Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Wisatawan Melonjak, Pajak Pariwisata Diusulkan

0
0

TOKYO, DDTCNews – Salah satu Kota di Jepang yakni Kyoto berencana untuk menerapkan pajak baru yang akan dikenakan kepada wisatawan yang menginap di semua fasilitas akomodasi yang ditawarkan di Kota tersebut.

Walikota Kyoto Daisaku Kadokawa mengatakan pajak baru ini sebagai langkah untuk meningkatkan penerimaan di tengah lonjakan jumlah wisatawan yang telah menekan infrastruktur publik. Ia memaparkan bahwa pajak ini akan mulai berlaku efektif pada tahun depan.

“Berdasarkan rekomendasi tersebut, kami ingin menyelesaikan aturan terkait pajak baru ini secepatnya sehingga kami bisa mengajukan proposal pajak baru tersebut kepada majelis kota pada September,” ungkapnya, Senin (7/8).

Baca Juga: Pajak Penjualan Naik, Menkeu Jepang: Langkah Tambahan Belum Dibutuhkan

Daisaku menjelaskan bahwa pajak baru ini nantinya akan dikenakan pada semua tempat penginapan yang ada di Kota Kyoto, termasuk rumah-rumah pribadi dan kamar-kamar yang disewakan selama liburan tahun 2018.

Kendati demikian, hasil diskusi panel menyarankan agar pajak yang tinggi lebih ditekankan pada akomodasi secara keseluruhan, bukan hanya pada tempat penginapan saja. Selain itu, pengecualian pajak juga disarankan bagi siswa yang berkunjung ke Jepang untuk tujuan bersekolah (study).

Pada 2016 lalu, sebanyak 14,15 juta wisatawan berkunjung ke Kota Kyoto. Melonjaknya jumlah kunjungan tersebut menyebabkan biaya yang dibutuhkan untuk menangani fasilitas umum yang tidak memadai menjadi lebih besar. Oleh karena itu, dibutuhkan pula pemasukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Baca Juga: Soal Sistem Baru Setelah Tarif Pajak Penjualan Naik, Ini Janji PM Abe

Adapun dilansir dalam straitstimes.com, kebijakan pajak penginapan yang serupa telah diterapkan sebelumnya di beberapa wilayah metropolitan seperti Tokyo dan Prefektur Osaka. (Amu)

“Berdasarkan rekomendasi tersebut, kami ingin menyelesaikan aturan terkait pajak baru ini secepatnya sehingga kami bisa mengajukan proposal pajak baru tersebut kepada majelis kota pada September,” ungkapnya, Senin (7/8).

Baca Juga: Pajak Penjualan Naik, Menkeu Jepang: Langkah Tambahan Belum Dibutuhkan

Daisaku menjelaskan bahwa pajak baru ini nantinya akan dikenakan pada semua tempat penginapan yang ada di Kota Kyoto, termasuk rumah-rumah pribadi dan kamar-kamar yang disewakan selama liburan tahun 2018.

Kendati demikian, hasil diskusi panel menyarankan agar pajak yang tinggi lebih ditekankan pada akomodasi secara keseluruhan, bukan hanya pada tempat penginapan saja. Selain itu, pengecualian pajak juga disarankan bagi siswa yang berkunjung ke Jepang untuk tujuan bersekolah (study).

Pada 2016 lalu, sebanyak 14,15 juta wisatawan berkunjung ke Kota Kyoto. Melonjaknya jumlah kunjungan tersebut menyebabkan biaya yang dibutuhkan untuk menangani fasilitas umum yang tidak memadai menjadi lebih besar. Oleh karena itu, dibutuhkan pula pemasukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Baca Juga: Soal Sistem Baru Setelah Tarif Pajak Penjualan Naik, Ini Janji PM Abe

Adapun dilansir dalam straitstimes.com, kebijakan pajak penginapan yang serupa telah diterapkan sebelumnya di beberapa wilayah metropolitan seperti Tokyo dan Prefektur Osaka. (Amu)

Topik : berita pajak internasional, pajak pariwisata, jepang
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 10 September 2016 | 14:01 WIB
IRLANDIA
Selasa, 11 Juni 2019 | 16:24 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 27 Desember 2017 | 11:18 WIB
INGGRIS
Kamis, 08 September 2016 | 17:20 WIB
AMERIKA SERIKAT
berita pilihan
Sabtu, 14 September 2019 | 15:45 WIB
ZONE EURO EROPA
Selasa, 23 April 2019 | 11:16 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 31 Agustus 2017 | 08:54 WIB
ZIMBABWE
Jum'at, 26 April 2019 | 15:54 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 15 September 2016 | 06:02 WIB
ZIMBABWE
Senin, 17 Oktober 2016 | 10:15 WIB
ZIMBABWE
Selasa, 17 Januari 2017 | 09:40 WIB
ZIMBABWE
Selasa, 02 Oktober 2018 | 10:48 WIB
ZIMBABWE
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE