Fokus
Komunitas
Minggu, 03 Juli 2022 | 11:30 WIB
Dir. Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri
Kamis, 30 Juni 2022 | 11:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Rabu, 29 Juni 2022 | 16:01 WIB
DDTC ACADEMY - EXCLUSIVE SEMINAR
Rabu, 29 Juni 2022 | 11:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Reportase

Investigasi Pajak, India Ungkap Dugaan Manipulasi Lapkeu Huawei

A+
A-
2
A+
A-
2
Investigasi Pajak, India Ungkap Dugaan Manipulasi Lapkeu Huawei

foto: Business Standard, shutterstock.

NEW DELHI, DDTCNews – Otoritas pajak India mengungkap fakta baru bahwa salah satu grup perusahaan telekomunikasi, China’s Huawei Technologies, telah memanipulasi pembukuan untuk memperkecil kewajiban pajaknya.

Tak tanggung-tanggung, dari hasil manipulasi tersebut jumlah penghasilan kena pajak berhasil diperkecil hingga INR8,8 miliar, setara Rp1,6 triliun.

“Otoritas pajak India, The Central Board of Direct Taxes (CBDT) mengatakan jika mereka telah menemukan bukti adanya transaksi pembayaran senilai INR1,29 miliar untuk jasa teknik yang disediakan oleh perusahaan afiliasinya di India,” dikutip Rabu (09/03/2022).

Baca Juga: Impor Barang Bantuan untuk Ukraina Dibebaskan dari Bea Masuk dan PPN

Selain itu, CBDT juga menyampaikan jika wajib pajak telah melakukan pemesanan atas biaya senilai INR3,5 miliar. Biaya tersebut digunakan untuk pembayaran royalti ke perusahaan afiliasinya. Sayangnya, wajib pajak tidak mampu memberikan bukti terkait pembayaran yang dilakukan.

Sebelumnya, CBDT enggan memberikan identitas wajib pajak yang dimaksud. CBDT hanya menyampaikan pihaknya tengah melakukan pencarian bukti dan pemeriksaan pada grup perusahaan multinasional yang dimiliki ‘entitas asing dari negara tetangga’.

Namun, beberapa waktu kemudian banyak pihak media yang melaporkan bahwa wajib pajak yang dimaksud adalah grup perusahaan Huawei.

Baca Juga: Tambal Defisit APBN, India Pungut Windfall Tax dari Perusahaan Migas

Tak hanya sampai sana, seperti dilansir Tax Notes International, CBDT juga menyampaikan adanya penghasilan kena pajak yang kurang dilapor oleh salah satu entitas grup perusahaan tersebut.

Entitas yang menyediakan jasa pengembangan perangkat lunak yang dimaksud tidak melaporkan INR4 miliar penghasilan kena pajaknya. Penghasilan ini berkaitan dengan pekerjaan yang dilakukan untuk perusahaan afiliasinya. (sap)

Baca Juga: Tarif PPN Urgen Dinaikkan, Pemerintah Singapura Temui DPR
Topik : pajak internasional, penggelapan pajak, penghindaran pajak, tax evasion, tax avoidance, India, Huawei, China

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 28 Juni 2022 | 11:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

AS Naikkan Tarif Bea Masuk Ratusan Barang Impor Asal Rusia

Senin, 27 Juni 2022 | 18:00 WIB
PRANCIS

Catatan OECD: Pandemi Genjot Digitalisasi Layanan Perpajakan

Minggu, 26 Juni 2022 | 13:00 WIB
INGGRIS

Lembaga Think Tank Ini Usulkan Garam Dikenai Cukai

berita pilihan

Selasa, 05 Juli 2022 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN KEPABEANAN

Jelang Iduladha, DJBC Perketat Pengawasan Impor Binatang Hidup

Selasa, 05 Juli 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Catat! PPh Final yang Dibayar dalam PPS Bukan Biaya Pengurang Pajak

Selasa, 05 Juli 2022 | 17:45 WIB
KABUPATEN SUKOHARJO

Waduh! Ribuan Kendaraan Tunggak Pajak Kendaraan Sampai Rp50 Miliar

Selasa, 05 Juli 2022 | 17:30 WIB
KPP PRATAMA SERANG BARAT

Cocokkan Data, Petugas Pajak Sambangi Lokasi Usaha Pengusaha Komputer

Selasa, 05 Juli 2022 | 16:45 WIB
KINERJA FISKAL

Tahun Ini, Pemerintah Bayar Bunga Utang Rp403 Triliun

Selasa, 05 Juli 2022 | 16:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Simak Lagi Cara Gabung NPWP Suami-Istri, Siapkan Dokumen Pendukungnya

Selasa, 05 Juli 2022 | 16:00 WIB
KPP PRATAMA DENPASAR TIMUR

Minta Konfirmasi Data, Pegawai Pajak Datangi Lokasi Agen Perjalanan

Selasa, 05 Juli 2022 | 15:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Basisnya Tinggi, Penerimaan Pajak Semester II/2022 Diprediksi Rp889 T

Selasa, 05 Juli 2022 | 15:00 WIB
KP2KP NUNUKAN

Petugas Pajak Sisir Usaha di Sekitar Bandara, Gali Info Soal Omzet