DDTC ACADEMY - EXCLUSIVE SEMINAR

Saat Ekonomi Global Tidak Pasti, Pendanaan Internal Jadi Pilihan?

DDTC Academy
Senin, 04 Mei 2026 | 10.10 WIB
Saat Ekonomi Global Tidak Pasti, Pendanaan Internal Jadi Pilihan?
<p>Laporan terbaru edisi April 2026 dari International Monetary Fund (IMF).&nbsp;</p>

LANSKAP perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian. Laporan terbaru edisi April 2026 dari International Monetary Fund (IMF) setidaknya memberikan gambaran adanya tekanan dari beberapa aspek yang perlu diperhatikan dan diantisipasi.

Pertama, World Economic Outlook: Global Economy in the Shadow of War. Dari laporan ini dapat terlihat adanya proyeksi pertumbuhan ekonomi yang melambat. Kondisi ini dipengaruhi antara lain kenaikan harga komoditas, ekspektasi inflasi yang tinggi, dan pengetatan keuangan.

Kedua, Global Financial Stability Report: Global Financial Markets Confront the War in the Middle East and Amplification Risks. Laporan ini memberikan gambaran adanya kenaikan risiko stabilitas keuangan global. Era suku bunga tinggi masih akan berlanjut, bahkan meningkat.

Ketiga, Fiscal Monitor: Fiscal Policy under Pressure: High Debt, Rising Risks. Data IMF menunjukkan adanya kenaikan utang publik global. Keuangan publik berada di bawah tekanan akibat peningkatan pengeluaran dan kenaikan beban bunga.

Di tengah situasi ekonomi yang masih dipenuhi ketidakpastian, pemanfaatan sumber pendanaan internal sering menjadi alternatif yang dilirik, bahkan sebagai prioritas utama. Terlebih, biaya dari pendanaan eksternal cenderung makin mahal, langka, dan tidak stabil.

Dengan skema intragroup financing, perusahaan multinasional mempunyai alternatif pendanaan dari entitas afiliasi yang memiliki kelebihan likuiditas atau berfungsi sebagai investment atau treasury center dalam grup. Karakteristik dari tiap jenis transaksi keuangan harus dipahami.

Beberapa skema intragroup financing antara lain pinjaman internal (intercompany loan), penjaminan pinjaman (credit guarantee), dan cash pooling. Ada juga beberapa skema transaksi keuangan lease financing, captive insurance, hedging, dan lainnya.

Karena transaksi intragrup, dalam konteks penentuan harga transfer (transfer pricing), perusahaan harus menerapkan prinsip kewajaran dan kelaziman usaha (PKKU). Dengan demikian, perusahaan dapat membuktikan tidak ada manipulasi transfer pricing.

Jika dikaitkan dengan konteks laporan Fiscal Monitor dari IMF, ada kebutuhan penerimaan negara untuk mendanai pengeluaran. Apalagi, salah satu indikasi risiko transfer pricing yang digunakan untuk pemeriksaan pajak adalah adanya transaksi intragrup.

Dengan demikian, dibutuhkan pemahaman yang tepat tentang aspek transfer pricing transaksi keuangan intragrup. Tanpa itu, maraknya transaksi keuangan intragrup masih menyisakan risiko koreksi, sanksi, bahkan sengketa.

Ingin mendapatkan pemahaman yang tepat? Ikuti exclusive seminar DDTC Academy bertajuk Aspek Transfer Pricing Transaksi Keuangan Intragrup: Membangun Ketepatan Penerapan Prinsip Kewajaran dan Mitigasi Risiko Pajak dalam Transaksi Keuangan Intragrup.

Program ini akan digelar pada Rabu, 13 Mei 2026, Pukul 09.30-15.30 WIB di Menara DDTC. Pemateri dalam exclusive seminar kali ini adalah profesional DDTC yang berpengalaman pada bidang transfer pricing, terutama terkait dengan transaksi keuangan intragrup.Mereka adalah Senior Manager of DDTC Consulting Muhammad Putrawal Utama, S.E., ADIT., BKP. dan Senior Specialist of DDTC Consulting Andini Soraya, S.I.A., BKP..

Dapatkan pengalaman belajar langsung dari kedua pembicara yang telah mengantongi sertifikasi transfer pricing dari Chartered Institute of Taxation (CIOT), Inggris. Salah satu pembicara bahkan sudah mengantongi gelar Advanced Diploma in International Taxation (ADIT) dari CIOT, Inggris.

Dalam seminar ini, peserta akan memperoleh pemahaman komprehensif, mulai dari gambaran umum transaksi keuangan intragrup, penerapan PKKU, hingga analisis mendalam atas transaksi pinjaman dan skema lainnya seperti cash pooling, financial guarantee, captive insurance, dan hedging.

Selain itu, peserta juga akan mempelajari aspek lainnya, seperti identifikasi karakterisasi pinjaman, analisis kelayakan kredit, pencarian data pembanding, serta dampak transisi JIBOR ke IndONIA dalam penentuan suku bunga yang wajar.

Sebagai informasi, perubahan suku bunga acuan dari sebelumnya Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) menjadi Indonesia Overnight Index Average (IndONIA) merupakan perkembangan terbaru yang perlu untuk diperhatikan. Pemateri akan mengulasnya dalam exclusive seminar ini.

Berikut ini fasilitas yang akan diberikan untuk peserta.

  • Modul hardcopy
  • Modul b/w softcopy pada dashboard peserta di situs web DDTC Academy tanpa batas waktu (lifetime) dan versi PDF yang bisa diunduh (hingga 30 Mei 2026)
  • E-certificate of attendance
  • Sesi tanya-jawab interaktif
  • Voucer diskon 20% pembelian buku yang diterbitkan DDTC
  • Akun premium Perpajakan DDTC selama 1 bulan
  • Training kit
  • Snack, makan siang, dan kopi/teh
  • Akses ke DDTC Library

Daftar melalui situs web DDTC Academy sebelum kursi penuh. Ada kesulitan dalam pendaftaran? Hubungi WhatsApp Hotline DDTC Academy 0812-8393-5151 (Minda), email [email protected], atau melalui akun Instagram DDTC Academy (@ddtcacademy).

Anda juga dapat melihat berbagai program yang akan diselenggarakan oleh DDTC Academy pada 2026 melalui booklet bertajuk Rooted, Growing & Trusted.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.