Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Surati Kandidat Presiden 2020, Miliarder: Pajaki Kami Lebih Banyak

1
1

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews – Belasan miliarder Amerika Serikat menyerukan pajak baru atas kekayaan ekstrem. Pajak baru itu untuk memerangi ketimpangan pendapatan.  

Seruan tersebut disampaikan melalui surat yang ditujukan kepada para kandidat presiden 2020. Sebanyak 19 miliarder yang mendatangani surat tersebut, termasuk George Soros, Abigail Disney, hingga co-founder Facebook Chris Hughes.

“Amerika memiliki tanggung jawab moral, etika, dan ekonomi untuk lebih memajaki kekayaan kita,” tegas para miliarder tersebut, seperti dikutip pada Selasa (25/6/2019).

Baca Juga: Banyak Perusahaan Norwegia yang Hengkang ke New York, Ada Apa?

Kenaikan pajak kekayaan itu difokuskan untuk secara substansial mendanai investasi baru di sektor-sektor ramah lingkungan, pengasuhan anak secara universal, pengurangan student loan debt, perbaikan infrastruktur, hingga keringanan pajak untuk keluarga berpenghasilan rendah.

Pemungutan pajak kekayaan, menurut mereka, menjadi kepentingan nasional. Paak moderat pada orang terkaya Amerika Serikat ini diklaim mendapat dukungan dari mayoritas orang. Pungutan pajak ini diperkirakan akan menghasilkan penerimaan sekitar US$3 triliun selama 10 tahun.

Proposal ini kemungkinan akan mendapat dukungan luas dari para kandidat presiden dari Partai Demokrat. Seperti diketahui, Senator Elizabeth Warren mengusulkan pajak 2% untuk kekayaan lebih dari US$50 juta dan 3% untuk kekayaan lebih dari US$1 miliar.

Baca Juga: Pajak Orang Kaya Diusulkan untuk Danai Pendidikan Anak

Calon presiden itu memperkirakan pengenaan pajak dalam aset – termasuk saham, obligasi, kapal pesiar, mobil, dan karya seni – akan memengaruhi 75.000 keluarga. Pajak tersebut akan menghasilkan US$2,75 triliun dalam 10 tahun.

Dalam langkah terkait pada hari Senin, Senator Bernie Sanders mengumumkan rencana untuk menghapus US$1,6 triliun dalamstudent loan debt. Dijuluki ‘The College for All Act’, proposal ini melangkah lebih jauh dari rencana Warren yang membatasi pengampunan utang US$50.000 dan tidak berlaku bagi oran berpenghasilan lebih dari US$250.000.

Inisiatif tersebut berdiri pada premis yang sama yakni distribusi kekayaan yang tidak merata diperburuk oleh beban pajak yang tidak merata di seluruh spektrum pendapatan. Surat kepada kandidat presiden ini mengikuti kekhawatiran publik yang sangat kaya tentang meningkatnya ketidaksetaraan.

Baca Juga: Taksonomi Pajak atas Kekayaan

Pada April 2019, Ray Dalio, pendiri Bridgewater menyatakan kekhawatiran tentang kesenjangan ketimpangan pendapatan. Kesenjangan menganga antara orang kaya dan miskin adalah ‘darurat nasional yang menimbulkan risiko eksistensial bagi Negeri Paman Sam.

“Saya percaya bahwa semua hal baik yang dibawa ke ekstrem dapat merusak diri sendiri dan bahwa segala sesuatu harus berevolusi atau mati. Ini sekarang berlaku untuk kapitalisme,” katanya, seperti dilansir The Guardian.

Sebuah analisis dari laporan Federal Reserve menemukan 1% orang terkaya Amerika Serikat telah melihat kekayaan bersih mereka tumbuh US$21 triliun selama 30 tahun terakhir. Sementara itu, kekayaan penduduk 50% terbawah turun US$900 miliar. (kaw)

Baca Juga: Negara Ini Mulai Lirik Lagi Pengenaan Pajak Warisan

“Amerika memiliki tanggung jawab moral, etika, dan ekonomi untuk lebih memajaki kekayaan kita,” tegas para miliarder tersebut, seperti dikutip pada Selasa (25/6/2019).

Baca Juga: Banyak Perusahaan Norwegia yang Hengkang ke New York, Ada Apa?

