Review
Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:00 WIB
Kepala KPP Madya Dua Jakarta Selatan II Kurniawan:
Rabu, 13 Oktober 2021 | 15:30 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 13 Oktober 2021 | 14:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 11 Oktober 2021 | 14:19 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 15 Oktober 2021 | 17:30 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 15 Oktober 2021 | 17:29 WIB
PROFIL PERPAJAKAN LIECHTENSTEIN
Jum'at, 15 Oktober 2021 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 14 Oktober 2021 | 17:45 WIB
SUPERTAX DEDUCTION (7)
Data & Alat
Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 13 OKTOBER - 19 OKTOBER 2021
Rabu, 06 Oktober 2021 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 6-12 OKTOBER 2021
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Komunitas
Jum'at, 15 Oktober 2021 | 14:42 WIB
HASIL SURVEI PAJAK KARBON
Kamis, 14 Oktober 2021 | 12:15 WIB
HASIL DEBAT 23 SEPTEMBER - 11 OKTOBER 2021
Senin, 11 Oktober 2021 | 11:05 WIB
AGENDA PAJAK
Minggu, 10 Oktober 2021 | 09:00 WIB
KETUA GPBSI DJONNY SYAFRUDDIN
Reportase
Perpajakan.id

Ongkos Listrik dan AC Selama Kerja dari Rumah Bisa Dibiayakan

A+
A-
4
A+
A-
4
Ongkos Listrik dan AC Selama Kerja dari Rumah Bisa Dibiayakan

Ilustrasi.

CANBERRA, DDTCNews—Ditjen Pajak Australia (Australian Tax Office/AT) merilis pengaturan khusus yang memungkinkan karyawan perusahaan yang bekerja dari rumah bisa dengan mudah mengklaim biaya operasional seperti listrik, AC, dan pemeliharaan komputer sebagai kredit pajaknya.

Mulai dari 1 Maret 2020, karyawan perusahaan yang dipaksa bekerja dari rumah sebagai akibat pembatasan virus Corona atau Covid-19 akan dapat mengklaim pengurangan tarif tetap sebesar Aus$80 sen per jam untuk semua biaya operasional mereka.

Secara tradisional, orang Australia yang bekerja dari rumah harus membuktikan mereka telah menetapkan ‘area kerja khusus’, dan dapat mengklaim Aus$52 sen per jam untuk biaya operasional ditambah porsi peralatan komputer yang terkait dengan pekerjaan.

Baca Juga: Siapkan Rp8 Triliun, Program Relaksasi Pajak Berlanjut Tahun Depan

“Karena virus Corona, karyawan tidak lagi diminta membuktikan ‘pekerjaan khusus’ itu. Metode ini menyediakan Aus$80 sen per jam dan hanya akan mengharuskan Anda mencatat jumlah jam kerja dari rumah,” kata Asisten Komisaris ATO Karen Foat, Rabu (8/4/2020).

Untuk itu, jika wajib pajak memilih metode ini, yang perlu dilakukan hanya mencatat jam kerja dari rumah sebagai bukti pengajuan klaim. Secara teoritis, jika seorang karyawan bekerja 5 shift 8 jam Senin-Jumat, mereka dapat mengklaim Aus$6,40/hari atau Aus$32/pekan dalam biaya operasional.

Karen menambahkan metode membiayakan Aus$80 sen ini berlaku untuk jam kerja dari rumah pada 1 Maret hingga 31 Desember 2020. Langkah ini adalah upaya untuk memberikan stimulus bagi warga Australia yang terkena dampak ekonomi dari penyebaran wabah Covid-19.

Baca Juga: Banyak Warga Menunggak Pajak, Pemda Siapkan Insentif

“ATO mengingatkan tiga aturan pengurangan pajak bagi wajib pajak perorangan masih berlaku. Wajib pajak harus menghabiskan uang itu sendiri dan tidak diganti, klaim harus terkait langsung dengan pendapatan, dan harus ada catatan untuk mendukung klaim,” katanya.

Akhir Maret 2020 lalu, Pemerintah Australia merilis ketentuan bekerja dari rumah untuk pegawai negeri dan karyawan swasta. Ketentuan ini adalah respons pemerintah atas menyebarnya wabah virus Corona di Australia. (Bsi)

Baca Juga: Ada Insentif PPN Rumah DTP, Menteri PUPR Ingatkan Pengembang Soal Ini
Topik : work from home, insentif pajak, kredit pajak, Australia, virus Corona

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 08 Oktober 2021 | 18:00 WIB
THAILAND

Hingga 2022, 480.000 UMKM Bakal Dapat Subsidi dan Insentif Pajak

Jum'at, 08 Oktober 2021 | 16:47 WIB
PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Sisa Sehari! Pemutihan Pajak Kendaraan Berakhir Besok

Kamis, 07 Oktober 2021 | 18:07 WIB
SUPERTAX DEDUCTION (6)

Besaran Insentif Supertax Deduction Kegiatan Litbang

berita pilihan

Minggu, 17 Oktober 2021 | 15:00 WIB
IRLANDIA

Siapkan Rp8 Triliun, Program Relaksasi Pajak Berlanjut Tahun Depan

Minggu, 17 Oktober 2021 | 14:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

AS Mulai Desak Negara Lain Agar Cabut Pajak Digital

Minggu, 17 Oktober 2021 | 13:00 WIB
THAILAND

Pancing Ekspatriat, Tarif Pajak Penghasilan Bakal Dipatok 17%

Minggu, 17 Oktober 2021 | 12:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

BUMN Go Global, Jokowi Minta Adaptasi Teknologi Dipercepat

Minggu, 17 Oktober 2021 | 12:00 WIB
KOREA SELATAN

Tidak Bakal Ditunda Lagi, Pajak Cryptocurrency Berlaku Mulai 2022

Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:30 WIB
LELANG KENDARAAN

DJP Lelang Mobil Sitaan Pajak, Dilego Mulai Rp45 Juta

Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Besaran Sanksi Ultimum Remedium atas Pidana Cukai di UU HPP

Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:30 WIB
KABUPATEN BERAU

Banyak Warga Menunggak Pajak, Pemda Siapkan Insentif

Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:30 WIB
KOTA BOGOR

Ada Pemutihan Pajak, Pemkot Harap Target Pendapatan Tercapai