[DDTCNews] Survei 2026
[News] Lomba Artikel Pajak 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
HARI PAJAK 2026

Edukasi dan Narasi Jadi Kunci Keberhasilan Kebijakan Pajak

Muhamad Wildan
Senin, 13 Juli 2026 | 11.42 WIB
Edukasi dan Narasi Jadi Kunci Keberhasilan Kebijakan Pajak
<p>Dirjen Pajak Bimo Wijayanto menyerahkan plakat kepada Founder DDTC Darussalam dalam acara Forum Silaturahmi dan Dialog Perpajakan 2026, Senin (13/7/2026).</p>

JAKARTA, DDTCNews - Founder DDTC Darussalam mendorong Ditjen Pajak (DJP) untuk mengedepankan edukasi dan narasi dalam penerapan kebijakan pajak.

Menurut Darussalam, edukasi dan narasi diperlukan agar suatu kebijakan pajak bisa diterima dengan baik oleh masyarakat serta memitigasi timbulnya sengketa perpajakan di kemudian hari.

"Prinsip-prinsip edukasi dan narasi saya lakukan di DDTC. Setiap kebijakan harus diberi makna dan narasi. Itu yang jauh lebih penting sehingga penerimaan di masyarakat juga akan bagus," ujar Darussalam dalam Forum Silaturahmi dan Dialog Perpajakan 2026 yang diselenggarakan DJP, Senin (13/7/2026).

Selama ini, masih ada kebijakan yang sulit diterima oleh masyarakat karena kurangnya edukasi dan narasi. Contoh, masyarakat cenderung menolak kenaikan tarif PPN dari 11% menjadi 12% oleh karena kurangnya edukasi dan narasi mengenai hal tersebut.

Pada saat yang sama, banyak masyarakat belum mengetahui fasilitas yang diberikan dalam bentuk belanja perpajakan atau tax expenditure.

"Informasi ini tidak sampai ke masyarakat berpendidikan, apalagi yang menengah. Makanya saya sampaikan edukasi pajak sangat penting. Setelah edukasi, mari kita sama-sama melakukan narasi. Dua hal ini belum optimal dilakukan," ujar Darussalam.

Edukasi dan narasi diperlukan mengingat Indonesia tak bisa serta-merta menerapkan kebijakan pajak seperti layaknya negara maju. Penerapan kebijakan pajak perlu diawali dengan pemberian pemahaman kepada masyarakat melalui edukasi dan narasi.

"Tidak gampang untuk mengenakan pajak di negara berkembang seperti Indonesia. Kita tidak bisa membandingkan ke negara maju, berbeda karakter masyarakatnya. Mereka akan mengenakan apapun dan masyarakat bisa terima, karena yang mereka bayarkan itu mereka rasakan," ujar Darussalam.

Selain edukasi dan narasi, Darussalam juga mendorong DJP untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama dengan instansi lain mengingat pemungutan pajak tidak bisa hanya dilaksanakan oleh DJP.

