KOLABORASI DJP-DDTCNews

Pendekatan Edukatif, Founder DDTC Dorong Penyuluh Pajak Rajin Menulis

Redaksi DDTCNews
Rabu, 15 April 2026 | 17.03 WIB
Pendekatan Edukatif, Founder DDTC Dorong Penyuluh Pajak Rajin Menulis
<p>Founder DDTC Darussalam saat membuka&nbsp;<em>Workshop Penulisan Artikel bagi Penyuluh Pajak</em> yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) bekerja sama dengan DDTCNews pada Rabu (15/4/2026).</p>

JAKARTA, DDTCNews - Founder Darussalam menekankan pentingnya peran produk tulisan dalam meningkatkan pemahaman publik tentang pajak. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Workshop Penulisan Artikel bagi Penyuluh Pajak yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) bekerja sama dengan DDTCNews pada Rabu (15/4/2026).

Dalam agenda tersebut, Darussalam menekankan bahwa tulisan dapat menjadi 'pisau' yang lebih tajam dalam menggugah kesadaran publik mengenai kewajiban pajak dibandingkan pendekatan lainnya. Menurutnya, karya tulis memiliki daya jangkau yang luas dan mampu menyederhanakan isu-isu perpajakan yang kompleks agar lebih mudah dipahami masyarakat.

Bahkan, Darussalam juga berpendapat rendahnya rasio pajak (tax ratio) di Indonesia tidak terlepas dari minimnya edukasi yang diterima masyarakat. “Persoalan bangsa kita, tax ratio rendah karena kita belum teredukasi tentang pajak. Bagaimana mungkin berharap mereka bayar pajak kalau persepsi mereka tentang pajak itu belum ada,” ujarnya.

Darussalam juga mengingatkan bahwa pendekatan penegakan hukum tanpa diimbangi edukasi berpotensi menimbulkan resistensi di masyarakat. Dia menilai langkah tersebut justru dapat memicu kegaduhan dan menjadi kontraproduktif dalam upaya membangun kepatuhan pajak yang berkelanjutan.

Karenanya, Darussalam menambahkan, solusi utama yang perlu dilakukan adalah memperbanyak produksi tulisan edukatif terkait perpajakan. Dia pun mendorong para penyuluh pajak untuk aktif menulis dan memublikasikan pengetahuan yang dimiliki sebagai bagian dari upaya literasi pajak. Dia menilai pendekatan edukatif akan menciptakan kesadaran yang lebih kuat dan berjangka panjang.

“Nah ini yang kita harapkan ke depan, makanya itu kita dari DDTC menginisiasi bagaimana teman-teman pajak harus memperbanyak produk tulisan edukatif yang harus kita sebarkan ke masyarakat wajib pajak,” kata Darussalam.

Darussalam menambahkan bahwa akumulasi karya tulis secara konsisten pada akhirnya akan memberikan dampak besar, bahkan tanpa disadari. Menurutnya, tulisan-tulisan tersebut dapat menjadi sumber inspirasi bagi orang lain untuk turut berkontribusi dalam edukasi perpajakan.

Dia juga menegaskan bahwa di era saat ini, identitas seseorang tidak lagi ditentukan oleh kartu nama, melainkan oleh apa yang telah ditulis dan dipublikasikan. “Harusnya siapa Anda itu akan ditentukan dari apa yang sudah Anda tulis,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, DJP bersama DDTCNews berharap para penyuluh pajak dapat makin aktif memproduksi konten edukatif. Dengan demikian, literasi perpajakan di masyarakat dapat meningkat dan pada akhirnya mendorong kepatuhan pajak yang lebih baik di Indonesia.

Sebagai informasi, pelatihan kepenulisan hari ini merupakan agenda hasil kolaborasi antara P2Humas DJP dan DDTCNews. Acara ini sekaligus menjadi bukti konkret kerja sama antara kedua pihak. Terlebih, DDTCNews baru saja meluncurkan kanal baru, yakni Suluh Pajak, sebagai wadah publikasi bagi para penyuluh pajak dan pegawai DJP. (sap)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.