Berita
Kamis, 03 Desember 2020 | 18:15 WIB
KINERJA DJBC
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:53 WIB
PELAYANAN PAJAK
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:49 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:45 WIB
KABUPATEN MALANG
Review
Rabu, 02 Desember 2020 | 15:04 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 29 November 2020 | 09:01 WIB
SEKJEN ASOSIASI PERTEKSTILAN INDONESIA RIZAL TANZIL RAKHMAN:
Rabu, 25 November 2020 | 15:33 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 18 November 2020 | 16:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 02 Desember 2020 | 17:31 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Rabu, 02 Desember 2020 | 09:18 WIB
KURS PAJAK 2 DESEMBER - 8 DESEMBER 2020
Jum'at, 27 November 2020 | 17:22 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 25 November 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2020
Komunitas
Rabu, 02 Desember 2020 | 15:20 WIB
PODTAX
Rabu, 02 Desember 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:14 WIB
KONFERENSI NASIONAL PERPAJAKAN
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:00 WIB
IAIN SULTAN AMAI GORONTALO
Reportase
Glosarium

Wisatawan Melonjak, Pajak Pariwisata Diusulkan

A+
A-
0
A+
A-
0
Wisatawan Melonjak, Pajak Pariwisata Diusulkan

TOKYO, DDTCNews – Salah satu Kota di Jepang yakni Kyoto berencana untuk menerapkan pajak baru yang akan dikenakan kepada wisatawan yang menginap di semua fasilitas akomodasi yang ditawarkan di Kota tersebut.

Walikota Kyoto Daisaku Kadokawa mengatakan pajak baru ini sebagai langkah untuk meningkatkan penerimaan di tengah lonjakan jumlah wisatawan yang telah menekan infrastruktur publik. Ia memaparkan bahwa pajak ini akan mulai berlaku efektif pada tahun depan.

“Berdasarkan rekomendasi tersebut, kami ingin menyelesaikan aturan terkait pajak baru ini secepatnya sehingga kami bisa mengajukan proposal pajak baru tersebut kepada majelis kota pada September,” ungkapnya, Senin (7/8).

Baca Juga: Tarik Profesional Asing, Tarif Pajak Penghasilan Bakal Diturunkan

Daisaku menjelaskan bahwa pajak baru ini nantinya akan dikenakan pada semua tempat penginapan yang ada di Kota Kyoto, termasuk rumah-rumah pribadi dan kamar-kamar yang disewakan selama liburan tahun 2018.

Kendati demikian, hasil diskusi panel menyarankan agar pajak yang tinggi lebih ditekankan pada akomodasi secara keseluruhan, bukan hanya pada tempat penginapan saja. Selain itu, pengecualian pajak juga disarankan bagi siswa yang berkunjung ke Jepang untuk tujuan bersekolah (study).

Pada 2016 lalu, sebanyak 14,15 juta wisatawan berkunjung ke Kota Kyoto. Melonjaknya jumlah kunjungan tersebut menyebabkan biaya yang dibutuhkan untuk menangani fasilitas umum yang tidak memadai menjadi lebih besar. Oleh karena itu, dibutuhkan pula pemasukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Baca Juga: Tarik Profesional Asing, Pungutan Pajak Warisan Bakal Dihapus

Adapun dilansir dalam straitstimes.com, kebijakan pajak penginapan yang serupa telah diterapkan sebelumnya di beberapa wilayah metropolitan seperti Tokyo dan Prefektur Osaka. (Amu)

Topik : berita pajak internasional, pajak pariwisata, jepang
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 17 Maret 2020 | 18:15 WIB
JEPANG
Rabu, 11 Maret 2020 | 16:20 WIB
SENGKETA PAJAK
Senin, 24 Februari 2020 | 11:24 WIB
PERTEMUAN NEGARA ANGGOTA G-20
berita pilihan
Kamis, 03 Desember 2020 | 18:15 WIB
KINERJA DJBC
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:53 WIB
PELAYANAN PAJAK
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:49 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:45 WIB
KABUPATEN MALANG
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:19 WIB
PPN PRODUK DIGITAL
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:15 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 03 Desember 2020 | 16:44 WIB
KONFERENSI NASIONAL PERPAJAKAN
Kamis, 03 Desember 2020 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 03 Desember 2020 | 16:16 WIB
PMK 189/2020