Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Penerima Insentif Tax Holiday Terus Bertambah

1
1

Ilustrasi gedung DJP.

JAKARTA, DDTCNews – Fasilitas insentif tax holiday banyak diminati pelaku usaha. Jumlah pengusaha yang mendapat fasilitas ini secara konsisten terus bertambah.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama mengatakan hingga akhir Agustus 2019, Ditjen Pajak (DJP) memberikan lampu hijau insentif tax holiday kepada 36 investor. Jumlah tersebut naik dari posisi akhir Juli 2019 yang mencapai 31 investor.

“Insentif tax holiday dari pertengahan 2018 sampai akhir Agustus kemarin, DJP telah memberikan persetujuan terhadap 36 investor,” katanya kepada DDTCNews, Kamis (10/10/2019).

Baca Juga: Netralisasi Efek Perlambatan Ekonomi Global, Sri Mulyani Pakai APBN

Kemudian dari sisi komitmen nilai invetasi, Hestu menyebutkan nilainya lebih dari Rp451 triliun. Komitmen investasi tersebut naik dari rilis terakhir DJP yang menyebutkan nilai komitmen invetasi lewat insentif tax holiday mencapai Rp354,7 triliun pada Juli lalu.

Hal tersebut, lanjut Hestu, menjadi komitmen otoritas fiskal untuk menggairahkan ekspansi pelaku usaha melalui relaksasi kebijakan pajak. Dengan demikian, kebijakan pajak menjadi alat efektif untuk menstimulus perekonomian yang cenderung lesu saat ini.

Seperti diketahui, dalam laporan terakhir DJP terkait implementasi insentif tax holiday, sebagian besar negara asal investor berasal di kawasan Asia dan juga dari dalam negeri. Investor tersebut antara lain berasal dari China, Singapura, Hong Kong, Jepang, dan Korea Selatan. Ada pula investor dari Malaysia, Belanda, Thailand, dan British Virgin Island.

Baca Juga: Tingkatkan Investasi, BKPM Teken MoU dengan Himpunan Kawasan Industri

Fasilitas Tax Holiday ini menjadi salah satu bagian dalam paket kebijakan ekonomi XVI. Pemerintah mengeluarkan ketentuan baru tax holiday dalam Peraturan Menteri Keuangan No.150/PMK.010/2018. Selain memperkenalkan mini tax holiday dan menambah industri pionir, pemerintah memakai sistem online single submission (OSS) untuk pengajuan tax holiday.

Terdapat 18 kategori industri pionir yang berhak mendapatkan fasilitas insentif tax holiday 100% dengan nilai investasi paling sedikit Rp500 miliar. Anda bisa melihat 18 kategori industri pionir tersebut di laman ini. (kaw)

Baca Juga: Kemandirian Fiskal Pengaruhi Perhitungan Dana Insentif Daerah

“Insentif tax holiday dari pertengahan 2018 sampai akhir Agustus kemarin, DJP telah memberikan persetujuan terhadap 36 investor,” katanya kepada DDTCNews, Kamis (10/10/2019).

Baca Juga: Netralisasi Efek Perlambatan Ekonomi Global, Sri Mulyani Pakai APBN

Kemudian dari sisi komitmen nilai invetasi, Hestu menyebutkan nilainya lebih dari Rp451 triliun. Komitmen investasi tersebut naik dari rilis terakhir DJP yang menyebutkan nilai komitmen invetasi lewat insentif tax holiday mencapai Rp354,7 triliun pada Juli lalu.

Hal tersebut, lanjut Hestu, menjadi komitmen otoritas fiskal untuk menggairahkan ekspansi pelaku usaha melalui relaksasi kebijakan pajak. Dengan demikian, kebijakan pajak menjadi alat efektif untuk menstimulus perekonomian yang cenderung lesu saat ini.

Seperti diketahui, dalam laporan terakhir DJP terkait implementasi insentif tax holiday, sebagian besar negara asal investor berasal di kawasan Asia dan juga dari dalam negeri. Investor tersebut antara lain berasal dari China, Singapura, Hong Kong, Jepang, dan Korea Selatan. Ada pula investor dari Malaysia, Belanda, Thailand, dan British Virgin Island.

Baca Juga: Tingkatkan Investasi, BKPM Teken MoU dengan Himpunan Kawasan Industri

Fasilitas Tax Holiday ini menjadi salah satu bagian dalam paket kebijakan ekonomi XVI. Pemerintah mengeluarkan ketentuan baru tax holiday dalam Peraturan Menteri Keuangan No.150/PMK.010/2018. Selain memperkenalkan mini tax holiday dan menambah industri pionir, pemerintah memakai sistem online single submission (OSS) untuk pengajuan tax holiday.

Terdapat 18 kategori industri pionir yang berhak mendapatkan fasilitas insentif tax holiday 100% dengan nilai investasi paling sedikit Rp500 miliar. Anda bisa melihat 18 kategori industri pionir tersebut di laman ini. (kaw)

Baca Juga: Kemandirian Fiskal Pengaruhi Perhitungan Dana Insentif Daerah
Topik : insentif, insentif pajak, tax holiday
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Selasa, 21 Juni 2016 | 16:31 WIB
RUU PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 14 Juli 2016 | 10:38 WIB
KEBIJAKAN PAJAK 2017
Kamis, 14 Juli 2016 | 13:25 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 14 Juli 2016 | 14:58 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
berita pilihan
Selasa, 04 Desember 2018 | 14:21 WIB
KEBIJAKAN ANGGARAN
Senin, 24 Oktober 2016 | 14:02 WIB
TAX AMNESTY
Kamis, 25 April 2019 | 13:16 WIB
PEMBANGKIT LISTRIK
Jum'at, 26 April 2019 | 18:57 WIB
PERPAJAKAN INDONESIA
Rabu, 21 November 2018 | 14:53 WIB
PENERIMAAN NEGARA
Kamis, 06 Juni 2019 | 08:15 WIB
REFORMASI PAJAK
Rabu, 10 Juli 2019 | 10:31 WIB
INSENTIF FISKAL
Selasa, 07 Mei 2019 | 15:33 WIB
REFORMA AGRARIA
Rabu, 10 Juli 2019 | 12:54 WIB
HARI PAJAK 14 JULI
Selasa, 07 Mei 2019 | 16:20 WIB
INSENTIF FISKAL