Academy - SPT PPh Badan September 2026
[DDTCNews] Survei 2026
Perpajakan - Update Notif & Dekstop Sept 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
SPANYOL

Spanyol Usulkan Windfall Tax ke WP Migas untuk Danai Iklim Uni Eropa

[DDTCNews] Redaksi
Rabu, 09 September 2026 | 16.00 WIB
Spanyol Usulkan Windfall Tax ke WP Migas untuk Danai Iklim Uni Eropa
<p>Ilustrasi.</p>

MADRID, DDTCNews - Pemerintah Spanyol mengusulkan pembentukan dana adaptasi iklim permanen Uni Eropa, yang salah satu sumber pendanaannya berasal dari pengenaan windfall tax terhadap perusahaan minyak dan gas (migas) serta pajak atas penerbangan jet pribadi.

Usulan tersebut disampaikan Kementerian Transisi Ekologi Spanyol kepada Komisaris Iklim Uni Eropa Wopke Hoekstra pada pekan lalu, saat Komisi Eropa tengah menyiapkan kerangka terpadu untuk memperkuat ketahanan iklim. Menteri Transisi Ekologi Spanyol Sara Aagesen mengatakan Uni Eropa tidak bisa terus hanya menghitung kerugian akibat bencana iklim, tetapi perlu mengantisipasi risiko tersebut.

"Kita tidak bisa terus sekadar menghitung kerugian. Sudah waktunya untuk mengantisipasinya," katanya, dikutip pada Rabu (9/9/2026).

Pemerintah Spanyol mengusulkan pembentukan sistem tanggap darurat iklim permanen di tingkat Uni Eropa. Sistem ini akan mereformasi mekanisme yang sudah ada menjadi kapasitas tanggap yang terintegrasi dan dapat dikerahkan dengan cepat, dengan didukung oleh sumber daya bersama yang lebih besar.

Sumber daya tersebut antara lain dapat digunakan untuk membentuk armada pemadam kebakaran udara khusus di tingkat Eropa.

Guna mendanai kebutuhan tersebut, Spanyol mengusulkan sejumlah mekanisme pendapatan baru. Salah satunya berupa pajak atas penerbangan mewah serta windfall tax atas laba perusahaan migas.

Selain pajak, pemerintah Spanyol mengusulkan penerbitan utang bersama Uni Eropa untuk menutup kesenjangan pendanaan program adaptasi iklim.

Usulan tersebut disampaikan setelah gelombang panas ekstrem, kekeringan, dan kebakaran hutan melanda sejumlah wilayah Eropa pada musim panas tahun ini. Spanyol bahkan mengalami musim panas terpanas sepanjang sejarah, dengan lebih dari 5.000 kematian yang dikaitkan dengan suhu tinggi.

Aagesen mengatakan Eropa memanas lebih cepat dibandingkan benua lainnya, yakni sekitar dua kali lipat dari rata-rata pemanasan global.

"Sejumlah negara anggota sangat rentan, dan pendekatan reaktif tidak cukup untuk mengatasi risiko tersebut," ujarnya dilansir aa.com.tr.

Berdasarkan dokumen proposal Spanyol, negara-negara anggota Uni Eropa mengalami kerugian sekitar €208 miliar atau sekitar Rp4.236,37 triliun akibat cuaca ekstrem dan berbagai kejadian terkait perubahan iklim selama periode 2021 hingga 2024.

Selain aspek pendanaan, Spanyol mengusulkan agar Uni Eropa menetapkan target adaptasi iklim yang mengikat. Risiko perubahan iklim juga diusulkan untuk diperhitungkan secara sistematis dalam keputusan terkait infrastruktur, investasi, dan perencanaan.

Pada April lalu, Spanyol juga bergabung dengan 4 negara lainnya mendorong Uni Eropa mengenakan windfall tax atas keuntungan luar biasa yang dinikmati oleh perusahaan energi di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia.

Menteri keuangan dan ekonomi dari kelima negara ini berargumen perusahaan energi telah meraup banyak keuntungan berkat kenaikan harga BBM sehingga memiliki kewajiban untuk membantu meringankan beban ekonomi konsumen. Tambahan penerimaan dari windfall tax pun bisa dipakai untuk mengendalikan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Meski demikian, Komisi Eropa berpandangan pengenaan windfall tax atas sektor energi merupakan kewenangan masing-masing negara anggota, bukan kebijakan yang akan diterapkan secara seragam di Uni Eropa. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.