Review
Kamis, 01 Desember 2022 | 16:52 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 30 November 2022 | 11:27 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 29 November 2022 | 15:48 WIB
KONSULTASI UU HPP
Kamis, 24 November 2022 | 09:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 30 November 2022 | 10:11 WIB
KURS PAJAK 30 NOVEMBER - 06 DESEMBER 2022
Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 23 NOVEMBER - 29 NOVEMBER 2022
Rabu, 16 November 2022 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 16 NOVEMBER - 22 NOVEMBER 2022
Rabu, 09 November 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 09 NOVEMBER - 15 NOVEMBER 2022
Reportase

Putusan MK Soal Pajak Alat Berat Dinilai Surutkan PAD

A+
A-
0
A+
A-
0
Putusan MK Soal Pajak Alat Berat Dinilai Surutkan PAD

SAMARINDA, DDTCNews – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait judicial review Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) berpotensi menurunkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya dari pajak alat berat.

Pengamat Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman Samarinda Aji Sofyan Effendi mengatakan melalui putusan MK itu, kini alat-alat berat seperti buldoser, ekskavator, traktor, dan dump truck tidak dapat dikenakan pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), yang kontribusinya terhadap PADA rata-rata Rp33 miliar per tahun.

"Tak hanya Kaltim yang akan terkena dampaknya. Tapi seluruh Indonesia," ujarnya di Samarinda, Minggu (22/10).

Baca Juga: Kepatuhan WP Membaik, Penerimaan Pajak Daerah Lampaui Target

Kendati demikian, Aji menjelaskan bawa alat berat yang beroperasi di Kaltim juga digunakan sebagai alat produksi baik di sektor hutan, batu bara maupun galian dan lainnya. Menurutnya putusan MK akan membuat pengusaha membeli alat berat secara masif karena terbebas dari pajak.

Meski begitu dia menyadari putusan MK bersifat wajib dan mengikat secara hukum, sehingga pemerintah setempat harus melaksanakannya. Dia pun menyarankan pemerintah setempat harus mencari celah untuk mengenakan pajak terhadap alat berat selain PKB, sekaligus menghormati putusan MK atas uji kelayakan UU PDRD terkait penghapusan pajak alat berat.

Sebegai informasi, judicial review UU 28/2009 yang diajukan oleh tiga perusahaan, yaitu PT Tunas Jaya Pratama, PT Mappasindo, dan PT Gunungbayan Pratamacoal, terkait dengan Pasal 1 Angka 13, Pasal 5 Ayat (2), Pasal 6 Ayat (4), dan Pasal 12 Ayat (2) UU PDRD.

Baca Juga: Patuhi UU HKPD, Samarinda Bakal Atur Seluruh Jenis Pajak dalam 1 Perda

Meskipun MK telah mengecualikan alat-alat berat sebagai objek kena pajak kendaran bermotor, namun bukan berarti alat-alat berat tidak bisa dikenakan pajak.

Hakim konstitusi I Dewa Gede Palguna menyampaikan bahwa pajak tetap dikenakan selama regulasi yang baru belum diterbitkan. "Terhadap alat-alat berat berat tetap dikenakan pajak berdasarkan ketentuan undang-undang yang lama," kata Palguna seperti dikutip dari laman MK.

Akan tetapi, lanjut dia, jika dalam kurun waktu tiga tahun pembuat undang-undang belum melakukan perubahan terhadap UU 28/2009, maka UU tersebut tidak bisa dijadikan acuan untuk menarik pajak terhadap alat-alat berat.

Baca Juga: Dibantu Kades Hingga Camat, Setoran PBB dan BPHTB Akhirnya Capai 100%

"Apabila tenggat waktu untuk melakukan perubahan UU tersebut telah terlampaui dan UU yang baru belum juga diundangkan maka terhadap alat berat tidak boleh lagi dikenakan pajak berdasarkan UU yang lama," ujarnya.

Terkait putusan tersebut, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim Ismiati mengklaim tren pembayaran pajak alat berat tetap positif. “Komunikasi yang baik antara kami dengan perusahaan, pembayaran pajak tetap saja,” tutur Ismiati seperti dilansir kaltim.prokal.co.

Selain itu, Ismiati menjabarkan sekitar 5.287 unit atau 91,2% dari total 5.878 alat berat di Kaltim membayar pajak dan berkontribusi rata-rata Rp33 miliar per tahun. Menurutnya, Pemda tetap menagih 591 unit alat berat yang tidak disetorkan pajaknya. (Amu)

Baca Juga: Jelang Penghapusan Data STNK, Pemutihan Pajak Kendaraan Diperpanjang

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : pajak daerah, pajak alat berat, provinsi kalimantan timur

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 21 November 2022 | 09:30 WIB
PROVINSI BANGKA BELITUNG

Segera Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan Sebelum Sanksi Hapus STNK

Minggu, 20 November 2022 | 10:30 WIB
PMK 70/2022

Tak Masuk Jasa Perhotelan, Sewa Unit dan Ruangan Ini Kena PPN

Minggu, 20 November 2022 | 09:00 WIB
PMK 70/2022

Makanan & Minuman yang Disediakan oleh 3 Jenis Pengusaha Ini Kena PPN

Sabtu, 19 November 2022 | 10:30 WIB
PROVINSI KEPULAUAN RIAU

Berakhir Bulan Ini! WP Diimbau Segera Manfaatkan Pemutihan Pajak

berita pilihan

Kamis, 01 Desember 2022 | 19:30 WIB
BEA METERAI

Dokumen yang Wajib Dikenakan Bea Meterai, Ini Sanksinya Jika Tak Lunas

Kamis, 01 Desember 2022 | 19:00 WIB
KP2KP PINRANG

Dapat SK Pensiun, ASN Diimbau Segera Ajukan Penonaktifan NPWP

Kamis, 01 Desember 2022 | 18:48 WIB
PAJAK PENGHASILAN

Soal Penghitungan PPh Natura, DJP Minta Wajib Pajak Tunggu Ini

Kamis, 01 Desember 2022 | 18:30 WIB
BEA METERAI

Awas! e-Meterai Tidak Boleh Menumpuk dengan Tanda Tangan

Kamis, 01 Desember 2022 | 18:15 WIB
KP2KP SIDRAP

Bayar PPh Final 0,5%, WP UMKM Diimbau Lakukan Pencatatan Lebih Dulu

Kamis, 01 Desember 2022 | 18:00 WIB
BADAN PUSAT STATISTIK

Ada Tren Kenaikan Harga Beras Hingga Telur Ayam Ras, Ini Kata BPS

Kamis, 01 Desember 2022 | 17:47 WIB
UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA

Catat! Upah Minimum Kabupaten/Kota Diumumkan Paling Lambat Pekan Depan

Kamis, 01 Desember 2022 | 17:38 WIB
PMK 171/2022

Sri Mulyani Rilis Peraturan Baru Soal Pengelolaan Insentif Fiskal

Kamis, 01 Desember 2022 | 17:34 WIB
KABUPATEN PONOROGO

Kepatuhan WP Membaik, Penerimaan Pajak Daerah Lampaui Target

Kamis, 01 Desember 2022 | 17:18 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Masuk Desember, Belanja Pemerintah Pusat dan Pemda Bakal Dikebut