Review
Rabu, 19 Januari 2022 | 15:20 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 11:15 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:15 WIB
DIRJEN PERIMBANGAN KEUANGAN ASTERA PRIMANTO BHAKTI:
Fokus
Literasi
Senin, 24 Januari 2022 | 19:00 WIB
KAMUS CUKAI
Senin, 24 Januari 2022 | 16:30 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 21 Januari 2022 | 19:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 21 Januari 2022 | 17:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Komunitas
Selasa, 25 Januari 2022 | 16:40 WIB
HASIL SURVEI PERSIDANGAN ONLINE
Senin, 24 Januari 2022 | 15:31 WIB
HASIL SURVEI PERSIDANGAN ONLINE
Jum'at, 21 Januari 2022 | 16:11 WIB
HASIL DEBAT 30 Desember 2021—19 Januari 2022
Kamis, 20 Januari 2022 | 13:38 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Reportase
Perpajakan.id

Materi Pajak Diajarkan Sejak SD? Ini Kata Sri Mulyani

A+
A-
0
A+
A-
0
Materi Pajak Diajarkan Sejak SD? Ini Kata Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara Pajak Bertutur 2021. (tangkapan layar)

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai program inklusi perpajakan perlu diperluas dan diperdalam agar menjangkau semua pelajar di Indonesia.

Sri Mulyani mengatakan saat ini Kementerian Keuangan bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tengah menyusun kurikulum mengenai pendidikan pajak bagi pelajar. Menurutnya, materi pelajaran tersebut akan menanamkan pemahaman kepada generasi muda tentang pentingnya membayar pajak.

"Agar dari mulai tingkat sekolah dasar [SD], SMP, dan SMA akan dilakukan mata pelajaran yang berhubungan dengan pajak dan perpajakan," katanya dalam acara Pajak Bertutur 2021, Rabu (25/8/2021).

Baca Juga: Berlaku Tahun Ini, Tarif Pajak Pendidikan Tinggi Dinaikkan Jadi 2,5%

Sri Mulyani mengatakan pajak memiliki konsep yang sama dengan gotong royong karena membutuhkan kontribusi semua warga negara. Menurutnya, generasi muda juga perlu diberikan pemahaman mengenai kontribusi yang dapat diberikan kepada negara melalui pembayaran pajak ketika sudah berpenghasilan.

Sri Mulyani senang kegiatan uji coba kurikulum pajak segera dilaksanakan di sejumlah sekolah. Dia berharap program tersebut efektif menumbuhkan kesadaran membayar pajak pada generasi muda.

Menurutnya, program inklusi perpajakan tidak hanya dilakukan pada institusi pendidikan di bawah Kemenristekdikti. Pasalnya, program inklusi perpajakan juga akan diimplementasikan pada lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama, termasuk level perguruan tinggi.

Baca Juga: Bertemu Sri Mulyani, Atta Halilintar: Siap Bu! Anak Muda Taat Pajak

Sri Mulyani menambahkan, amanat untuk mengurusi penerimaan negara termasuk perpajakan bukanlah tugas sederhana. Menurutnya, perlu partisipasi semua masyarakat agar pengumpulan perpajakan berjalan optimal.

Selain melalui jalur pendidikan formal, lanjutnya, Ditjen Pajak (DJP) juga berupaya memberikan edukasi perpajakan kepada generasi muda seperti melalui game edukasi perpajakan. Dia yakin penyampaian edukasi melalui game membuat pajak lebih mudah menjangkau generasi muda yang familiar terhadap teknologi digital.

"Apapun profesi yang nanti kalian akan pilih, Anda telah dibekali dengan kesadaran pentingnya menyisihkan sebagian penerimaan Anda bagi negara dalam bentuk pajak," imbuhnya. (sap)

Baca Juga: Bimo Aryo 'Kretek Abal-Abal' Datangi KPP Pasar Rebo, Ngapain Nih?

Topik : pendidikan pajak, edukasi perpajakan, kurikulum pajak, pajak pendidikan, kuliah pajak, sekolah pajak, pajak untuk siswa

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Adlan Ghiffari

Kamis, 26 Agustus 2021 | 08:36 WIB
Rencana inklusi perpajakan bagi pelajar di Indonesia merupakan langkah yang bagus dalam investasi pada edukasi perpajakan, sehingga nantinya dapat meningkatkan kesadaran pajak dan dapat meningkatkan optimalisasi penerimaan pajak.
1

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 20 Desember 2018 | 17:20 WIB
PERPAJAKAN INDONESIA

DDTC Sabet Pro Bono Innovation Award for Non-Law Firm

Kamis, 29 November 2018 | 12:45 WIB
EDUKASI PAJAK

DDTC & Universitas Muhammadiyah Sukabumi Teken MoU Pendidikan Pajak

Sabtu, 24 November 2018 | 12:30 WIB
PERUBAHAN LANSKAP PAJAK

Krusialnya Redesain Kurikulum Pendidikan Pajak

Selasa, 28 Agustus 2018 | 13:05 WIB
SEMINAR NASIONAL

Prospek Profesi Pajak di Masa Mendatang

berita pilihan

Selasa, 25 Januari 2022 | 19:24 WIB
PER-24/PJ/2021

Pembetulan Bukti Pot/Put Unifikasi, Wajib Pajak Perlu Syarat Ini

Selasa, 25 Januari 2022 | 18:26 WIB
PAJAK PENGHASILAN

Ingat, Wajib Lapor Berkala di DJP Online Agar Dividen Bebas Pajak

Selasa, 25 Januari 2022 | 18:05 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Ingat, Pelayanan Pajak Gratis! Laporkan Kalau Temui Pelanggaran

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:30 WIB
FASILITAS PERPAJAKAN

Insentif dari Kawasan Berikat dan KITE Sudah Terserap Rp47 Triliun

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:00 WIB
PP 3/2022

Konfirmasi Transaksi Saham Hingga Rp10 Juta Kini Bebas Bea Meterai

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:40 WIB
HASIL SURVEI PERSIDANGAN ONLINE

Pembuktian Data di Sidang Online Pengadilan Pajak, Ini Hasil Surveinya

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:30 WIB
SELEBRITAS

Setelah Kunjungi Kantor Pajak, Ghozali 'NFT' Pamer Kartu NPWP Barunya

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:00 WIB
INDIA

Pengusaha Minta Kredit Pajak Masukan Segera Dipulihkan

Selasa, 25 Januari 2022 | 15:53 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Wamenkeu Ungkap Alasan Diskon PPnBM Mobil & PPN Rumah DTP Diperpanjang