Berita
Jum'at, 26 Februari 2021 | 19:16 WIB
PMK 20/2021
Jum'at, 26 Februari 2021 | 19:06 WIB
KABUPATEN KUNINGAN
Jum'at, 26 Februari 2021 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Jum'at, 26 Februari 2021 | 18:14 WIB
KARTU PRAKERJA
Fokus
Literasi
Jum'at, 26 Februari 2021 | 18:01 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:38 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Kamis, 25 Februari 2021 | 17:36 WIB
CUKAI (2)
Data & Alat
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Rabu, 17 Februari 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 FEBRUARI - 23 FEBRUARI 2021
Senin, 15 Februari 2021 | 11:38 WIB
STATISTIK RASIO PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Airlangga: Inbreng Saham BUMN Bakal Sumbang Modal Awal LPI

A+
A-
0
A+
A-
0
Airlangga: Inbreng Saham BUMN Bakal Sumbang Modal Awal LPI

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. (foto: hasil tangkapan layar)

JAKARTA, DDTCNews – Kemenko Perekonomian mengungkapkan pemerintah sudah menyetorkan dana senilai Rp19 triliun dari total modal awal Lembaga Pengelola Investasi yang ditetapkan sejumlah Rp75 triliun.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pencairan modal awal untuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI) sudah dicairkan. Nanti, sisa modal LPI senilai Rp56 triliun bakal bersumber dari inbreng saham BUMN.

"Penyetoran modal awal LPI berupa dana tunai paling sedikit Rp15 triliun dan pemenuhan modal LPI setelah penyetoran modal awal ... dilakukan secara bertahap hingga 2021," bunyi penggalan Pasal 3 ayat (3) Peraturan Pemerintah (PP) No. 74/2020, dikutip Selasa (26/1/2021).

Baca Juga: Baru Terbit! Kemenkeu Rilis Aturan Pemberian Insentif PPnBM Mobil DTP

Di sisi lain, Airlangga mengungkapkan bakal terdapat dua jenis pendanaan yang akan dikelola oleh LPI antara lain master fund dan thematic fund yang nantinya bakal terbagi sesuai dengan bidang usaha penanaman modal.

"Diharapkan LPI ini bisa menarik dana SWF-SWF negara lain. Kami sudah dapat letter of interest dari AS, Uni Emirat Arab, dan SWF lainnya," ujar Airlangga.

Airlangga menyebutkan United States International Development Finance Corporation (US DFC) sudah menandatangani letter of interest (LoI) senilai US$2 miliar. Japan Bank for International Cooperation (JBIC) juga tercatat telah menandatangani memorandum of meeting dengan komitmen penanaman modal hingga US$4 miliar.

Baca Juga: Jokowi: Transformasi Digital Harus Menyasar UMKM

Pemerintah mencatat terdapat dua SWF yang akan bermitra dengan LPI untuk thematic fund pada bidang jalan tol yaitu Caisse de dépôt et placement du Québec (CDPQ) dengan komitmen investasi US$2 miliar dan APG Belanda dengan rencana investasi sejumlah US$1,5 miliar.

Airlangga menambahkan Presiden Joko Widodo berharap LPI yang telah dibentuk melalui UU Cipta Kerja bisa menghimpun dana awal hingga US$20 miliar. (rig)

Baca Juga: 3,5 Juta WP Sudah Lapor SPT Tahunan, DJP Bidik Kepatuhan Formal 80%
Topik : lembaga pengelola investasi LPI, SWF, uu cipta kerja, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 25 Februari 2021 | 10:48 WIB
PP 7/2021
Kamis, 25 Februari 2021 | 09:20 WIB
KOREA SELATAN
Rabu, 24 Februari 2021 | 17:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
berita pilihan
Jum'at, 26 Februari 2021 | 19:16 WIB
PMK 20/2021
Jum'at, 26 Februari 2021 | 19:06 WIB
KABUPATEN KUNINGAN
Jum'at, 26 Februari 2021 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Jum'at, 26 Februari 2021 | 18:14 WIB
KARTU PRAKERJA
Jum'at, 26 Februari 2021 | 18:01 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 26 Februari 2021 | 18:00 WIB
PELAPORAN SPT
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:58 WIB
UNI EROPA
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:38 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:00 WIB
PMK 15/2021