"DJP tidak boleh sendirian, makanya hari ini adalah momentum untuk saling mengajak dan berpartisipasi. Pajak adalah gotong royong, pajak hendaknya tidak dipandang sebagai kewajiban semata. Pajak itu memang kebutuhan kita bersama," ujar Darussalam. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Farhan Wegig Pramudito
baru saja
Setuju dengan Bapak Darussalam. Kasus PPN 12% jadi contoh nyata bahwa penolakan masyarakat kadang bukan soal substansi kebijakannya, tapi karena narasinya tidak sampai dengan baik. Semoga ke depan hal ini jadi perhatian bersama, tidak cuma DJP. Terima kasih Bapak Darussalam dan DDTC.
user-comment-photo-profile
Christian Anjar Darrel Purba
baru saja
Saya sangat sepakat dengan pandangan Bapak Darussalam bahwa edukasi dan narasi yang tepat merupakan kunci penting dalam keberhasilan implementasi kebijakan pajak. Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Darussalam atas pemaparan yang begitu komprehensif, berbobot, dan mudah dipahami sehingga memberikan wawasan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat maupun praktisi perpajakan. Terima kasih kepada Bapak Darussalam dan DDTC yang senantiasa menghadirkan gagasan berkualitas serta terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi dan pemahaman perpajakan di Indonesia.
user-comment-photo-profile
Christopher Ariel
baru saja
Sangat setuju dengan pandangat bapak Darussalam. keberhasilan kebijakan pajak tidak hanya ditentukan oleh kualitas regulasinya, tetapi juga oleh bagaimana kebijakan tersebut dipahami oleh masyarakat. Edukasi yang konsisten dan narasi yang jelas akan meningkatkan kepercayaan, mendorong kepatuhan sukarela (voluntary compliance), serta meminimalkan potensi sengketa di kemudian hari. Semoga kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi terus diperkuat untuk membangun budaya perpajakan yang lebih baik di Indonesia.
user-comment-photo-profile
Yehezkia
baru saja
Sepakat dengan pandangan Bapak Darussalam! Edukasi membangun pemahaman, narasi membangun kepercayaan. Keduanya memang menjadi kunci keberhasilan kebijakan pajak.
user-comment-photo-profile
Yana Yosiyana
baru saja
Sangat setuju dan sepakat dengan pandangan Bapak Darussalam. Kebijakan bisa saja sudah benar secara aturan, tapi kalau masyarakat belum paham alasannya ya tetap saja susah diterima. Untuk itu, edukasi dan narasi harus jadi langkah awal, bukan pelengkap belakangan, apalagi karakter masyarakat Indonesia tidak sama negara maju. Jadi, tidak bisa langsung disamakan bagaimana proses pendekatan penerapan suatu kebijakan.
user-comment-photo-profile
Kezia Alicia
baru saja
Saya sangat setuju dengan pandangan Bapak Darussalam bahwa keberhasilan sebuah kebijakan pajak sangat bergantung pada kualitas edukasi dan narasi di baliknya. Penerapan aturan pajak di Indonesia tentu memiliki tantangan yang berbeda dengan negara maju sehingga pemerintah tidak bisa sekadar mewajibkan tanpa memberikan edukasi secara menyeluruh. Jika pemerintah mampu membangun narasi yang transparan dan rasional masyarakat lebih ikhlas berkontribusi karena menganggap kewajiban pajak seperti gotong royong.
user-comment-photo-profile
Adhwaa Inggarlanti Hadi
baru saja
Sangat setuju dengan pandangan Bapak Darussalam. Keberhasilan kebijakan perpajakan tidak hanya bergantung pada kualitas regulasinya, tetapi juga pada edukasi dan narasi yang mampu membangun pemahaman serta kepercayaan masyarakat. Terima kasih atas insight yang sangat bermanfaat.
user-comment-photo-profile
Ulfah Fauziah
baru saja
Kebijakan fiskal yang baik memang harus diimbangi dengan strategi komunikasi dan edukasi yang inklusif. Ketika masyarakat memahami urgensi dan kebermanfaatan suatu kebijakan, termasuk adanya fasilitas seperti tax expenditure, tingkat kepatuhan (voluntary compliance) pasti akan meningkat, sekaligus meminimalisir potensi sengketa. Setuju sekali dengan pandangan Bapak Darussalam.
user-comment-photo-profile
Sarah Safira
