Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Ini Pesan Sri Mulyani untuk Pejabat Eselon I & II di Tahun Politik

1
1

Menteri Keuangan dalam Executive Gathering Kementerian Keuangan. (foto: Kemenkeu)

JAKARTA, DDTCNews – Profesionalitas dalam bekerja harus dijaga setiap pegawai di Kementerian Keuangan dalam tahun politik. Profesionalitas tersebut menjadi penentu kredibilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap Bendahara Umum Negara.  

Hal tersebut diutarakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Executive Gathering Kementerian Keuangan, Senin (21/1/2019). Penguatan komunikasi dan pembangunan persepsi bersama di tahun politik menjadi kunci kredibilitas kinerja otoritas fiskal tahun ini.

“Saya berharap acara internal dari, oleh, dan untuk kita, dapat  memperkaya perspektif dan cara bersikap dalam menjalankan tugas yang sangat penting yaitu menjaga keuangan negara dalam menjaga janji republik,” tuturnya dalam acara bertajuk ‘Menjaga Janji Republik’ tersebut.

Baca Juga: Setoran Pajak Diproyeksi Hanya Tumbuh 9,5%, Ini Langkah Sri Mulyani

Menurutnya, bobot pesan dari perhelatan gathering ini ditujukan bagi pejabat di eselon I dan II lingkungan Kemenkeu. Pasalnya, pejabat di dua kelompok ini akan menentukan hitam—putih kinerja Kemenkeu saat berlangsungnya pesta demokrasi.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu berpesan kepada jajaran eselon I dan II Kemenkeu untuk bekerja dengan hati. Etos kerja tersebut akan menentukan hasil yang akan dicapai pada akhir tahun nanti.

“Keputusan Anda mempengaruhi Indonesia. Saya ingin semua pejabat di Kemenkeu, Anda bekerja dengan pikiran, hati, dan passion,” kata Sri Mulyani, seperti dilansir dari laman resmi Kemenkeu.

Baca Juga: Defisit Melebar, Sri Mulyani Belum Lirik Opsi Perubahan APBN 2019

Oleh karena itu, etos kerja dan keteladanan menjadi dua indikator kunci dalam mencapai kinerja yang memuaskan. Kredibilitas dan kepercayaan terhadap organinasi, menurutnya, akan banyak ditentukan oleh aparatur sipil negara (ASN) dari dua lapisan golongan ini.

Pejabat Bendahara Umum Negara, sambungnya, harus mampu menjalankan tugas dan menjadi role model masing-masing unit. Apalagi, masing-masing pejabat eselon II Kemenkeu bisa memimpin divisi yang didalamnya mencakup hingga 1.000 orang.

“Setiap jiwa ini memiliki pengaruh lebih dari 1.000 orang. Apalagi eselon 1, mereka pengaruhnya terhadap puluhan ribu [orang]. Yang Anda pikirkan dan yang Anda rasakan mempengaruhi Indonesia,” tandasnya. (kaw)

Baca Juga: Hingga Akhir Juni 2019, Penerimaan Pajak Hanya Tumbuh 3,75%

“Saya berharap acara internal dari, oleh, dan untuk kita, dapat  memperkaya perspektif dan cara bersikap dalam menjalankan tugas yang sangat penting yaitu menjaga keuangan negara dalam menjaga janji republik,” tuturnya dalam acara bertajuk ‘Menjaga Janji Republik’ tersebut.

Baca Juga: Setoran Pajak Diproyeksi Hanya Tumbuh 9,5%, Ini Langkah Sri Mulyani

Menurutnya, bobot pesan dari perhelatan gathering ini ditujukan bagi pejabat di eselon I dan II lingkungan Kemenkeu. Pasalnya, pejabat di dua kelompok ini akan menentukan hitam—putih kinerja Kemenkeu saat berlangsungnya pesta demokrasi.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu berpesan kepada jajaran eselon I dan II Kemenkeu untuk bekerja dengan hati. Etos kerja tersebut akan menentukan hasil yang akan dicapai pada akhir tahun nanti.

“Keputusan Anda mempengaruhi Indonesia. Saya ingin semua pejabat di Kemenkeu, Anda bekerja dengan pikiran, hati, dan passion,” kata Sri Mulyani, seperti dilansir dari laman resmi Kemenkeu.

Baca Juga: Defisit Melebar, Sri Mulyani Belum Lirik Opsi Perubahan APBN 2019

Oleh karena itu, etos kerja dan keteladanan menjadi dua indikator kunci dalam mencapai kinerja yang memuaskan. Kredibilitas dan kepercayaan terhadap organinasi, menurutnya, akan banyak ditentukan oleh aparatur sipil negara (ASN) dari dua lapisan golongan ini.

Pejabat Bendahara Umum Negara, sambungnya, harus mampu menjalankan tugas dan menjadi role model masing-masing unit. Apalagi, masing-masing pejabat eselon II Kemenkeu bisa memimpin divisi yang didalamnya mencakup hingga 1.000 orang.

“Setiap jiwa ini memiliki pengaruh lebih dari 1.000 orang. Apalagi eselon 1, mereka pengaruhnya terhadap puluhan ribu [orang]. Yang Anda pikirkan dan yang Anda rasakan mempengaruhi Indonesia,” tandasnya. (kaw)

Baca Juga: Hingga Akhir Juni 2019, Penerimaan Pajak Hanya Tumbuh 3,75%
Topik : Kementerian Keuangan, Sri Mulyani
artikel terkait
Selasa, 21 Juni 2016 | 16:31 WIB
RUU PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 14 Juli 2016 | 10:38 WIB
KEBIJAKAN PAJAK 2017
Kamis, 14 Juli 2016 | 13:25 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 14 Juli 2016 | 14:58 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
berita pilihan
Senin, 08 April 2019 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 08 Juli 2019 | 18:02 WIB
TRANSFER PRICING
Rabu, 13 Maret 2019 | 15:39 WIB
TATA PEMERINTAHAN
Sabtu, 24 September 2016 | 12:03 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Jum'at, 23 Desember 2016 | 10:15 WIB
PENAGIHAN PAJAK
Senin, 29 Oktober 2018 | 09:54 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 09 Januari 2017 | 17:06 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 11 Agustus 2016 | 16:52 WIB
KANWIL DJP YOGYAKARTA
Kamis, 22 September 2016 | 12:01 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 16 Februari 2017 | 09:55 WIB
BERITA PAJAK HARI INI