Review
Kamis, 28 Mei 2020 | 05:22 WIB
Seri Tax Control Framework (10)
Rabu, 27 Mei 2020 | 06:06 WIB
Seri Tax Control Framework (9)
Selasa, 26 Mei 2020 | 14:16 WIB
Seri Tax Control Framework (8)
Selasa, 26 Mei 2020 | 10:01 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 27 Mei 2020 | 15:03 WIB
STATISTIK IKLIM PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase

Pelaku E-Commerce Minta Insentif Tambahan

A+
A-
1
A+
A-
1
Pelaku E-Commerce Minta Insentif Tambahan

Ilustrasi.

KUALA LUMPUR, DDTCNews – Perusahaan e-commerce Malaysia mengingkan adanya insentif tambahan dalam anggaran 2020. Adanya insentif diyakini dapat membantu peningkatan kontribusi industri terhadap produk domestik bruto (PDB).

General Manager Shopback Malaysia Eddy Han berharap pembuat kebijakan dapat memberikan pembebasan pajak satu tahun untuk usaha kecil dan menengah (UKM) yang memulai penjualan online pertama kalinya.

“Pembebasan pajak itu untuk membantu mereka berinvestasi di pelatihan, pemasaran, dan pengembangan keahlian sumber daya manusia (SDM),” ujarnya, Rabu (2/10/2019).

Baca Juga: Aplikasi Pelaporan Realisasi Diskon 30% PPh Pasal 25 Selesai Juni 2020

Selain itu, insentif tambahan yang juga bisa dipertimbangkan pemerintah berupa keringanan pajak tiga tahun untuk UKM yang menjual produk lokal.

Pemerintah juga perlu memberikan insentif bagi kurir pengiriman jarak jauh. Insentif itu berupa keringanan pajak jalan, subsidi bensin, dan pemeliharaan motor gratis. Pasalnya, kemudahan pengiriman yang disediakan pelaku e-commerce membuat banyak orang berbelanja online.

Tidak hanya itu, Han melihat pentingnya pemerintah memperkenalkan insentif industri hijau di tengah kekhawatiran masyarakat akan limbah dari kemasan. Insentif hijau ini dikhususkan untuk penyedia layanan logistik yang mengadopsi solusi kemasan ramah lingkungan.

Baca Juga: Wah, Ada Diskon Pajak Hingga 100% Untuk 4 Jenis Pajak Daerah Ini

Insentif hijau tersebut diklaim mampu membantu meringankan biaya operasional bagi penggunaan kemasan ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan upaya penyedia layanan logistik dan bisnis e-commerce untuk mengadopsi industri hijau.

Shopee platform e-commerce terkemuka Asia Tenggara dan Taiwan, mengusulkan agar pemerintah menyisihkan dana untuk meningkatkan transfer pengetahuan di sektor e-commerce. Sebagai imbalannya shopee berjanji akan menempatkan tenaga kerjanya untuk mendukung program itu.

Selain itu, masalah mendesak lainnya adalah gateway pembayaran yang mengadopsi teknologi yang sudah ketinggalan zaman. Ada juga masalah bandwidth terbatas yang menyebabkan gangguan selama transaksi. Shopee berharap pemerintah berinvestasi dalam meningkatkan infrastruktur perbankan Malaysia.

Baca Juga: Realisasi Pembebasan Bea Masuk dan Pajak Impor Tembus Rp602,6 Miliar

Perusahaan e-commerce pendatang LamboPlace menantikan investasi dari program yang dapat membantu mempercepat adopsi teknologi baru dengan upaya terus-menerus pada artificial intelligence (AI), otomatisasi, dan robotika diantara perusahaan-perusahaan Malaysia.

Tambahan insentif diyakini mampu meningkatkan kontribusi sektor e-commerce terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga mencapai RM170 miliar (setara Rp576 triliun) pada 2020. Nilai tersebut sekaligus mencatatkan pertumbuhan 20,8% dari tahun sebelumnya.

Seperti dilansir nst.com.my, kontribusi sektor ini terhadap PDB Malaysia telah meningkat selama periode tujuh tahun. Pada 2010, kontribusinya mencapai RM37,7 miliar. Nilai tersebut meningkat menjadi RM85,8 miliar pada 2017. Tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 12,5%. (MG-anp/kaw)

Baca Juga: Puluhan Ribu Pelaku Usaha Dapat Insentif Pajak, 51% UMKM
Topik : e-commerce, Malaysia, insentif, insentif pajak
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Sabtu, 23 Mei 2020 | 10:51 WIB
PMK 44/2020
Sabtu, 23 Mei 2020 | 10:00 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Sabtu, 23 Mei 2020 | 08:01 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Jum'at, 22 Mei 2020 | 15:14 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
berita pilihan
Kamis, 28 Mei 2020 | 07:58 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 27 Mei 2020 | 18:41 WIB
KABUPATEN BANTUL
Rabu, 27 Mei 2020 | 18:00 WIB
AZERBAIJAN
Rabu, 27 Mei 2020 | 17:09 WIB
INSENTIF FISKAL
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:51 WIB
JAWA BARAT
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:48 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:43 WIB
BANTUAN SOSIAL
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:37 WIB
TIPS E-BILLING