baru saja
Saya setuju dengan pandangan Bapak Darussalam. Kebijakan yang disertai edukasi akan lebih mudah diterima masyarakat karena mereka memahami alasan, tujuan, dan manfaatnya. Semoga pendekatan ini menjadi bagian penting dalam penguatan sistem perpajakan Indonesia.
user-comment-photo-profile
Fabian Maldini
baru saja
Saya sangat setuju dengan pandangan yang disampaikan oleh Bapak Darussalam. Kepatuhan pajak yang berkelanjutan tidak dapat dibangun hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga memerlukan edukasi yang konsisten serta narasi yang mampu menjelaskan manfaat pajak secara nyata kepada masyarakat. Di sisi lain, kepercayaan publik merupakan fondasi utama agar sistem perpajakan dapat berjalan secara efektif dan mendorong tumbuhnya kepatuhan sukarela.
user-comment-photo-profile
Sakinah Putri Trismayani
baru saja
Setuju banget dengan apa yang disampaikan oleh Pak Darussalam. Pandangan beliau melihat jauh ke depan, di mana pajak memang tidak bisa sekadar mengandalkan aturan hukum yang kaku, melainkan butuh pendekatan komunikasi yang tepat. Semoga dengan adanya penekanan pada pentingnya edukasi ini, pendekatan persuasif dari otoritas pajak bisa semakin maksimal sehingga kepatuhan sukarela masyarakat bisa terbentuk dengan baik tanpa rasa terpaksa.
user-comment-photo-profile
Khairunissa Alika Pradipta
baru saja
Sepakat bahwa narasi yang tepat memiliki peran strategis dalam implementasi kebijakan pajak. Selain meningkatkan pemahaman masyarakat, komunikasi yang baik juga dapat meminimalkan kesalahpahaman dan mendukung terciptanya kepatuhan yang berkelanjutan.
user-comment-photo-profile
Muhammad Bryan
baru saja
Sepakat bahwa edukasi dan narasi merupakan faktor penting dalam keberhasilan implementasi kebijakan perpajakan. Di tengah dinamika perubahan regulasi, tantangan yang dihadapi bukan hanya menyusun kebijakan yang tepat, tetapi juga memastikan setiap ketentuan dipahami secara utuh oleh masyarakat. Komunikasi yang baik dapat mengurangi perbedaan interpretasi, meningkatkan kepastian hukum, dan pada akhirnya mendorong kepatuhan sukarela. Dengan demikian, edukasi seharusnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap proses reformasi perpajakan.
user-comment-photo-profile
Cinta
baru saja
Salah satu hal yang paling menarik dari artikel ini adalah pandangan Bapak Darussalam bahwa setiap kebijakan perlu diberi makna dan narasi. Selama ini, pembahasan kebijakan perpajakan sering kali lebih berfokus pada substansi regulasi, padahal cara menyampaikan tujuan, latar belakang, dan manfaat kebijakan juga memiliki peran yang tidak kalah penting. Ketika masyarakat memahami alasan di balik suatu kebijakan, proses penerimaan dan implementasinya tentu akan menjadi lebih baik. Pada akhirnya, edukasi dan komunikasi yang berkelanjutan bukan hanya membantu meningkatkan kepatuhan, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap sistem perpajakan. Perspektif ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan kebijakan tidak hanya ditentukan oleh kualitas regulasinya, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan narasi yang dapat dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan.
user-comment-photo-profile
Ambrosius NM
baru saja
Padangan yang sangat menarik dan bermanfaat, kesuksesan dari kebijakan pajak bukan hanya berasal dari regulasi itu sendiri melainkan dari sisi edukasi dan juga narasi yang diterima masyarakat juga berpengaruh terhadap kesuksesan suatu kebijakan. Selain itu pengenaan pajak di negara berkembang dan juga negara maju tidak bisa disamakan maka, sebagai negara berkembang kita harus mengimplementasikan pengenaan pajak sebagai negara berkembang.
user-comment-photo-profile
Nugraha Wira
baru saja
Bapak Darussalam bertahun-tahun menunjukkan komitmen dan konsistensinya terhadap perpajakan Indonesia. Edukasi adalah kunci menuju bangsa yang maju. Sukses selalu kepada Bapak Darussalam dan DDTC, semoga selalu diberikan kemudahan dalam menjalankan misi mulianya.
