AMERIKA SERIKAT

Trump Siapkan Bea Masuk 25 Persen atas Impor Barang dari Uni Eropa

Muhamad Wildan
Kamis, 27 Februari 2025 | 18.45 WIB
Trump Siapkan Bea Masuk 25 Persen atas Impor Barang dari Uni Eropa

Presiden AS Donald Trump. ANTARA FOTO/REUTERS/Octavio Jones/AWW/sa.

WASHINGTON D.C., DDTCNews – Pemerintah Amerika Serikat (AS) sedang menyiapkan kebijakan bea masuk sebesar 25% atas barang impor dari negara-negara anggota Uni Eropa.

Namun, Presiden AS Donald Trump belum menetapkan secara terperinci barang-barang Uni Eropa yang bakal dikenai bea masuk 25%. Namun, dia memberikan sinyal bahwa bea masuk akan dikenakan terhadap mobil pabrikan Uni Eropa.

"Kami telah membuat keputusan dan akan segera mengumumkannya. Tarif bea masuk secara umum akan menjadi sebesar 25% dan ini berlaku atas mobil dan barang-barang lainnya," katanya, dikutip pada Kamis (27/2/2025).

Trump menilai Uni Eropa telah sengaja mengambil keuntungan dari AS. Bahkan, Trump menuding bahwa tujuan dari dibentuknya Uni Eropa ialah untuk memperdaya AS.

"Mereka tidak membeli mobil AS, mereka tidak membeli semua produk pertanian kami. Namun, AS menerima semua barang dari mereka," tuturnya seperti dilansir dw.com.

Merespons pernyataan Trump, Komisi Eropa menegaskan bahwa Uni Eropa akan mengambil langkah tegas guna merespons bea masuk 25% yang akan diterapkan oleh AS.

"Uni Eropa akan bereaksi tegas dan segera terhadap segala hambatan atas perdagangan bebas," sebut Komisi Eropa.

Komisi Eropa pun menyatakan bahwa pembentukan Uni Eropa justru mempermudah perusahaan AS untuk melakukan kegiatan usaha di Eropa.

"Uni Eropa telah memberikan keuntungan bagi AS. Kami siap bermitra jika Anda mematuhi aturan. Namun, dalam setiap kesempatan, kami juga akan melindungi konsumen dan bisnis kami," jelas Komisi Eropa.

Sebagai informasi, AS sebelumnya sempat menyoroti selisih antara tarif bea masuk yang diterapkan AS dan tarif bea masuk yang diterapkan oleh yurisdiksi mitra.

Contoh, selama ini AS mengenakan bea masuk hanya sebesar 2,5% terhadap mobil yang diimpor dari Uni Eropa. Namun, Uni Eropa justru mengenakan bea masuk sebesar 10% atas mobil yang diekspor AS ke benua tersebut.

"Pasar negara mitra yang tertutup telah menekan ekspor AS, sedangkan pasar AS yang terbuka telah menghasilkan impor yang signifikan. Keduanya melemahkan daya saing AS," tulis White House.

Untuk menindaklanjuti masalah tersebut, AS berencana mengenakan bea masuk resiprokal dalam hal hasil identifikasi menunjukkan bea masuk yang dikenakan oleh AS lebih rendah dibandingkan dengan bea masuk yang dikenakan oleh negara mitra.

Menurut AS, bea masuk resiprokal akan meningkatkan daya saing industri AS, menekan defisit neraca dagang, memperkuat ekonomi nasional, dan menyejahterakan pekerja AS. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.