Fokus
Data & Alat
Rabu, 23 Juni 2021 | 10:02 WIB
KURS PAJAK 23 JUNI 2021-29 JUNI 2021
Senin, 21 Juni 2021 | 11:15 WIB
STATISTIK TARIF PAJAK
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:50 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 16 JUNI 2021-22 JUNI 2021
Reportase
Perpajakan.id

Penerimaan Pajak Kekayaan Sudah 74% dari Target

A+
A-
2
A+
A-
2
Penerimaan Pajak Kekayaan Sudah 74% dari Target

Ilustrasi. 

BUENOS AIRES, DDTCNews – Argentina berhasil mengumpulkan penerimaan dari pengenaan pajak kekayaan mencapai ARS223 miliar atau sekitar Rp34 triliun.

Penerimaan yang berhasil dikumpulkan tersebut mencapai 74% dari target senilai ARS300 miliar. Jumlah tersebut lebih tinggi dari estimasi awal. Adapun penerapan pajak kekayaan baru diterapkan Pemerintah Argentina pada tahun ini.

“Total pajak kekayaan yang berhasil dikumpulkan ternyata lebih tinggi dari perkiraan. Total pajak kekayaan yang terkumpul setara dengan 0,5% produk domestik bruto,” ujar salah satu firma konsultan pajak di Argentina, Alberdi Partners, dikutip pada Kamis (6/5/2021).

Baca Juga: Upaya Reformasi Pajak Orang Kaya, Bagaimana Agar Optimal?

Seperti diketahui, Pemerintah Argentina mengenakan pajak kekayaan hanya sekali pada 2021. Pajak kekayaan diperlukan untuk mendanai kebutuhan anggaran penanganan pandemi Covid-19.

Pajak ini berlaku atas wajib pajak dengan kekayaan lebih dari ARS200 juta. Berdasarkan pada catatan terbaru, terdapat 10.000 orang kaya yang memenuhi threshold tersebut dan wajib membayar pajak kekayaan.

Berdasarkan pada beleid pajak kekayaan tersebut, orang kaya wajib membayar pajak kekayaan dengan tarif sebesar 3,5% dan 5,25%. Bila harta ditempatkan di Argentina, tarif yang dikenakan sebesar 3,5%. Atas kekayaan yang ditempatkan di luar negeri, tarif naik menjadi 5,25%.

Baca Juga: Besok, Layanan Telepon Kring Pajak Mulai Beroperasi Lagi

Pada perkembangannya, pajak ini sempat dipandang gagal mengingat banyaknya orang kaya yang menolak untuk membayar pajak kekayaan. Pada awal April sempat tercatat hanya 2% orang kaya yang membayar pajak kekayaan.

Meskipun realisasi penerimaan yang diterima pemerintah tergolong tinggi, banyak pakar yang menilai masih ada kekayaan yang belum terdeteksi fiskus dan disembunyikan wajib pajak.

“Publikasi data oleh otoritas adalah upaya fiskus untuk menunjukkan banyak orang yang telah membayar pajak kekayaan. Namun, data tersebut tidak mencerminkan realitas yang sebenarnya," ujar CEO Sasovsky & Asociados Ivan Sasovsky, seperti dilansir batimes.com.ar. (kaw)

Baca Juga: Rekomendasi IMF dalam Mendesain Administrasi Pajak Orang Kaya

Topik : Argentina, pajak orang kaya, pajak kekayaan, wealth tax, virus Corona
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 03 Mei 2021 | 16:21 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Minggu, 02 Mei 2021 | 06:01 WIB
PAJAK KEKAYAAN
Selasa, 27 April 2021 | 16:13 WIB
VAKSIN COVID-19
Senin, 26 April 2021 | 12:45 WIB
KOLOMBIA
berita pilihan
Kamis, 24 Juni 2021 | 19:09 WIB
REVISI UU KUP
Kamis, 24 Juni 2021 | 19:00 WIB
PENEGAKAN HUKUM
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:35 WIB
SPANYOL
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:30 WIB
KABUPATEN CIAMIS
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:20 WIB
KABUPATEN MEMPAWAH
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:05 WIB
KABUPATEN SANGGAU
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:00 WIB
AUDIT KEUANGAN NEGARA
Kamis, 24 Juni 2021 | 17:43 WIB
LKPP 2020
Kamis, 24 Juni 2021 | 17:04 WIB
PELAYANAN PAJAK
Kamis, 24 Juni 2021 | 17:00 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA