Review
Rabu, 02 Desember 2020 | 15:04 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 29 November 2020 | 09:01 WIB
SEKJEN ASOSIASI PERTEKSTILAN INDONESIA RIZAL TANZIL RAKHMAN:
Rabu, 25 November 2020 | 15:33 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 18 November 2020 | 16:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 04 Desember 2020 | 18:15 WIB
KAMUS HUKUM PAJAK
Jum'at, 04 Desember 2020 | 16:10 WIB
PROFIL PAJAK PROVINSI SULAWESI TENGAH
Jum'at, 04 Desember 2020 | 15:45 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 03 Desember 2020 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Data & alat
Jum'at, 04 Desember 2020 | 18:00 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 02 Desember 2020 | 17:31 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Rabu, 02 Desember 2020 | 09:18 WIB
KURS PAJAK 2 DESEMBER - 8 DESEMBER 2020
Jum'at, 27 November 2020 | 17:22 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Komunitas
Sabtu, 05 Desember 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Rabu, 02 Desember 2020 | 15:20 WIB
PODTAX
Rabu, 02 Desember 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:14 WIB
KONFERENSI NASIONAL PERPAJAKAN
Reportase
Glosarium

Selamatkan Perekonomian, OECD Minta AS & China Hentikan Perang Tarif

A+
A-
1
A+
A-
1
Selamatkan Perekonomian, OECD Minta AS & China Hentikan Perang Tarif

Ilustrasi. 

JAKARTA, DDTCNews – Pertumbuhan ekonomi China dan Amerika Serikat diperkirakan akan lebih rendah sekitar 0,2%—0,3% dari rata-rata global pada 2021 dan 2022. Kondisi ini bisa terjadi jika kedua negara tidak berbalik arah untuk menghentikan perang tarif dagang.

Hal tersebut menjadi proyeksi terbaru Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD). Pengenaan tarif yang terlalu tinggi atas impor dari kedua negara juga telah meredam prospek ekonomi global.

“Pertumbuhan ekonomi China dan Amerika Serikat bisa lebih rendah 0,2%—0,3% dari rata-rata pada 2021 dan 2022 jika kedua negara tidak berbalik arah,” demikian pernyataan OECD dalam laporan tersebut, seperti dikutip pada Selasa (22/5/2019).

Baca Juga: Aturan Baru Penagihan Pajak dan Reorganisasi DJP Terpopuler

Amerika Serikat mengenai tarif hingga US$200 miliar atas impor dari China. Adapun tarif impor tersebut dikerek dari 10% menjadi 25%. Sementara itu, China akan memukul balik perlakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan mengerek tarif hingga US$60 miliar pada barang-barang dari Negeri Paman Sam.

OECD memproyeksi perekonomian global hanya akan tumbuh 3,2% pada tahun ini. Angka tersebut tercatat lebih rendah dari perkiraan sebelumnya 3,3%. Jika terjadi, pertumbuhan ekonomi global itu akan menjadi capaian paling lambat sejak 2016. Kondisi ini karena arus perdagangan tumbuh hanya 2,1%.

“Perekonomian dunia akan bergerak sedikit lebih baik tahun depan dengan tingkat pertumbuhan 3,4%, tetapi hanya jika Amerika Serikat dan China mundur dari kenaikan tarif yang diumumkan bulan ini,” imbuh OECD.

Baca Juga: Pemerintah akan Bikin Aturan Baru untuk Perluas Basis Pajak

OECD mengatakan pertumbuhan di China dan Amerika Serikat bisa turun 0,2-0,3% rata-rata pada tahun 2021 dan 2022 jika kedua negara tidak berbalik arah. Tanpa memperhitungkan adanya kenaikan tarif terbaru, ekonomi Amerika Serikat diperkirakan akan melampaui negara maju lainnya dengan pertumbuhan 2,8% tahun ini. Pertumbuhan akan melambat menjadi 2,3% tahun depan.

Seperti dilansir magaoneradio.net, China yang telah berusaha untuk merangsang ekonominya tetap akan menghadapi risiko pertumbuhan yang lebih lambat dari 6,2% tahun ini menjadi 6,0% pada 2020. Angka tersebut menjadi titik terendah dalam 30 tahun.

Investor global akan melihat cakupan dukungan yang akan diberikan Beijing untuk menopang pertumbuhan setelah China melonggarkan kebijakan moneter, memotong pajak, dan mengizinkan pemerintah daerah untuk menerbitkan obligasi khusus untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur. (kaw)

Baca Juga: Tarif Layanan Ekspor Kelapa Sawit Direvisi, Ini Perinciannya

Topik : China, Amerika Serikat, AS, perang dagang, OECD
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 03 Desember 2020 | 18:15 WIB
KINERJA DJBC
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:49 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:15 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
berita pilihan
Sabtu, 05 Desember 2020 | 16:01 WIB
JEPANG
Sabtu, 05 Desember 2020 | 15:01 WIB
KABUPATEN PATI
Sabtu, 05 Desember 2020 | 14:01 WIB
ITALIA
Sabtu, 05 Desember 2020 | 13:01 WIB
RUU PELAPORAN KEUANGAN
Sabtu, 05 Desember 2020 | 11:01 WIB
FILIPINA
Sabtu, 05 Desember 2020 | 09:01 WIB
KABUPATEN SUMBAWA BARAT
Sabtu, 05 Desember 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Sabtu, 05 Desember 2020 | 07:01 WIB
KEBIJAKAN EKSPOR
Sabtu, 05 Desember 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Sabtu, 05 Desember 2020 | 06:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK