Review
Rabu, 08 Juli 2020 | 06:06 WIB
PERSPEKTIF
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Juli 2020 | 09:06 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 30 Juni 2020 | 09:33 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Kamis, 09 Juli 2020 | 17:15 WIB
KEBERATAN PAJAK (3)
Rabu, 08 Juli 2020 | 18:00 WIB
PROFIL PERPAJAKAN ANDORRA
Rabu, 08 Juli 2020 | 17:54 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 17:39 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & alat
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB
KURS PAJAK 8 JULI - 14 JULI 2020
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Kamis, 02 Juli 2020 | 14:26 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

Wacana Pemangkasan Tarif PPh OP Di Negara Ini Pupus, Kok Bisa?

A+
A-
0
A+
A-
0
Wacana Pemangkasan Tarif PPh OP Di Negara Ini Pupus, Kok Bisa?

Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman.

NEW DELHI, DDTCNews—Harapan masyarakat untuk merasakan kelonggaran tarif PPh Orang Pribadi (OP) pada tahun ini diprediksi sulit terwujud lantaran target penerimaan pajak pada tahun anggaran 2020 berpotensi meleset.

Sumber dari Indiatoday menyebutkan potensi shortfall pajak atau selisih antara realisasi dan target penerimaan pajak akan mencapai 2 lakh crore rupee (2 triliun rupee) atau setara dengan US$28 miliar tahun ini.

“Untuk target penerimaan PPh OP dan Badan tampaknya akan meleset 1,5 lakh crore rupee, sementara pajak tidak langsung mungkin meleset di angka 50.000 crore rupee di tengah lesunya ekonomi,” sebut sumber itu, Senin (27/01/2020).

Baca Juga: Aplikasi Pelaporan Diskon 30% Angsuran PPh Pasal 25 Sudah Tersedia

Masyarakat India memang tengah berharap adanya kelonggaran tarif PPh OP. Apalagi, Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman sudah memangkas tarif PPh Badan pada tahun lalu . Alhasil, masyarakat juga berharap pemangkasan tarif PPh OP juga bisa menyusul tahun ini.

Tepatnya pada September 2019, Sitharaman resmi memangkas tarif pajak perusahaan hingga 10 persen—tertinggi sejak 28 tahun terakhir. Tarif PPh perusahaan yang sudah ada dipangkas dari 30 persen menjadi 22 persen.

Kemudian, untuk tarif PPh perusahaan manufaktur baru—didirikan setelah 1 Oktober 2019 dan memulai operasi sebelum 31 Maret 2023—dipangkas dari sebelumnya 25 persen menjadi 15 persen.

Baca Juga: Tarif Efektif 74 Negara Lebih Rendah 1,3 Poin Persen dari Tarif Resmi

Potensi shortfall pajak juga diutarakan ahli atau mantan Sekretaris Keuangan India S C Garg. Menurutnya, kekurangan pajak pemerintah kemungkinan mencapai 2,5 lakh crore rupee atau 1,2 persen dari PDB.

"Secara keseluruhan, kemungkinan ada kekurangan 3,5-3,75 lakh crore rupee dalam pengumpulan pajak bruto pusat,” jelas S C Gard.

Pemerintah India menargetkan penghasilan pajak langsung dari PPh Badan dan OP mencapai 13,35 lakh crore rupee pada tahun ini. Untuk pajak tidak langsung, penerimaan dari barang dan jasa dipatok 6,63 lakh crore rupee. (rig)

Baca Juga: Semester I/2020, Realisasi Pembiayaan Utang Tembus Rp421,5 triliun
Topik : shortfall pajak, penerimaan pajak, india, internasional,
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 09 Juli 2020 | 12:24 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 09 Juli 2020 | 11:25 WIB
KONSULTASI
Kamis, 09 Juli 2020 | 11:17 WIB
KEGIATAN EKSPOR IMPOR
berita pilihan
Kamis, 09 Juli 2020 | 19:38 WIB
INSENTIF PAJAK
Kamis, 09 Juli 2020 | 18:58 WIB
TARIF PPh BADAN
Kamis, 09 Juli 2020 | 18:22 WIB
KINERJA APBN 2020
Kamis, 09 Juli 2020 | 17:15 WIB
KEBERATAN PAJAK (3)
Kamis, 09 Juli 2020 | 16:59 WIB
KINERJA PENERIMAAN PAJAK
Kamis, 09 Juli 2020 | 16:36 WIB
PMK 81/2020
Kamis, 09 Juli 2020 | 16:27 WIB
ARAB SAUDI
Kamis, 09 Juli 2020 | 16:06 WIB
PROVINSI SULAWESI UTARA
Kamis, 09 Juli 2020 | 15:51 WIB
KINERJA FISKAL