Academy_TP FMCG 2026
Perpajakan - Update Notif & Dekstop Sept 2026
Academy - SPT PPh Badan September 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
DITJEN BEA DAN CUKAI

KPK Kembali Tangkap Pejabat DJBC, Begini Tanggapan Purbaya

[DDTCNews] Aurora K. M. Simanjuntak
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 09.30 WIB
KPK Kembali Tangkap Pejabat DJBC, Begini Tanggapan Purbaya
<p>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan mengenai pegawai Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) yang kembali ditangkap aparat penegak hukum karena terjerat kasus korupsi.

Menurut Purbaya, celah untuk melakukan penyelewengan di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak dapat sepenuhnya dihilangkan. Namun, dia memastikan akan bersikap tegas guna mengurangi pelanggaran, terutama pada unit vertikal Kemenkeu.

"Ke depan saya harapkan hal-hal seperti itu tidak terulang lagi, atau makin berkurang. Tidak mungkin [penyelewengan] menjadi nol, tapi menuju nol," ujarnya, dikutip pada Sabtu (29/8/2026).

Selama menjabat sebagai menteri keuangan, Purbaya beberapa kali menyoroti perlunya perbaikan kinerja pegawai DJBC. Dia mengatakan reformasi sumber daya manusia (SDM) di lingkungan DJBC masih terus dilakukan hingga saat ini.

Upaya perbaikan tersebut diharapkan dapat mengurangi penyelewengan pada DJBC. Menurut Purbaya, instansi yang memiliki pegawai profesional, berintegritas, dan berkapabilitas akan mendukung optimalisasi penerimaan negara.

"Kita sedang melakukan perbaikan di Ditjen Bea Cukai dan Ditjen Pajak, jadi ini salah satu titik yang harus kita perbaiki ke depan," tutur Purbaya.

Sebagai informasi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya menahan Kepala Kantor Bea dan Cukai Kediri Gatot Heroe Hernanda sebagai tersangka kasus korupsi terkait kepabeanan. Gatot ditangkap karena diduga menerima uang suap senilai Rp3,25 miliar.

Kasus tersebut bukan yang pertama terjadi di lingkungan DJBC. Sebelumnya, KPK juga melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret sejumlah pejabat DJBC sebagai tersangka.

Mereka antara lain Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat Rizal, yang sebelumnya menjabat Direktur Penindakan dan Penyidikan pada 2024 hingga Januari 2026. Selain itu, KPK menetapkan Kasubdit Intelijen Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Sisprian Subiaksono serta Kepala Seksi Intelijen Bea Cukai Orlando Hamonangan sebagai tersangka. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Edami T KoA
baru saja
hampir sebagian besar instansi BC bermain dg para ekportir, importir atau masy biasa, curang utk menyelundupkan barang kena pajak..coba periksa semua TP BC pasti nemu, lihat profile pegawai BC pasti tajir, uangnya dari mana ?
user-comment-photo-profile
satria kacangan
baru saja
Sepertinya mmg hrs diterapi spt Inpres 4 th 1985. Direstrukturisasi dan kewenangannya diserahkan ke SGS. Ini mmg kanker stadium 4 spt th 1985 itu. Pemerintah hrs berani merumahkan sebagian besar pegawainya dg diberikan kewenangan terbatas. Kalau tidak dipotong tetap saja penyakit itu akan metatasis spt cancer.
user-comment-photo-profile
dedi rekayasa
baru saja
Potong 1 generasi utk pegawai DJBC untuk memutus mata rantai korupsi, sehingga tdk terus menular ke generasi berikut nya
user-comment-photo-profile
Bambang Suhartono
baru saja
Adakah kebal hukum di level petinggi BC-nya? Kabarnya Sdh banyak disebut di persidangan tapi blm ditangkap juga.
user-comment-photo-profile
Doni Prihanto
baru saja
Swastakan saja pak pakek perusahaan swiss lebih efektif.
user-comment-photo-profile
analisis Al-Qu'ran
baru saja
Makan ya di Wilayah pemerintahan banyak oknum yang menggunakan Wifi dan bluetooth hijacking buat mantau ada aparat yang lagi nyelidik atau tidak , biasanya kerjasama dengan oknum Security dan ojek online buat mantau Penegak hukum, setiap penegak hukum yang lagi nyelidikin di baca isi hpnya lewat wifi dan bluetooth hijacking
user-comment-photo-profile
Maliki Odjo
baru saja
Padahal punya tukin tertinggi dari Kementerian lain nikmat manalagi yg kalian sangsikan
user-comment-photo-profile
sandy malik
baru saja
Dari dulu donk.. Yg di umumin pegawai pajak trs, pdhl kemenkeu pny banyak Dirjen sm eselon 1 di departemen, knp yg kena Dirjen pajak trs, jaman SriMulyani DJBC tdk tersentuh org pajak semua OTT, biar kalian tau DJP sdh modern tp Dirjen Lain msh dia anak emaskan, khusus DJBC.. Anggota DPR sendiri yg bilang bahwa DJP tulang punggung penerimaan jd prestasi kl tangkap pegawainya.. Yaa Allah.. Allah tdk tidur liat nanti diakhir drama dunia siapa buang masalah korupsi
user-comment-photo-profile
Suhenri Sudijono
baru saja
Setiap hari ada yg datang dan sogok petugas. Ada petugas yg jujur dan tidak terima amplop. Terus penyogok pergi krn gagal. Sebaik nya jika ada penyogok yg melakukan sogok, dia harus ditangkap dan di proses secara hukum...
user-comment-photo-profile
Radja Wardana
baru saja
Bagaimana jaman Sri Mulyani yah, lebih parah berarti, sampah ini yang korupsi. Sudah waktu nya ganti dengan SGS, jadi lebih aman dan uang negara bisa terkumpul Pak Purbaya, saya sangat 1jtx ingin melihat Indonesia bebas korupsi dan Negara Indonesia uangnya banyak bisa bangun infrastruktur lebih mewah lagi, bisa sekolahan anak-anak Indonesia dengan guru² dari jepang supaya akhlak anak-anak Indonesia lebih bagus sebagus² nya engga korupsi.
user-comment-photo-profile
Steven Akian
baru saja
Berikutnya DJBC Kab Mimika bakal digulung, kalau masih saja Ndablek main mata dengan pengusaha hitam, kalian bakal tunggu tanggal mainnya
user-comment-photo-profile
Aji Saka
baru saja
Purbaya lebih mundur. Janjimu jika DJBC terjadi lagi kasus korupsi maka akan dibubarkan. Yg tertangkap itu oknum yg lagi apes, yg belum tertangkap masih banyak. Saya dulu pengagum Purbaya krn berani, tapi lama2 kok kayak singa bernyali cecurut. Antara kata dan tindakan tdk sejalan.
user-comment-photo-profile
Hamdani W
baru saja
Kan belajar dari Pesinden Omon Omon. Musuhi Koruptor kalau mereka tidak minta maaf dan mengembalikan hasil korupsinya ke kantong atasannya