Review
Rabu, 19 Januari 2022 | 15:20 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 11:15 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:15 WIB
DIRJEN PERIMBANGAN KEUANGAN ASTERA PRIMANTO BHAKTI:
Fokus
Literasi
Jum'at, 21 Januari 2022 | 19:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 21 Januari 2022 | 17:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 21 Januari 2022 | 17:05 WIB
PROFIL PAJAK KOTA TASIKMALAYA
Jum'at, 21 Januari 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Reportase
Perpajakan.id

Pembahasan Makin Alot, Wacana Pajak Capital Gain Tuai Penolakan

A+
A-
0
A+
A-
0
Pembahasan Makin Alot, Wacana Pajak Capital Gain Tuai Penolakan

Ilustrasi.

KUALA LUMPUR, DDTCNews - Langkah pemerintah Malaysia untuk menambah sumber penerimaan pajak baru seperti windfall tax dan capital gain atas saham terganjal.

Sekjen Partai Aksi Demokratis Lim Guan Eng menyatakan partainya menentang rencana pemerintah menerapkan pajak capital gain, termasuk pajak warisan. Menurutnya, pengenaan pajak baru akan membuat Malaysia tidak kompetitif di tengah persaingan ekonomi global.

"Saya menolak karena akan membuat Malaysia kurang kompetitif, terutama karena kita telah menjadi salah satu negara yang menerapkan tarif pajak badan tertinggi di antara 60 ekonomi terbesar dunia," katanya, dikutip Selasa (5/10/2021).

Baca Juga: 100 Miliarder Dunia Minta Dipajaki Lebih Tinggi, Ada Apa?

Lim menilai pengenaan pajak baru seperti pajak capital gain akan menjadi penghambat pemulihan ekonomi Malaysia. Menurutnya, wacana pajak capital gain juga ditolak oleh sebagian besar partai di parlemen ketika dia menjadi menteri keuangan.

Dia pun mendesak pemerintah memprioritaskan pemberian membantu yang lebih besar untuk mendorong pemulihan bisnis wajib pajak. Menurutnya, pemberian stimulus tambahan akan mempercepat ekonomi Malaysia keluar dari resesi.

Dengan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya membaik, Lim berharap pemerintah tidak menambah beban para wajib pajak seperti mengenakan jenis pajak baru.

Baca Juga: Capres Korea Selatan Janji Samakan Perlakuan Pajak Kripto dengan Saham

"Jangan memiskinkan rakyat lebih jauh dengan mengenakan pajak tambahan," ujarnya, dilansir freemalaysiatoday.com.

Sebelumnya, Deputi Menteri Keuangan Yamani Hafez Musa menyatakan pemerintah mengkaji sejumlah peluang untuk meningkatkan penerimaan pajak seperti pengenaan windfall tax dengan menerapkan tarif pajak satu tingkat lebih tinggi pada perusahaan yang tengah booming.

Selain itu, kebijakan lain yang juga dipertimbangkan yakni mengenakan pajak capital gain atas saham. Jika diterapkan, kedua strategi itu diperkirakan akan berkontribusi besar pada pengumpulan pajak. (sap)

Baca Juga: Bergerak Dinamis, Rupiah Kembali Menguat Terhadap Dolar AS

Topik : capital gain, windfall tax, saham, Malaysia

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 20 Desember 2021 | 11:00 WIB
IRLANDIA

Menang Banding, Pengusaha Terhindar dari Tagihan Pajak Rp122 Miliar

Jum'at, 17 Desember 2021 | 17:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Harta yang Diungkap di PPS Bisa Diinvestasikan Lewat IPO

Kamis, 16 Desember 2021 | 18:30 WIB
MALAYSIA

Tak Perlu Izin WP, Otoritas Pajak Bisa Ajukan Akses Rekening Bank

berita pilihan

Senin, 24 Januari 2022 | 11:30 WIB
ORI021

Pemerintah Tawarkan ORI021 dengan Kupon 4,9%, Tertarik?

Senin, 24 Januari 2022 | 11:00 WIB
PERPRES 2/2022

Ada Soal Insentif Pajak, Jokowi Rilis Perpres Pengembangan Wirausaha

Senin, 24 Januari 2022 | 10:30 WIB
BELGIA

Banyak Fraud, Uni Eropa Ingin Ubah Ketentuan PPN

Senin, 24 Januari 2022 | 10:00 WIB
KOTA BALIKPAPAN

Kejar Penerimaan Rp850 Miliar, Pembayaran Pajak Online Dioptimalkan

Senin, 24 Januari 2022 | 09:25 WIB
DATA PPS HARI INI

Data 23 Januari 2022: Sudah 6.867 Wajib Pajak Ikut PPS

Senin, 24 Januari 2022 | 08:39 WIB
SUSUNAN DALAM SATU NASKAH KETENTUAN PERPAJAKAN

Unduh di Sini! Susunan Dalam Satu Naskah Ketentuan PPS Dirilis

Senin, 24 Januari 2022 | 08:15 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Soal Pajak Penghasilan Selain Uang atau Natura, Wamenkeu Pastikan Ini

Minggu, 23 Januari 2022 | 15:00 WIB
KP2KP MOJOSARI

Lapor SPT Tahunan Lebih Awal, Tiga Pengusaha Dapat Apresiasi

Minggu, 23 Januari 2022 | 13:00 WIB
KOTA SURAKARTA

Siap-Siap! SPPT Pajak Bumi dan Bangunan Langsung Dikirim ke Rumah