Fokus
Literasi
Senin, 17 Januari 2022 | 18:00 WIB
KAMUS BEA METERAI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 21:24 WIB
PROFIL PAJAK KOTA PADANG
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:45 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:36 WIB
KAMUS KEBIJAKAN FISKAL
Data & Alat
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Rabu, 29 Desember 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 29 DESEMBER 2021 - 4 JANUARI 2022
Reportase
Perpajakan.id

Penerbitan Kertas Merah PBB Dihentikan, Ini Alasannya

A+
A-
2
A+
A-
2
Penerbitan Kertas Merah PBB Dihentikan, Ini Alasannya

Ilustrasi.

DEPOK, DDTCNews - Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok resmi menghentikan pemberian surat tanda terima setoran (STTS) atau kertas merah sebagai bukti pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB).

Kepala Bidang Pajak Daerah II BKD Kota Depok Muhammad Reza mengatakan untuk mengetahui status pembayaran PBB pada setiap tahun pajak, wajib pajak cukup mengeceknya secara online. Pengecekan melalui situs web PBB Kota Depok atau aplikasi Depok Single Window (DSW).

"STTS atau yang sering disebut kertas merah PBB itu kan hanya Bank BJB yang mengeluarkan, sedangkan saat ini marketplace pembayaran kita sudah banyak. Untuk itu, per hari ini STTS resmi dihilangkan," ujarnya, dikutip pada Jumat (13/8/2021).

Baca Juga: Warga DKI Bakal Bisa Cicil PBB, Tinggal Tunggu Persetujuan Anies

Terpenuhinya kewajiban pembayaran PBB tidak ditunjukkan dengan adanya STTS yang selama ini diterima wajib pajak. Struk yang dikeluarkan marketplace sudah menjadi bukti kuat wajib pajak telah memenuhi kewajiban PBB-nya.

"Sebelumnya masih ada [kertas merah] karena menghabiskan sisa pengadaan. Per hari ini, kita sudah tidak menggunakannya lagi," ujar Reza.

Reza juga kembali mengimbau kepada wajib pajak PBB di Kota Depok untuk segera memenuhi kewajiban pembayaran pajaknya. Adapun pada tahun ini, jatuh tempo pembayaran PBB adalah 31 Agustus 2021.

Baca Juga: Mudahkan Bayar Pajak Kendaraan, 500 Bumdes Bakal Layani e-Samdes

Untuk mempermudah wajib pajak, PBB sudah bisa dibayar melalui berbagai channel yang disediakan Kota Depok. Wajib pajak dapat melakukan pembayaran melalui loket PBB yang tersebar di kantor kecamatan, Bank BJB, BTN, Kantor Pos, dan marketplace seperti Tokopedia.

“Kami juga berupaya memperluas channel pembayaran dengan melibatkan marketplace,” imbuhnya, seperti dilansir wartadepok.com. (kaw)

Baca Juga: Serupa UU Ciptaker, UU HKPD Izinkan Pemerintah Ubah Tarif Pajak Daerah
Topik : Kota Depok, pajak bumi dan bangunan, PBB, surat tanda terima setoran. STTS, pajak daerah

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 12 Januari 2022 | 18:11 WIB
KAMUS PAJAK DAERAH

Apa Itu Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT)?

Rabu, 12 Januari 2022 | 10:47 WIB
UU HKPD

Sudah Diteken Presiden Jokowi, UU HKPD Resmi Diundangkan

Rabu, 12 Januari 2022 | 10:00 WIB
KOTA PALEMBANG

Kejar PAD Rp1,07 Triliun, Kinerja Pegawai Pajak Dievaluasi Per 6 Bulan

berita pilihan

Selasa, 18 Januari 2022 | 19:37 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pengumuman! Tahun Ini Tak Ada Rekrutmen CPNS, Kecuali untuk Kedinasan

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:30 WIB
POLANDIA

Redam Inflasi, Program Keringanan Pajak Berlaku Mulai 1 Februari

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:24 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Tanpa Harus ke Kantor Pajak, Ini Solusi Lupa EFIN dari DJP

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:07 WIB
INSENTIF PAJAK

Soal Insentif PPN Sewa Toko Ditanggung Pemerintah, Ini Kata DJP

Selasa, 18 Januari 2022 | 17:49 WIB
KP2KP BANAWA

Petugas Pajak Datangi Kantor Kecamatan, Ingatkan ASN Lapor SPT

Selasa, 18 Januari 2022 | 17:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Masuk 2022, Jutaan SPT Tahun Pajak 2020 Masih Belum Diproses

Selasa, 18 Januari 2022 | 17:00 WIB
PELAPORAN SPT TAHUNAN

WP Jangan Lupa! Dividen Bebas Pajak Perlu Dilaporkan di SPT Tahunan

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:33 WIB
PENANGANAN COVID-19

Omicron Naik, Jokowi Minta Warga 'Rem' Bepergian & Bekerja dari Rumah

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:30 WIB
THAILAND

Mantan Kepala SEC Beberkan Kelemahan Kebijakan Pajak Cryptocurreny