK

Cara Hapus NPWP untuk Wajib Pajak yang Memiliki Lebih dari 1 NPWP

berita pilihan

Kamis, 09 Februari 2023 | 19:12 WIB
PMK 177/2022

Ada Bukper Penanganan Tindak Pidana Diketahui Seketika? Ini Aturannya

Kamis, 09 Februari 2023 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Eigen Losing?

Kamis, 09 Februari 2023 | 17:41 WIB
KONSULTASI PAJAK

Ada Opsen Pajak Kendaraan Bermotor, Bagaimana Ketentuan Pemungutannya?

Kamis, 09 Februari 2023 | 17:30 WIB
KABUPATEN LUWU UTARA

Bupati Ingatkan WP, Lapor SPT Tahunan Harus Benar dan Jangan Telat

Kamis, 09 Februari 2023 | 17:15 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Awal Tahun, Tingkat Inflasi Beras Menanjak ke 7,7%

Kamis, 09 Februari 2023 | 17:00 WIB
KEPATUHAN PAJAK

Tak Hanya ASN, TNI/Polri Sekarang Wajib Lapor Harta di SPT Tahunan

Kamis, 09 Februari 2023 | 16:09 WIB
PMK 61/2021

Hak dan Kewajiban Perpajakan WP Pemegang Izin Tambang, Simak Aturannya

Kamis, 09 Februari 2023 | 16:00 WIB
KEBIJAKAN CUKAI

Roadmap Industri Rokok Masih Digodok, Kemenkeu Fokus Soal Cukai

Kamis, 09 Februari 2023 | 15:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Hindari Sistem Down, WP Diimbau Lapor SPT Tahunan Sesegera Mungkin

Kamis, 09 Februari 2023 | 15:00 WIB
KP2KP MUKOMUKO

Pastikan Kebenaran Alamat WP, Petugas Pajak Adakan Pemeriksaan