Fokus
Data & alat
Kamis, 09 April 2020 | 14:58 WIB
STATISTIK PAJAK WARISAN
Rabu, 08 April 2020 | 09:12 WIB
KURS PAJAK 8 APRIL-14 APRIL 2020
Selasa, 07 April 2020 | 13:30 WIB
STATISTIK DAYA SAING PAJAK
Jum'at, 03 April 2020 | 17:01 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Komunitas
Kamis, 09 April 2020 | 15:59 WIB
EDUKASI PAJAK
Selasa, 07 April 2020 | 17:08 WIB
UNIVERSITAS DIPONEGORO
Selasa, 07 April 2020 | 16:45 WIB
STISIPOL PAHLAWAN 12 BANGKA
Kamis, 02 April 2020 | 15:11 WIB
LEE JI-EUN:
Reportase

Pengumuman! Layanan Lewat Telepon Kring Pajak Dihentikan Sementara

A+
A-
4
A+
A-
4
Pengumuman! Layanan Lewat Telepon Kring Pajak Dihentikan Sementara

Poster dari Ditjen Pajak. 

JAKARTA, DDTCNews – Konsultasi langsung melalui telepon contact center Ditjen Pajak, Kring Pajak, untuk sementara dihentikan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran virus Corona.

Penghentian sementara itu diumumkan Ditjen Pajak (DJP) melalui akun media sosial. Dalam pengumuman itu disebutkan agen Kring Pajak saat ini bekerja dari rumah (work from home). Simak artikel ‘Dirjen Pajak Rilis SE Lanjutan Soal Pencegahan Penyebaran Virus Corona’.

“Untuk mendukung upaya pemerintah mencegah penyebaran COVID-19, agen Kring Pajak kini bekerja dari rumah. Untuk sementara, konsultasi langsung melalui telepon dialihkan,” demikian informasi yang disampaikan DJP melalui akun Instagram-nya, seperti dikutip pada Kamis (26/3/2020).

Baca Juga: Pungutan Pajak Diprediksi Meningkat Setelah Pandemi Corona Berlalu

Kendati konsultasi langsung melalui telepon dihentikan, wajib pajak masih tetap dapat menggunakan pelayanan Kring Pajak melalui sejumlah saluran lain. Saluran tersebut merupakan saluran resmi bagian dari contact center DJP.

Pertama, akun Twitter @kring_pajak. Kedua, surat elektronik (email) [email protected] untuk informasi pajak. Ketiga, surat elektronik (email) [email protected] untuk pengaduan. Keempat, live chat di situs web www.pajak.go.id.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Jaga kesehatan Anda, jaga jarak fisik, dan tetap di rumah!” ujar DJP.

Baca Juga: Ini 4 Insentif Pajak Baru Terkait Barang & Jasa untuk Tangani Corona

Seperti diketahui, melalui Keputusan Dirjen Pajak No.KEP-156/PJ/2020, Dirjen Pajak menetapkan keadaan sebagai akibat penyebaran virus Corona sejak 14 Maret 2020 sampai dengan 30 April 2020. Keadaan itu dianggap sebagai keadaan kahar (force majeur).

Sampai dengan 5 April 2020, pelayanan langsung (tatap muka) ditutup sementara. DJP juga memberikan sejumlah relaksasi kebijakan pajak, seperti penghapusan sanksi administrasi keterlambatan pelaporan SPT hingga perpanjangan waktu penyampaian upaya hukum oleh wajib pajak. Simak artikel ‘Simak, 4 Relaksasi Kebijakan Pajak untuk Cegah Penyebaran Virus Corona’. (kaw)

View this post on Instagram

A post shared by Direktorat Jenderal Pajak (@ditjenpajakri) on

Baca Juga: Wah, Ada Beleid Insentif PPN Barang & Jasa untuk Penanganan Covid-19

“Untuk mendukung upaya pemerintah mencegah penyebaran COVID-19, agen Kring Pajak kini bekerja dari rumah. Untuk sementara, konsultasi langsung melalui telepon dialihkan,” demikian informasi yang disampaikan DJP melalui akun Instagram-nya, seperti dikutip pada Kamis (26/3/2020).

Baca Juga: Pungutan Pajak Diprediksi Meningkat Setelah Pandemi Corona Berlalu

Kendati konsultasi langsung melalui telepon dihentikan, wajib pajak masih tetap dapat menggunakan pelayanan Kring Pajak melalui sejumlah saluran lain. Saluran tersebut merupakan saluran resmi bagian dari contact center DJP.

Pertama, akun Twitter @kring_pajak. Kedua, surat elektronik (email) [email protected] untuk informasi pajak. Ketiga, surat elektronik (email) [email protected] untuk pengaduan. Keempat, live chat di situs web www.pajak.go.id.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Jaga kesehatan Anda, jaga jarak fisik, dan tetap di rumah!” ujar DJP.

Baca Juga: Ini 4 Insentif Pajak Baru Terkait Barang & Jasa untuk Tangani Corona

Seperti diketahui, melalui Keputusan Dirjen Pajak No.KEP-156/PJ/2020, Dirjen Pajak menetapkan keadaan sebagai akibat penyebaran virus Corona sejak 14 Maret 2020 sampai dengan 30 April 2020. Keadaan itu dianggap sebagai keadaan kahar (force majeur).

Sampai dengan 5 April 2020, pelayanan langsung (tatap muka) ditutup sementara. DJP juga memberikan sejumlah relaksasi kebijakan pajak, seperti penghapusan sanksi administrasi keterlambatan pelaporan SPT hingga perpanjangan waktu penyampaian upaya hukum oleh wajib pajak. Simak artikel ‘Simak, 4 Relaksasi Kebijakan Pajak untuk Cegah Penyebaran Virus Corona’. (kaw)

View this post on Instagram

A post shared by Direktorat Jenderal Pajak (@ditjenpajakri) on

Baca Juga: Wah, Ada Beleid Insentif PPN Barang & Jasa untuk Penanganan Covid-19
Topik : virus Corona, Kring Pajak, Ditjen Pajak, DJP
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
0/1000
artikel terkait
Rabu, 08 April 2020 | 14:19 WIB
PELAPORAN SPT
Rabu, 08 April 2020 | 13:36 WIB
BANTUAN SOSIAL
Rabu, 08 April 2020 | 12:00 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Rabu, 08 April 2020 | 11:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
berita pilihan
Jum'at, 10 April 2020 | 06:00 WIB
KOTA DEPOK
Kamis, 09 April 2020 | 19:19 WIB
PMK 28/2020
Kamis, 09 April 2020 | 18:31 WIB
PMK 28/2020
Kamis, 09 April 2020 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 09 April 2020 | 17:56 WIB
DKI JAKARTA
Kamis, 09 April 2020 | 17:35 WIB
PENGADILAN PAJAK (5)
Kamis, 09 April 2020 | 17:32 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Kamis, 09 April 2020 | 17:09 WIB
STIMULUS ATASI VIRUS CORONA