Presiden Jokowi bersama Menkeu Sri Mulyani Indrawati meninjau hari terakhir pelaksanaan Amnesti Pajak periode 1 di Kantor Pusat Ditjen Pajak Kemenkeu pada Jumat malam (30/9). (Foto: Kemenkeu)
JAKARTA, DDTCNews – Presiden Joko Widodo menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 32 tahun 2016 mengenai gugus tugas dalam implementasi tax amnesty.
Dalam Keppres ini, ada 4 tim yang bertugas mengoptimalkan koordinasi dan penyampaian data antar unit/instansi, untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan tax amnesty.
Dari informasi yang dilansir melalui laman Sekretariat Kabinet pada Senin (10/10), tim pertama adalah Tim Pengarah, yang diketuai oleh Menteri Keuangan dengan wakil yaitu Kepala Staf Kepresidenan.Adapun yang berperan sebagai Sekretaris adalah Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.
Dalam tim ini ada 14 anggota yang antara lain di antaranya adalah Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Luar Negeri, Ketua Dewan Komisioner OJK, Gubernur Bank Indonesia, Jaksa Agung, dan Kapolri.
Sementara itu Tim Teknis dan Administrasi Pelaksanaan Pengampunan Pajak, diketuai oleh Direktur Jenderal Pajak dengan Wakil Ketua yaitu Staf Ahli Menteri Keuangan bidang Kepatuhan Pajak, serta 6 anggota dari pejabat Kementerian Keuangan.
Untuk Tim Repatriasi Dana yang berada di dalam negeri dan investasi, Gugus Tugas ini dipimpin oleh Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan dengan Wakil yaitu Staf Ahli Menteri Keuangan bidang Regulasi Jasa Keuangan dan Pasal Modal.
Dalam tim ini, ada 13 anggota yaitu berasal dari Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Luar Negeri, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia.
Terakhir adalah Tim Hukum yang diketuai oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan serta Wakil Ketua yaitu Staf Ahli Menteri Keuangan bidang Kebijakan Penerimaan Negara. Dalam tim ini ada 9 anggota yaitu pejabat dari Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Hukum dan HAM, PPATK, dan Kementerian Keuangan. (Amu)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.