KOTA PEKANBARU

Terjunkan 150 Petugas, Pemkot Galakkan Pendataan Objek Pajak

Aurora K. M. Simanjuntak
Sabtu, 28 Februari 2026 | 12.30 WIB
Terjunkan 150 Petugas, Pemkot Galakkan Pendataan Objek Pajak
<p>Ilustrasi.</p>

PEKANBARU, DDTCNews - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru, Riau, menggalakkan pendataan objek pajak guna mendongkrak penerimaan pajak daerah dan pendapatan asli daerah (PAD) 2026.

Kepala Bapenda Pekanbaru Tengku Denny Muharpan mengatakan kegiatan pendataan ini akan membuat basis data pajak daerah semakin akurat dan lengkap. Bapenda bahkan menurunkan tim pendataan hingga malam hari untuk mengecek langsung kondisi usaha para wajib pajak.

"Ini sebagai salah satu upaya mengawasi dan mendata objek pajak yang ada di Kota Pekanbaru. Aktivitas usaha mereka [wajib pajak] seperti apa, omzetnya berapa, makanya kita turun malam hari," ujarnya, dikutip pada Sabtu (28/2/2026).

Denny mengungkapkan penguatan pendataan menjadi salah satu prioritas utama pemkot pada tahun ini. Saat ini ada 5 tim yang terdiri dari 150 personel UPT Bapenda Kota Pekanbaru yang bertugas melakukan pendataan secara aktif dan menyeluruh.

Petugas akan mendata dengan mendatangi sejumlah lokasi usaha wajib pajak. Adapun wajib pajak yang disasar antara lain penyelenggara reklame, PBB-P2, serta PBJT atas makanan dan minuman.

Denny mencontohkan fokus pendataan PBB diarahkan pada bangunan-bangunan komersial yang belum tercatat dalam database Bapenda. Selain melakukan validasi data objek pajak, menurutnya upaya ini juga bertujuan untuk memaksimalkan pemungutan pajak daerah.

Sementara itu, kegiatan penyisiran objek pajak pada malam hari bertujuan untuk meninjau kondisi usaha wajib pajak. Misal, mendatangi penyelenggara jasa hiburan, serta cafe dan restoran.

Denny meyakini serangkaian kegiatan intensifikasi tersebut dapat mendongkrak kinerja pajak daerah tahun ini. Dengan demikian, PAD 2026 bisa lebih optimal dan mencapai target yang ditetapkan senilai Rp1,3 triliun.

"Kami lakukan juga pendataan pada malam hari untuk mengetahui kondisi riil usaha yang tidak bisa terlihat malam hari. Kita sisir seluruh jalan dan melibatkan seluruh UPT," katanya seperti dilansir riau.harianhaluan.com. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.