Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Atasi Penuaan Populasi, Ini Rencana Pajak Calon Perdana Menteri

0
0

Antti Rinne. 

HELSINKI, DDTCNews – Calon Perdana Menteri Finlandia Antti Rinne dari Partai Sosial Demokrat berencana menaikkan tarif pajak untuk mendanai sistem kesejahteraan negara. Strategi ini dirasa perlu dilakukan untuk mengatasi cepatnya penuaan populasi.

Antti Rinne merasa khawatir masa depan pelayanan publik dan kesejahteraan akan menurun karena penambahan biaya perawatan para pensiunan dengan jumlah yang semakin bertambah. Atas pertimbangan tersebut, Rinne akan memperbaiki hal itu melalui peningkatan tarif pajak.

“Kita perlu memperkuat kesejahteraan masyarakat dan upaya itu membutuhkan uang. Meningkatkan tarif pajak akan membantu memerangi ketimpangan di masyarakat. Kita perlu menyebarkan basis pajak dan memperkuatnya,” katanya seperti dikutip pada Jumat (12/4/2019).

Baca Juga: Penyusutan dan Amortisasi Aktiva Tetap

Menurutnya, kebijakan yang diterbitkan oleh pemerintah saat ini telah merugikan pendapatan dari para warga yang kurang beruntung seperti pensiunan, keluarga dengan beberapa anak, pelajar, bahkan pengangguran.

Sementara, melalui rencana kebijakannya, Rinne optimis bisa menyeimbangkan keuangan publik. Dia memprediksi bisa mengumpulkan sekitar 1,5 miliar euro (Rp23,97 triliun) pajak lebih banyak bukan dari pengumpulan pajak penghasilan (PPh).

Melalui rencananya, tarif pajak konsumsi yang kini berlaku 30% dan capital gains tax yang berada pada posisi 34% untuk keuntungan melebihi 30.000 euro (Rp479,3 juta) akan dinaikkan. Melalui skema ini, para pendukung Rinne semakin mengapresiasinya karena sangat menghargai kesejahteraan negara.

Baca Juga: Wah, Thailand Berencana Turunkan Tarif Pajak Orang Pribadi

Hal ini pun tercermin pada laporan otoritas pajak pada 2017 yang mencatat 79% warga Finlandia senang dengan adanya pajak. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebanyak 10% dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Di samping itu, dalam janji kampanye, Rinne berkomitmen untuk menambah 100 euro (Rp1,59 juta) penghasilan pensiunan, terutama bagi pensiunan dengan penghasilan di bawah 1.400 euro (Rp22,36 juta) per bulan.

Rinne menyebutkan reformasi yang diprediksi akan menghasilkan penerimaan senilai 700 juta euro (Rp11,18 triliun) akan mendanai subsidi pensiunan. Melalui skema itu, dia mencatat lebih dari 55.000 pensiunan akan terbebas dari jerat kemiskinan.

Baca Juga: Biaya-biaya Non Fiskal

“Kita perlu memperkuat kesejahteraan masyarakat dan upaya itu membutuhkan uang. Meningkatkan tarif pajak akan membantu memerangi ketimpangan di masyarakat. Kita perlu menyebarkan basis pajak dan memperkuatnya,” katanya seperti dikutip pada Jumat (12/4/2019).

Baca Juga: Penyusutan dan Amortisasi Aktiva Tetap

Menurutnya, kebijakan yang diterbitkan oleh pemerintah saat ini telah merugikan pendapatan dari para warga yang kurang beruntung seperti pensiunan, keluarga dengan beberapa anak, pelajar, bahkan pengangguran.

Sementara, melalui rencana kebijakannya, Rinne optimis bisa menyeimbangkan keuangan publik. Dia memprediksi bisa mengumpulkan sekitar 1,5 miliar euro (Rp23,97 triliun) pajak lebih banyak bukan dari pengumpulan pajak penghasilan (PPh).

Melalui rencananya, tarif pajak konsumsi yang kini berlaku 30% dan capital gains tax yang berada pada posisi 34% untuk keuntungan melebihi 30.000 euro (Rp479,3 juta) akan dinaikkan. Melalui skema ini, para pendukung Rinne semakin mengapresiasinya karena sangat menghargai kesejahteraan negara.

Baca Juga: Wah, Thailand Berencana Turunkan Tarif Pajak Orang Pribadi

Hal ini pun tercermin pada laporan otoritas pajak pada 2017 yang mencatat 79% warga Finlandia senang dengan adanya pajak. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebanyak 10% dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Di samping itu, dalam janji kampanye, Rinne berkomitmen untuk menambah 100 euro (Rp1,59 juta) penghasilan pensiunan, terutama bagi pensiunan dengan penghasilan di bawah 1.400 euro (Rp22,36 juta) per bulan.

Rinne menyebutkan reformasi yang diprediksi akan menghasilkan penerimaan senilai 700 juta euro (Rp11,18 triliun) akan mendanai subsidi pensiunan. Melalui skema itu, dia mencatat lebih dari 55.000 pensiunan akan terbebas dari jerat kemiskinan.

Baca Juga: Biaya-biaya Non Fiskal
Topik : Finlandia, pajak penghasilan, Antti Rinne
artikel terkait
Senin, 13 Mei 2019 | 13:33 WIB
FILIPINA
Kamis, 14 Juli 2016 | 11:33 WIB
INGGRIS
Jum'at, 12 April 2019 | 17:02 WIB
JERMAN
Kamis, 14 Juli 2016 | 14:26 WIB
INGGRIS
berita pilihan
Senin, 22 Juli 2019 | 17:49 WIB
PAKISTAN
Senin, 22 Juli 2019 | 11:07 WIB
IRLANDIA
Minggu, 21 Juli 2019 | 16:38 WIB
MATA UANG DIGITAL
Sabtu, 20 Juli 2019 | 15:47 WIB
THAILAND
Jum'at, 19 Juli 2019 | 18:08 WIB
FILIPINA
Jum'at, 19 Juli 2019 | 10:31 WIB
PRANCIS
Kamis, 18 Juli 2019 | 12:00 WIB
AMERIKA SERIKAT
Kamis, 18 Juli 2019 | 11:18 WIB
THAILAND