user-comment-photo-profile
Puti Andam Dewi
baru saja
Pandangan Bapak Darussalam dalam artikel ini sangat tepat dan menunjukkan kepedulian yang besar terhadap penguatan sistem perpajakan Indonesia. Beliau tidak hanya melihat pajak dari sisi penerimaan negara, tetapi juga dari perspektif edukasi dan pembangunan kepercayaan publik. Penekanan pada pentingnya narasi dan edukasi merupakan masukan yang sangat berharga bagi otoritas pajak, karena kebijakan yang baik akan lebih mudah diterima apabila masyarakat memahami tujuan dan manfaatnya. Gagasan bahwa pajak adalah bentuk gotong royong dan kebutuhan bersama juga mencerminkan visi yang jauh ke depan dalam membangun budaya kepatuhan pajak yang berkelanjutan.
user-comment-photo-profile
Franclyn Novra Kalebu
baru saja
Selamat kepada DDTC atas konsistensinya menghadirkan edukasi perpajakan yang berkualitas dan mencerahkan. Saya sangat setuju dengan Bapak Darussalam dengan pernyataan bahwa "setiap kebijakan harus diberi makna dan narasi, sehingga penerimaan di masyarakat juga akan bagus". Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa edukasi dan narasi yang baik merupakan fondasi penting untuk membangun kepercayaan serta meningkatkan kepatuhan pajak secara sukarela. Semoga DDTC terus menjadi rujukan terpercaya dan menghadirkan pemikiran yang berdampak bagi kemajuan sistem perpajakan Indonesia.
user-comment-photo-profile
Abdurrohman Shaleh Karnawidjaya
baru saja
Pandangan mengenai pentingnya narasi dalam implementasi kebijakan perpajakan sangat menarik. Ketika tujuan, manfaat, serta latar belakang suatu kebijakan dikomunikasikan secara jelas, masyarakat akan lebih mudah memahami dan menerimanya. Pendekatan seperti ini tentu dapat menjadi faktor penting dalam mendukung implementasi kebijakan perpajakan yang lebih efektif.
user-comment-photo-profile
Muhammad Harmaen Pasha
baru saja
Topik perpajakan memang kerap menjadi hal yang sensitif di masyarakat, mengingat stigma masyarakat yang cenderung skeptis bahkan pesimis. "Setiap kebijakan harus diberi makna dan narasi" Statement yang puitis namun sangat praktis dan relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia sekarang ini. Sangat setuju dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Darussalam bahwa edukasi dan narasi adalah hal vital dalam memastikan setiap kebijakan yang dicanangkan pemerintah dapat berdampak optimal.
user-comment-photo-profile
Ihsanul Alvin Sofyan
baru saja
Pandangan yang sangat relevan. Keberhasilan implementasi kebijakan perpajakan tidak hanya ditentukan oleh kualitas regulasi, tetapi juga oleh efektivitas edukasi dan narasi yang menyertainya. Pemahaman yang baik akan membantu membangun kepercayaan publik, meningkatkan kepatuhan sukarela, sekaligus meminimalkan potensi sengketa. Di sisi lain, kolaborasi antar lembaga juga menjadi faktor penting agar sistem perpajakan dapat berjalan lebih efektif dan berorientasi pada kepentingan bersama.
user-comment-photo-profile
Muhamad Daffa Ramanda
baru saja
Setuju dengan Pak Darussalam. Yang sering luput dari diskusi: edukasi dan narasi bukan hanya soal penerimaan kebijakan, tapi juga instrumen pencegahan sengketa yang paling efisien. Banyak sengketa di Pengadilan Pajak sebenarnya berakar dari perbedaan interpretasi atas aturan yang sosialisasinya minim saat terbit — bukan dari itikad tidak patuh. Biaya edukasi di hulu jauh lebih murah dibanding biaya keberatan dan banding yang memakan waktu bertahun-tahun bagi WP maupun DJP. Semoga momentum Hari Pajak ini jadi titik tolak komunikasi kebijakan yang lebih dua arah.
user-comment-photo-profile
Debora
baru saja
Setuju! Kebijakan yang baik juga perlu dibarengi dengan edukasi yang mudah dipahami agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Semoga semakin banyak ruang diskusi dan edukasi seperti ini, supaya masyarakat bisa memahami tujuan di balik setiap kebijakan perpajakan