Fokus
Reportase
Perpajakan.id

Waduh, 3 Perusahaan Migas Diperiksa karena Palsukan Faktur Pajak

A+
A-
1
A+
A-
1
Waduh, 3 Perusahaan Migas Diperiksa karena Palsukan Faktur Pajak

Ilustrasi.

BEIJING, DDTCNews – Kabar penghindaran pajak muncul dari Negeri Tirai Bambu, China. Aksi penghindaran pajak ini juga diwarnai tindak kriminal oleh wajib pajak yang terlibat.

Otoritas pajak China menyampaikan terdapat 3 perusahaan independen yang bergerak di bidang oil refinery terbukti memalsukan invoice-nya dalam jumlah besar. Hal ini dilakukan agar ketiganya tidak membayar pajak pertambahan nilai (PPN) atas penjualan minyak hasil pengolahan.

"Panjin North Asphalt Fuel Co., Liaoning Baolai Bio-Energy Co., dan Panjin Haoye Chemical Co. menerbitkan faktur pajak palsu untuk menghindari sejumlah pajak terutang. Dari faktur pajak tersebut mereka melapor minyak sulingan yang seharusnya dikenai pajak menjadi barang yang dikecualikan dari pengenaan pajak," ujar perwakilan otoritas pajak provinsi Liaoning dalam keterangannya, dikutip Rabu (26/1/2022).

Baca Juga: Di Negara Ini, Unggah Bukti Transaksi Kena Pajak Bisa Dapat Mobil Baru

Sebelumnya, perusahaan pelat merah China, PetroChina Co. Ltd., juga mengakui salah satu anak usahanya tengah diperiksa oleh National Audit Office. Pemeriksaan ini dilakukan karena adanya dugaan transaksi jual beli tidak wajar oleh PetroChina.

“Kami bekerja sama dengan baik selama pemeriksaan,” imbuh anak perusahaan PetroChina, China Petroleum Corp.

Dilansir Tax Notes International, salah satu media di China menyebutkan PetroChina melakukan penjualan minyak hasil pengolahan ilegal. Sebanyak 179,5 juta ton minyak mentah impor dijual ke 115 perusahaan pemurnian minyak.

Baca Juga: Bantu UMKM dan Manufaktur, China Percepat Restitusi PPN

Atas praktik ilegal yang dilakukan PetroChina ini berdampak pada daya saing usaha di China. Tak hanya itu, secara tidak langsung hal tersebut menyebabkan kerugian fiskal nasional dan kerugian penerimaan pajak.

Hingga saat ini belum jelas apakah ada kaitan antara masalah penghindaran pajak yang tengah ditangani otoritas pajak provinsi Liaoning dengan transaksi ilegal yang dilakukan PetroChina. (sap)

Baca Juga: Demi Investasi dan Pertahanan, Galangan Kapal Ini Dapat Insentif Pajak
Topik : pajak internasional, faktur pajak fiktif, penghindaran pajak, kejahatan pajak, pajak migas, China

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

berita pilihan

Senin, 16 Mei 2022 | 16:00 WIB
PER-19/PJ/2021

Ketidaksesuaian Penyetoran Pajak Belanja Daerah, KPP Bisa Minta Ini

Senin, 16 Mei 2022 | 15:30 WIB
PER-19/PJ/2021

Uji dan Awasi Setoran Pajak atas Belanja Daerah, DJP Gunakan Ini

Senin, 16 Mei 2022 | 14:30 WIB
PER-03/PJ/2022

Pengecualian Ketentuan Faktur Pajak yang Dibuat PKP Pedagang Eceran

Senin, 16 Mei 2022 | 14:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pemerintah Bakal Evaluasi Aturan Pajak dari Luar Daerah Pabean

Senin, 16 Mei 2022 | 13:00 WIB
CHINA

Bantu UMKM dan Manufaktur, China Percepat Restitusi PPN

Senin, 16 Mei 2022 | 12:55 WIB
DATA PPS HARI INI

4,5 Bulan PPS Berjalan, Harta WP yang Diungkap Tembus Rp86,7 Triliun

Senin, 16 Mei 2022 | 12:30 WIB
KAMUS CUKAI

Apa Itu Pagu Penundaan dalam Pembayaran Cukai?

Senin, 16 Mei 2022 | 12:00 WIB
CALL FOR PAPER DJP 2022

DJP Adakan Lomba Penulisan Makalah dengan Total Hadiah Rp52,5 Juta

Senin, 16 Mei 2022 | 11:30 WIB
TIPS PAJAK

Cara Menginput Nomor Seri Faktur Pajak di e-Faktur Versi 3.2