Fokus
Data & Alat
Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 23 NOVEMBER - 29 NOVEMBER 2022
Rabu, 16 November 2022 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 16 NOVEMBER - 22 NOVEMBER 2022
Rabu, 09 November 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 09 NOVEMBER - 15 NOVEMBER 2022
Rabu, 02 November 2022 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 02 NOVEMBER - 08 NOVEMBER 2022
Reportase

Kritik Tarif Pajak Tinggi, Gwyneth Paltrow Tawarkan Popok Rp1,7 Miliar

A+
A-
0
A+
A-
0
Kritik Tarif Pajak Tinggi, Gwyneth Paltrow Tawarkan Popok Rp1,7 Miliar

Unggahan Goop di Instagram. (tangkapan layar)

CALIFORNIA, DDTCNews - Aktris asal Amerika Serikat (AS) Gwyneth Paltrow melalui brand miliknya, Goop, menyampaikan kritik tentang pengenaan tarif pajak yang tinggi pada produk popok bayi sekali pakai atau diaper.

Paltrow mengatakan perusahaannya mengunggah produk diaper mewah secara sengaja untuk memprotes pengenaan pajak yang membuat produk itu terasa mahal. Menurutnya, ketenaran Goop dapat digunakan untuk mendorong melawan semua orang secara solid.

"Mereka [diaper] dikenakan pajak sebagai barang mewah" katanya pada Instagram @goop, dikutip Senin (16/5/2022).

Baca Juga: Agar Tak Kena Denda, PKP Perlu Hati-Hati Bedakan Kode Faktur 04 dan 05

Goop melalui akun media sosial Instagram mengunggah produk diaper sekali pakai yang mewah seharga US$120 dan berisi 12 paket. Produk bernama The Diaper itu disebut dilapisi wol alpaka murni, memiliki batu permata amber berwarna kuning, serta beraroma melati dan bergamot yang baik untuk bayi.

Unggahan itu langsung ramai menjadi perbincangan dan memancing kemarahan publik. Lebih dari 2.000 warganet mengisi kolom komentar pada unggahan itu dan kebanyakan menyebut produk diaper mewah sebagai lelucon.

Akun Instagram Goop kemudian mengunggah video Paltrow menjelaskan perusahaannya tidak benar-benar akan menjual diaper mewah. Menurutnya, unggahan tentang diaper mewah dimaksudkan untuk memberikan kesadaran kepada publik tentang beban pajak yang harus ditanggung setiap keluarga ketika membeli diaper.

Baca Juga: Sisa NSFP Tak Perlu Dikembalikan, Tapi Tetap Harus Dihapus di e-Faktur

Apabila keberadaan diaper mewah membuat masyarakat marah, pemeran film Iron Man itu menilai respons yang sama juga harus ditujukan bagi kebijakan pajak atas produk diaper. Terlepas dari diaper yang menjadi kebutuhan mutlak bagi bayi, saat ini 33 negara bagian di AS justru tidak memperlakukan barang tersebut sebagai hal yang penting.

Dengan harga diaper yang mahal akibat pajak, 1 dari 3 keluarga tercatat kesulitan untuk membelinya.

"Kami mematok harga diaper fiksi kami senilai US$120 karena itulah pajak diaper yang harus dibayarkan sebuah keluarga setiap tahun," tulis Goop di Instagram.

Baca Juga: Topang Penerimaan, Sri Mulyani: PPN Produk Digital Bakal Makin Penting

Paltrow menambahkan penghapusan pajak tidak bisa menjadi solusi tunggal untuk menjamin setiap keluarga dapat mengakses diaper untuk bayi mereka. Dia pun mengajak masyarakat berdonasi melalui Baby2Baby untuk membantu menyediakan diaper, susu formula, dan kebutuhan pokok lainnya untuk keluarga yang membutuhkan. (sap)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : pajak internasional, selebritas, diaper, PPN, Amerika Serikat

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 20 November 2022 | 15:00 WIB
PRANCIS

OECD Bakal Evaluasi dan Revisi Standar CbCR, Ini Sebabnya

Minggu, 20 November 2022 | 11:00 WIB
PMK 66/2022

DJP Jelaskan Aturan Pengkreditan Pajak Masukan atas Pupuk Bersubsidi

Minggu, 20 November 2022 | 10:30 WIB
PMK 70/2022

Tak Masuk Jasa Perhotelan, Sewa Unit dan Ruangan Ini Kena PPN

Minggu, 20 November 2022 | 09:30 WIB
FILIPINA

Kepala Otoritas Pajak Diganti, Parlemen Minta Sistem Dimodernisasi

berita pilihan

Sabtu, 26 November 2022 | 15:00 WIB
PP 23/2018

Pakai PPh Final UMKM, Perhatikan Status Perpajakan Suami Istri PH-MT

Sabtu, 26 November 2022 | 14:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

DJP Ingatkan Lagi, Nama NPWP Cabang Harus Sama Dengan Pusat

Sabtu, 26 November 2022 | 13:00 WIB
PMK 54/2021

Ingat! Jika Sudah Pakai Pembukuan, Tak Bisa Kembali Gunakan Pencatatan

Sabtu, 26 November 2022 | 12:30 WIB
PENGAWASAN KEPABEANAN DAN CUKAI

Periksa Kapal Pesiar Masuk Wilayah RI, Bea Cukai Lakukan Boatzoeking

Sabtu, 26 November 2022 | 12:00 WIB
KEBIJAKAN CUKAI

Tarif CHT 2023 Naik, DJBC Antisipasi Industri Rokok Borong Pita Cukai

Sabtu, 26 November 2022 | 11:30 WIB
PAJAK DAERAH

Biar Orang Mau Balik Nama, Provinsi Diminta Hapus BBNKB Mobil Bekas

Sabtu, 26 November 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Tata Cara Pengajuan Permohonan Penetapan Tarif Bea Masuk USDFS

Sabtu, 26 November 2022 | 10:30 WIB
PER-04/PJ/2020

Data Alamat NPWP Berubah, Masih Perlu Cetak SPPKP? Ini Penjelasan DJP

Sabtu, 26 November 2022 | 10:00 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Waduh! Libatkan 14 Perusahaan, Bos Tekstil Bikin Faktur Pajak Fiktif

Sabtu, 26 November 2022 | 09:30 WIB
SELEBRITAS

Tak Cuma Soleh, Ini Sederet Kucing yang 'Diangkat' Jadi Pegawai DJP