KEBIJAKAN PEMERINTAH

Perkuat Kerja Sama, RI-China Buka Peluang Investasi dan Ekspor Baru

Aurora K. M. Simanjuntak
Sabtu, 04 Juli 2026 | 10.30 WIB
Perkuat Kerja Sama, RI-China Buka Peluang Investasi dan Ekspor Baru
<table style="width:100%"> <tbody> <tr> <td> <p>Ilustrasi.</p> </td> </tr> </tbody> </table>

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah Indonesia dan China memperkuat implementasi kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP) guna meningkatkan investasi, perdagangan, dan pengembangan kawasan industri di kedua negara.

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon mengatakan kerja sama RI-China diarahkan pada percepatan implementasi proyek-proyek investasi yang telah disepakati. Pertemuan kali ini juga menghasilkan tambahan komitmen investasi sebagai tindak lanjut kerja sama ekonomi kedua negara.

"Pemerintah Indonesia, Kementerian Perdagangan China, dan pemerintah Provinsi Fujian mengevaluasi perkembangan implementasi TCTP sekaligus menyepakati langkah-langkah percepatan program prioritas kerja sama kedua negara," ujarnya, dikutip pada Sabtu (4/7/2026).

Ali menyampaikan ada beberapa kesepakatan yang diteken kedua belah pihak, yakni meliputi percepatan penyelesaian proyek unggulan (champion project) kerja sama antara China State Construction Engineering Corporation (CSCEC) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Kemudian, perluasan cakupan kawasan TCTP, percepatan finalisasi Roadmap TCTP 2026, reaktivasi contact point atau window TCTP di Fuzhou, peningkatan akses pasar produk ekspor Indonesia ke China, serta penguatan konektivitas logistik dan pariwisata.

Ali menilai serangkaian kegiatan ini menegaskan komitmen kedua negara untuk merealisasikan kerangka kerja sama TCTP menjadi proyek-proyek konkret yang mampu menghasilkan komitmen investasi baru, mendorong kinerja perdagangan, dan industri. Dengan demikian, semua proyek ini bakal mendukung penciptaan lapangan kerja meningkat serta penguatan konektivitas ekonomi Indonesia-China.

Tidak hanya membahas investasi, pertemuan RI-China juga membahas rencana kerja sama yang lebih luas untuk mendukung perdagangan, logistik dan industri pariwisata. Salah satunya, membahas peluang pembukaan akses pasar agar produk unggulan Indonesia, termasuk durian segar dan kelapa, bisa lebih mudah dipasok ke pasar China.

Kedua pihak mengkaji kemungkinan pembukaan jalur kapal laut langsung dari Provinsi Fujian ke kawasan TCTP di Indonesia. Jika terealisasi, pengiriman komoditas tidak perlu transit di pelabuhan lain sehingga bisa menghemat waktu pengiriman dan menekan biaya logistik.

Selanjutnya, Ali melaporkan ada 10 MoU yang berhasil diteken dalam acara China-Indonesia TCTP Economic and Trade Cooperation Matchmaking Conference. Adapun 10 MoU itu mencakup kerja sama di berbagai sektor strategis.

Misal, kerja sama di bidang biomedis dan uji klinis, keamanan data dan kecerdasan artifisial (AI), perdagangan digital, manufaktur peralatan rumah tangga, kesehatan dan alat kesehatan. Kemudian, industri herbal, mobilitas kendaraan listrik, manufaktur motor listrik, elektronik, serta kerja sama akademik dan riset.

"Dengan tambahan komitmen investasi tersebut, total komitmen yang berhasil dihimpun dalam kerangka kerja sama TCTP kini mencapai kurang lebih US$10,5 miliar," kata Ali. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.