Berita
Senin, 21 September 2020 | 18:41 WIB
BANTUAN LANGSUNG TUNAI
Senin, 21 September 2020 | 17:45 WIB
PROVINSI PAPUA BARAT
Senin, 21 September 2020 | 17:10 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Senin, 21 September 2020 | 17:00 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Review
Minggu, 20 September 2020 | 09:01 WIB
KEPALA KANWIL BEA CUKAI SULBAGSEL PARJIYA:
Rabu, 16 September 2020 | 14:21 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 15 September 2020 | 11:02 WIB
TAJUK PAJAK
Selasa, 15 September 2020 | 09:01 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Senin, 21 September 2020 | 17:31 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 21 September 2020 | 17:02 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 21 September 2020 | 16:18 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 21 September 2020 | 15:36 WIB
PENINJAUAN KEMBALI (6)
Data & alat
Jum'at, 18 September 2020 | 15:48 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 16 September 2020 | 15:58 WIB
STATISTIK STIMULUS FISKAL
Rabu, 16 September 2020 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 16 SEPTEMBER-22 SEPTEMBER 2020
Jum'at, 11 September 2020 | 16:37 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Komunitas
Senin, 21 September 2020 | 17:24 WIB
UNIVERSITAS AIRLANGGA
Sabtu, 19 September 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Kamis, 17 September 2020 | 09:53 WIB
Universitas Kristen Krida Wacana
Rabu, 16 September 2020 | 16:30 WIB
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
Reportase

Ini Penyebab Banyaknya Pesepakbola Spanyol yang Menggelapkan Pajak

A+
A-
0
A+
A-
0
Ini Penyebab Banyaknya Pesepakbola Spanyol yang Menggelapkan Pajak

Ilustrasi: Ronaldo (kiri) dan Lionel Messi

MADRID, DDTCNews – Sebagai sebuah industri, sepakbola memang menjadi salah satu penyumbang penerimaan pajak yang cukup besar di Eropa. Namun, ironisnya para pemain bintang lapangan hijau dengan gaji yang bernilai bombastis justru banyak tersandung kasus penggelapan pajak.

The National Bureau of Economic Research mengatakan berdasarkan hasil riset yang pernah dilakukannya melalui penelitian di 14 negara Eropa, menunjukkan bahwa para pesepakbola punya kecenderungan untuk memilih negara dengan tagihan pajak yang rendah.

“Karena hal tersebut, beberapa negara kemudian melakukan kebijakan dengan memberi kompensasi khusus kepada para pemain asing yang ingin berlaga di kompetisi asal negara dengan potongan pajak yang besar,” ungkap keterangan dari The National Bureau of Economic Research, Selasa (20/6).

Baca Juga: 'Saya Tidak Pernah Membayar Denda Itu'

Ada banyak faktor yang membuat sebuah kompetisi begitu laris didatangi pemain asing. Selain karena kota-kota yang dianggap indah dan juga kehidupannya yang sangat nyaman, besaran pajak yang harus ditanggung oleh seorang pesepakbola juga menjadi alasannya.

Biasanya pola pikir tersebut dimiliki oleh para pesepakbola yang baru meniti karir profesional atau para pemain yang tinggal menghitung hari sebelum waktu untuk pensiunnya tiba.

Dari sekian banyak negara di Eropa, Turki menjadi negara dengan tingkat tagihan pajak terendah. Di negara tersebut, pajak bagi pesepakbola hanya sebesar 15% dari total penghasilannya. Angka tersebut diketahui lebih kecil dari potongan pajak penghasilan para pekerja di sana yang mencapai 27%.

Baca Juga: Setelah Kasus Pajak, Najib Razak Kalah Lagi Dalam Kasus Korupsi

Selain Turki, masih ada Bulgaria dengan kebijakan potongan pajak sebesar 10% bagi para pesepakbola asing yang berlaga di kompetisi negara Balkan tersebut. Begitu pula dengan Rusia yang hanya memotong penghasilan pesepakbola asing sebesar 13%.

Kasus yang menimpa pesepakbola seperti Messi, Neymar, Ronaldo, atau bahkan Mourinho ini dinilai sangat mencemaskan. Pasalnya, tidak hanya dikenakan denda ganti rugi pajak saja, tuntutan penjara pun juga akan diberikan. Namun, apakah potensi kurungan itu berlaku?

Mengacu pada hukum yang berlaku di Spanyol, Messi kemungkinan besar akan dibebaskan dari kurungan penjara karena tuntutannya yang kurang dari dua tahun masa kurungan.

Baca Juga: Kasus Pajak Selesai, Model Israel Ini Bayar Denda Pajak Rp21 Miliar

Spanyol membuat aturan hukum dimana bagi para terdakwa dengan tuntutan kurungan yang kurang dari dua tahun, maka hukuman penjara bisa ditangguhkan.

Kasus yang mendera Messi, Neymar, Ronaldo, dan Mourinho mungkin akan menjadikan pamor La Liga tak lagi indah dimata para pesepakbola, khususnya pemain asing.

Hal tersebut seperti dilansir dalam panditfootball.com, membuat sejumlah klub-klub besar beralih dan berpikir ulang untuk tidak menerima pinangan dari kesebelasan asal Spanyol. (Amu/Gfa)

Baca Juga: Kasus Pajak Bikin Koalisi Partai Pemerintah Kena Mosi Tidak Percaya

Topik : ronaldo, messi, kasus pajak, denda pajak
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 06 April 2020 | 15:51 WIB
KABUPATEN PASURUAN
Senin, 06 April 2020 | 11:30 WIB
BANDAR LAMPUNG
Minggu, 29 Maret 2020 | 06:00 WIB
PROVINSI RIAU
Kamis, 26 Maret 2020 | 10:00 WIB
SURABAYA
berita pilihan
Senin, 21 September 2020 | 18:41 WIB
BANTUAN LANGSUNG TUNAI
Senin, 21 September 2020 | 17:45 WIB
PROVINSI PAPUA BARAT
Senin, 21 September 2020 | 17:31 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 21 September 2020 | 17:24 WIB
UNIVERSITAS AIRLANGGA
Senin, 21 September 2020 | 17:10 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Senin, 21 September 2020 | 17:02 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 21 September 2020 | 17:00 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Senin, 21 September 2020 | 16:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 21 September 2020 | 16:43 WIB
KEBIJAKAN BEA MASUK
Senin, 21 September 2020 | 16:18 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI