PEREKONOMIAN INDONESIA

BPS Jelaskan Hubungan Diskon Listrik 2025 dan Inflasi Februari 2026

Muhamad Wildan
Selasa, 03 Maret 2026 | 10.30 WIB
BPS Jelaskan Hubungan Diskon Listrik 2025 dan Inflasi Februari 2026
<p>Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti&nbsp;dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah 2026, Selasa (3/3/2026).</p>

JAKARTA, DDTCNews - Badan Pusat Statistik (BPS) menekankan lonjakan inflasi tahunan pada Februari 2026 disebabkan oleh low base effect sehubungan dengan diskon tarif listrik yang diberlakukan pada Januari-Februari 2025.

Dengan berlakunya diskon tarif listrik pada Februari 2025, indeks harga konsumen (IHK) pada bulan dimaksud sebesar 105,48. Sementara pada Februari 2026, IHK menyentuh 110,5 mengingat diskon tarif listrik sudah tidak diberlakukan kembali.

"Secara umum, IHK menyentuh 105,48 pada Februari 2025, sehingga kalau kita hitung tahunan artinya IHK pada Februari 2026 yang 110,5 dibandingkan dengan 105,48 itu menjadikan inflasi tahunan sebesar 4,76%," ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Selasa (3/3/2026).

Sebagai informasi, pemerintah sempat memberikan diskon tarif listrik 50% untuk daya 2.200 VA ke bawah pada Januari dan Februari 2025. Insentif ini diberikan untuk 81,4 juta pelanggan listrik.

Bila tidak ada diskon tarif listrik pada Januari dan Februari 2025, IHK tarif listrik sesungguhnya terjaga pada 100,64 dari tahun ke tahun. IHK cenderung stagnan mengingat pemerintah tidak menaikkan tarif listrik.

Namun, akibat diskon tarif listrik pada awal 2025, IHK tarif listrik sempat menyentuh 68,4 pada Januari 2026 dan 53,83 pada Februari 2025.

"Berhubung Februari 2025 ini IHK tarif listrik turun sampai 53,83 maka begitu dibandingkan dengan harga normal Februari 2026, kita akan melihat kenaikan IHK tarif listrik menyentuh 86,96%," ujar Amalia.

Bila IHK tarif listrik tidak turut diperhitungkan dalam penghitungan inflasi umum, inflasi pada Februari 2026 diestimasikan hanya sebesar 2,54%.

"Anggap saja tarif listriknya flat terus, tidak ada kebijakan diskon, maka inflasi Februari 2026 ini kalau tanpa diskon tarif listrik adalah 2,54%. Sumbangsih tarif listrik saja sebesar 2,175 terhadap inflasi umum," ujar Amalia. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.