JAKARTA, DDTCNews - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut pemerintah akan terus melaksanakan program-program intervensi pangan hingga Hari Raya Idulfitri.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan program yang dimaksud antara lain gerakan pangan murah, penyediaan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), hingga mobilisasi stok melalui program fasilitasi distribusi pangan (FDP).
"Stok pangan nasional kita aman dan memadai. Jadi pemerintah memastikan berbagai program intervensi pangan terus dilakukan sampai Lebaran untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat," katanya, dikutip pada Jumat (20/3/2026).
Menurut Ketut, intervensi tersebut bertujuan untuk membuat akses pangan terjangkau seluas-luasnya serta menghubungkan daerah yang memiliki surplus stok pangan dengan daerah yang defisit.
Selain itu, lanjutnya, intervensi pangan ini juga bertujuan untuk memberikan topangan ekonomi bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.
"Tatkala ada yang mahal dan ada sumber pasokan yang banyak, kita akan distribusi. Artinya tak hanya gerakan pangan murah, FDP ada, SPHP ada. Bahkan ada bantuan pangan yang diperuntukkan bagi 33,2 juta keluarga dan akan diberikan di Maret ini sekaligus," ujar Ketut.
Secara terperinci, gerakan pangan murah telah dilaksanakan sebanyak 789 kali di 24 provinsi dan 153 kabupaten/kota dalam rangka menyediakan pangan kualitas premium dengan harga sesuai harga acuan.
Sementara itu, penjualan beras SPHP oleh pemerintah melalui Perum Bulog hingga 13 Maret 2026 telah mencapai 19,5 juta ton. Melalui program ini, masyarakat bisa membeli maksimal 5 kemasan beras ukuran 5 kilogram.
Terakhir, pemerintah telah memberikan pembiayaan transportasi atas pengiriman 5.590 kilogram cabai rawit merah, 5.126 kg sapi hidup, 2.000 kg beras, dan 1.200 liter Minyakita melalui program FDP. (rig)
