Review
Jum'at, 29 Mei 2020 | 05:58 WIB
Seri Tax Control Framework (11)
Kamis, 28 Mei 2020 | 05:22 WIB
Seri Tax Control Framework (10)
Rabu, 27 Mei 2020 | 06:06 WIB
Seri Tax Control Framework (9)
Selasa, 26 Mei 2020 | 14:16 WIB
Seri Tax Control Framework (8)
Fokus
Literasi
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:56 WIB
KAMUS PERPAJAKAN
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:43 WIB
TIPS E-FAKTUR
Jum'at, 29 Mei 2020 | 16:29 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 29 Mei 2020 | 13:30 WIB
PROFIL PAJAK KABUPATEN BANYUWANGI
Data & alat
Rabu, 27 Mei 2020 | 15:03 WIB
STATISTIK IKLIM PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase

Selamatkan Perekonomian, OECD Minta AS & China Hentikan Perang Tarif

A+
A-
1
A+
A-
1
Selamatkan Perekonomian, OECD Minta AS & China Hentikan Perang Tarif

Ilustrasi. 

JAKARTA, DDTCNews – Pertumbuhan ekonomi China dan Amerika Serikat diperkirakan akan lebih rendah sekitar 0,2%—0,3% dari rata-rata global pada 2021 dan 2022. Kondisi ini bisa terjadi jika kedua negara tidak berbalik arah untuk menghentikan perang tarif dagang.

Hal tersebut menjadi proyeksi terbaru Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD). Pengenaan tarif yang terlalu tinggi atas impor dari kedua negara juga telah meredam prospek ekonomi global.

“Pertumbuhan ekonomi China dan Amerika Serikat bisa lebih rendah 0,2%—0,3% dari rata-rata pada 2021 dan 2022 jika kedua negara tidak berbalik arah,” demikian pernyataan OECD dalam laporan tersebut, seperti dikutip pada Selasa (22/5/2019).

Baca Juga: Jokowi Instruksikan Proyek Strategis Nasional Tetap Berjalan

Amerika Serikat mengenai tarif hingga US$200 miliar atas impor dari China. Adapun tarif impor tersebut dikerek dari 10% menjadi 25%. Sementara itu, China akan memukul balik perlakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan mengerek tarif hingga US$60 miliar pada barang-barang dari Negeri Paman Sam.

OECD memproyeksi perekonomian global hanya akan tumbuh 3,2% pada tahun ini. Angka tersebut tercatat lebih rendah dari perkiraan sebelumnya 3,3%. Jika terjadi, pertumbuhan ekonomi global itu akan menjadi capaian paling lambat sejak 2016. Kondisi ini karena arus perdagangan tumbuh hanya 2,1%.

“Perekonomian dunia akan bergerak sedikit lebih baik tahun depan dengan tingkat pertumbuhan 3,4%, tetapi hanya jika Amerika Serikat dan China mundur dari kenaikan tarif yang diumumkan bulan ini,” imbuh OECD.

Baca Juga: Pelaporan Insentif Pajak dan Kebijakan WFH Fiskus Jadi Terpopuler

OECD mengatakan pertumbuhan di China dan Amerika Serikat bisa turun 0,2-0,3% rata-rata pada tahun 2021 dan 2022 jika kedua negara tidak berbalik arah. Tanpa memperhitungkan adanya kenaikan tarif terbaru, ekonomi Amerika Serikat diperkirakan akan melampaui negara maju lainnya dengan pertumbuhan 2,8% tahun ini. Pertumbuhan akan melambat menjadi 2,3% tahun depan.

Seperti dilansir magaoneradio.net, China yang telah berusaha untuk merangsang ekonominya tetap akan menghadapi risiko pertumbuhan yang lebih lambat dari 6,2% tahun ini menjadi 6,0% pada 2020. Angka tersebut menjadi titik terendah dalam 30 tahun.

Investor global akan melihat cakupan dukungan yang akan diberikan Beijing untuk menopang pertumbuhan setelah China melonggarkan kebijakan moneter, memotong pajak, dan mengizinkan pemerintah daerah untuk menerbitkan obligasi khusus untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur. (kaw)

Baca Juga: Uni Eropa Sebut Penghindaran Pajak Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi?
Topik : China, Amerika Serikat, AS, perang dagang, OECD
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 28 Mei 2020 | 13:28 WIB
AMERIKA SERIKAT
Kamis, 28 Mei 2020 | 11:45 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Kamis, 28 Mei 2020 | 11:30 WIB
SE-25/2020
berita pilihan
Sabtu, 30 Mei 2020 | 08:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Sabtu, 30 Mei 2020 | 07:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Jum'at, 29 Mei 2020 | 22:19 WIB
PPN PRODUK DIGITAL
Jum'at, 29 Mei 2020 | 21:58 WIB
EKONOMI DIGITAL
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:56 WIB
KAMUS PERPAJAKAN
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:43 WIB
TIPS E-FAKTUR
Jum'at, 29 Mei 2020 | 16:51 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Jum'at, 29 Mei 2020 | 16:29 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 29 Mei 2020 | 15:57 WIB
EFEK VIRUS CORONA