Berita
Kamis, 06 Agustus 2020 | 08:01 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Kamis, 06 Agustus 2020 | 07:30 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Kamis, 06 Agustus 2020 | 07:00 WIB
BANTUAN LANGSUNG TUNAI
Kamis, 06 Agustus 2020 | 06:30 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Review
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:19 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 30 Juli 2020 | 11:01 WIB
OPINI EKONOMI
Selasa, 28 Juli 2020 | 10:27 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 22 Juli 2020 | 11:59 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:12 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PERPAJAKAN
Minggu, 02 Agustus 2020 | 16:00 WIB
STATISTIK PAJAK KEKAYAAN
Jum'at, 31 Juli 2020 | 15:15 WIB
STATISTIK REZIM PAJAK
Komunitas
Rabu, 05 Agustus 2020 | 10:05 WIB
DDTC PODTAX
Minggu, 02 Agustus 2020 | 10:30 WIB
FAQIH RUSDIANA
Sabtu, 01 Agustus 2020 | 12:01 WIB
MADONNA:
Sabtu, 01 Agustus 2020 | 09:56 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase

Tekan Konsumsi Alkohol, Begini Saran WHO

A+
A-
1
A+
A-
1
Tekan Konsumsi Alkohol, Begini Saran WHO

Ilustrasi. (Witthaya Prasongsin/Getty Images/verywellmind.com)

BRUSSELS, DDTCNews - World Health Organization (WHO) merilis laporan terbaru terkait dengan pentingnya Uni Eropa melakukan kontrol lebih ketat atas konsumsi alkohol melalui kebijakan perpajakan.

Laporan WHO itu menyebutkan kawasan Uni Eropa memegang rekor sebagai konsumen terbesar alkohol secara global. Hal tersebut memberikan dampak buruk kepada tingkat kesehatan dan ekonomi kawasan.

"Wilayah Eropa sebetulnya sudah memiliki beberapa bentuk peraturan untuk mengatur harga alkohol, tetapi kebanyakan kebijakan tersebut tidak dirancang dengan baik sehingga tidak efektif menekan konsumsi alkohol," tulis laporan WHO seperti dikutip situs resmi WHO, Kamis (2/7/2020).

Baca Juga: Kenaikan Cukai Minol Berdampak Positif Bagi Warga Miskin, Kok Bisa?

Pengendalian harga melalui kebijakan perpajakan disebut salah satu badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu sebagai instrumen ampuh untuk mengendalikan dan menurunkan konsumsi alkohol di masyarakat.

Menurut WHO, kebijakan perpajakan yang tepat tidak saja akan mengurangi dampak alkohol sebagai produk yang memiliki eksternalitas negatif, tetapi juga ikut menguntungkan perekonomian.

WHO menyebutkan masalah alkohol di Uni Eropa sebagai salah satu penghambat pembangunan ekonomi. Pasalnya, konsumsi alkohol berat menjadi penyumbang kematian nomor 4 tertinggi untuk usia 25-29 tahun. Kemudian menjadi faktor risiko paling utama untuk penduduk berusia 15-49 tahun.

Baca Juga: Wow, Negara ini Rutin Naikkan Tarif Cukai Alkohol Tiap Enam Bulan

Salah satu faktor yang menyebabkan sulitnya mengatasi masalah alkohol di Uni Eropa adalah belum selarasnya kebijakan pengendalian dan perpajakan untuk konsumsi alkohol. Setiap negara memiliki aturan yang bervariasi dan tidak sejalan untuk pengendalian konsumsi.

Karena itu, kebijakan perpajakan harus digunakan secara selaras untuk mengendalikan konsumsi alkohol. Pemerintah disebutkan dapat menerapkan tiga skema perpajakan untuk produk mengandung alkohol.

Pertama, pajak berdasarkan seberapa banyak kandungan alkohol. Kedua, kebijakan perpajakan berdasarkan volume produksi. Dan opsi ketiga adalah kebijakan perpajakan berdasarkan nilai atau harga produk atau advalorem.

Baca Juga: Negara Ini Didesak Naikkan Tarif Cukai Minuman Beralkohol

"Penting untuk terus menyesuaikan tarif pajak alkohol berdasarkan tingkat inflasi pada suatu negara untuk memastikan produk tidak menjadi lebih murah," terang laporan WHO.

Selain itu, WHO menyarankan negara di Uni Eropa mulai meningkatkan tarif pajak atau cukai alkohol atas produk termurah di pasaran. Hal ini untuk menekan minat masyarakat dengan kondisi ekonomi dan sosial pas-pasan yang dengan mudah mengakses komoditas mengandung alkohol. (Bsi)

Baca Juga: Serikat Pekerja Dukung Kenaikan Cukai Tembakau dan Alkohol
Topik : konsumsi alkohol, kebijakan perpajakan alkohol, cukai alkohol, saran WHO
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

mona

Sabtu, 04 Juli 2020 | 18:39 WIB
Kebijakan perpajakan untuk mengendalikan konsumsi masyarakat thd barang2 tertentu merupakan salah satu prinsip regulerend. Konsumsi alkohol berlebih sangat tidak baik untuk kesehatan. Karena itu, perlu dikendalikan konsumsinya
1
artikel terkait
berita pilihan
Kamis, 06 Agustus 2020 | 08:01 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Kamis, 06 Agustus 2020 | 07:30 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Kamis, 06 Agustus 2020 | 07:00 WIB
BANTUAN LANGSUNG TUNAI
Kamis, 06 Agustus 2020 | 06:30 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:40 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:35 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:30 WIB
KABUPATEN BANDUNG
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:10 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:02 WIB
STABILITAS SISTEM KEUANGAN
Rabu, 05 Agustus 2020 | 17:54 WIB
INSENTIF PAJAK