Berita
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:35 WIB
LEMBAGA PENGELOLA INVESTASI
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:19 WIB
KENYA
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:17 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Review
Rabu, 20 Januari 2021 | 14:18 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 19 Januari 2021 | 09:24 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 13 Januari 2021 | 15:23 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 12 Januari 2021 | 12:27 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Rabu, 20 Januari 2021 | 18:01 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:57 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:44 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Data & Alat
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:43 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 20 JANUARI - 26 JANUARI 2021
Senin, 18 Januari 2021 | 09:10 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Rabu, 13 Januari 2021 | 17:05 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Kata Sri Mulyani Soal Tantangan Indonesia Jadi Negara Maju

A+
A-
2
A+
A-
2
Kata Sri Mulyani Soal Tantangan Indonesia Jadi Negara Maju

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (tangkapan layar Youtube)

JAKARTA, DDTCNews – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah melakukan berbagai upaya agar bisa menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara maju dan berpenghasilan tinggi (high income) pada 2045.

Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan menyelesaikan semua tantangan tersebut agar Indonesia dapat naik kelas. Langkah ini misalnya dengan menurunkan incremental capital output ratio (ICOR) yang masih tinggi sekaligus menunjukkan rendahnya tingkat efisiensi.

"Banyak yang mengatakan Indonesia ICOR-nya tinggi. Kalau kita bisa tumbuh 1%, dibutuhkan capital yang jauh lebih tinggi dari negara lain. Itu menggambarkan kalau ekonomi kita belum seefisien negara lain," katanya dalam sebuah webinar, Rabu (18/11/2020).

Baca Juga: DPR Setujui 3 Nama Calon Dewas LPI Usulan Jokowi

Sri Mulyani mengatakan ICOR Indonesia pada 2019 mencapai level 6,77, memburuk dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berada di level 6,44. Dengan catatan tersebut, ICOR Indonesia lebih tinggi dari Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Tantangan berikutnya, mengenai kapasitas inovasi Indonesia yang juga rendah. Menurut Sri Mulyani, kapasitas inovasi tersebut menunjukkan kemampuan pembangunan infrastruktur Indonesia dibandingkan dengan negara lain.

Pemerintah pun harus mengerek kapasitas inovasi tersebut melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Demikian pula dengan ketersediaan infrastruktur yang saat ini masih rendah.

Baca Juga: Pendanaan Pakai Surat Utang Syariah, Sri Mulyani Minta Tak Ada Korupsi

Sri Mulyani menyebut masih ada pekerjaan untuk meningkatkan kemampuan Indonesia mengadopsi berbagai teknologi. Penerapan teknologi bukan hanya membutuhkan keahlian, melainkan juga kualitas infrastruktur digital dan kemampuan membuat teknologi bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Itu semua menjadi satu yang perlu dipecahkan bersama," ujarnya.

Kemudian, ada tantangan berupa penyederhanaan regulasi dan birokrasi yang kini telah dimulai melalui pengesahan UU Cipta Kerja. Menurut Sri Mulyani, beleid itu akan meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik investasi secara signifikan yang pada gilirannya meningkatkan lapangan kerja dan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga: Kepala PPATK: Kalau Shadow Economy Bisa Ditangani, Tax Ratio Naik

Mulai 1 Juli 2020, World Bank telah menaikkan status Indonesia dari lower-middle income country menjadi upper-middle income country. Kenaikan status tersebut berdasarkan penilaian pendapatan nasional bruto (gross national income/GNI) per kapita Indonesia pada 2019 yang naik menjadi US$4.050, dari posisi sebelumnya US$3.840.

World Bank memiliki empat kategori negara berdasarkan GNI per kapita, yaitu low income (US$1.035), lower-middle income (US$1.036 hingga US$4,045), upper-middle income (US$4.046 hingga US$12.535), dan high income (lebih dari US$12.535). (kaw)

Baca Juga: Sri Mulyani Minta Pemda Alokasikan 4% DAU/DBH untuk Dukung Vaksinasi
Topik : perekonomian Indonesia, Sri Mulyani
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 07 Januari 2021 | 09:26 WIB
PANDEMI COVID-19
Kamis, 07 Januari 2021 | 08:15 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 06 Januari 2021 | 17:31 WIB
KINERJA FISKAL
Rabu, 06 Januari 2021 | 16:47 WIB
KINERJA FISKAL
berita pilihan
Rabu, 20 Januari 2021 | 18:01 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:57 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:44 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:35 WIB
LEMBAGA PENGELOLA INVESTASI
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:19 WIB
KENYA
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:17 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:43 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 15:53 WIB
INFOGRAFIS PAJAK