Kenaikan pajak kekayaan itu difokuskan untuk secara substansial mendanai investasi baru di sektor-sektor ramah lingkungan, pengasuhan anak secara universal, pengurangan student loan debt, perbaikan infrastruktur, hingga keringanan pajak untuk keluarga berpenghasilan rendah.

Pemungutan pajak kekayaan, menurut mereka, menjadi kepentingan nasional. Paak moderat pada orang terkaya Amerika Serikat ini diklaim mendapat dukungan dari mayoritas orang. Pungutan pajak ini diperkirakan akan menghasilkan penerimaan sekitar US$3 triliun selama 10 tahun.

Proposal ini kemungkinan akan mendapat dukungan luas dari para kandidat presiden dari Partai Demokrat. Seperti diketahui, Senator Elizabeth Warren mengusulkan pajak 2% untuk kekayaan lebih dari US$50 juta dan 3% untuk kekayaan lebih dari US$1 miliar.

Baca Juga: Pajak Orang Kaya Diusulkan untuk Danai Pendidikan Anak

Calon presiden itu memperkirakan pengenaan pajak dalam aset – termasuk saham, obligasi, kapal pesiar, mobil, dan karya seni – akan memengaruhi 75.000 keluarga. Pajak tersebut akan menghasilkan US$2,75 triliun dalam 10 tahun.

Dalam langkah terkait pada hari Senin, Senator Bernie Sanders mengumumkan rencana untuk menghapus US$1,6 triliun dalamstudent loan debt. Dijuluki ‘The College for All Act’, proposal ini melangkah lebih jauh dari rencana Warren yang membatasi pengampunan utang US$50.000 dan tidak berlaku bagi oran berpenghasilan lebih dari US$250.000.

Inisiatif tersebut berdiri pada premis yang sama yakni distribusi kekayaan yang tidak merata diperburuk oleh beban pajak yang tidak merata di seluruh spektrum pendapatan. Surat kepada kandidat presiden ini mengikuti kekhawatiran publik yang sangat kaya tentang meningkatnya ketidaksetaraan.

Baca Juga: Taksonomi Pajak atas Kekayaan

Pada April 2019, Ray Dalio, pendiri Bridgewater menyatakan kekhawatiran tentang kesenjangan ketimpangan pendapatan. Kesenjangan menganga antara orang kaya dan miskin adalah ‘darurat nasional yang menimbulkan risiko eksistensial bagi Negeri Paman Sam.

“Saya percaya bahwa semua hal baik yang dibawa ke ekstrem dapat merusak diri sendiri dan bahwa segala sesuatu harus berevolusi atau mati. Ini sekarang berlaku untuk kapitalisme,” katanya, seperti dilansir The Guardian.

Sebuah analisis dari laporan Federal Reserve menemukan 1% orang terkaya Amerika Serikat telah melihat kekayaan bersih mereka tumbuh US$21 triliun selama 30 tahun terakhir. Sementara itu, kekayaan penduduk 50% terbawah turun US$900 miliar. (kaw)

Baca Juga: Negara Ini Mulai Lirik Lagi Pengenaan Pajak Warisan
Topik : Amerika Serikat, miliarder, pajak orang kaya, wealth tax, Elizabeth Warren
artikel terkait
Selasa, 23 April 2019 | 11:16 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 31 Agustus 2017 | 08:54 WIB
ZIMBABWE
Jum'at, 26 April 2019 | 15:54 WIB
ZIMBABWE
berita pilihan
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 28 Desember 2017 | 17:12 WIB
HONG KONG
Minggu, 30 September 2018 | 20:33 WIB
OECD INCLUSIVE FRAMEWORK ON BEPS
Sabtu, 13 Agustus 2016 | 17:02 WIB
THAILAND
Kamis, 29 September 2016 | 12:01 WIB
INDIA
Rabu, 11 Oktober 2017 | 11:19 WIB
KROASIA
Senin, 29 Oktober 2018 | 11:40 WIB
AUSTRALIA BARAT
Selasa, 25 Juni 2019 | 14:28 WIB
FILIPINA
Selasa, 08 Agustus 2017 | 14:15 WIB
JEPANG
Kamis, 13 Oktober 2016 | 14:13 WIB
SWISS