Berita
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:52 WIB
KANWIL DJP JAWA BARAT II
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:33 WIB
SPANYOL
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:30 WIB
AUDIT KEUANGAN NEGARA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:22 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Review
Rabu, 20 Januari 2021 | 14:18 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 19 Januari 2021 | 09:24 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 13 Januari 2021 | 15:23 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 12 Januari 2021 | 12:27 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:58 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 16:45 WIB
PROFIL PAJAK KOTA BOGOR
Jum'at, 22 Januari 2021 | 15:47 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:43 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 20 JANUARI - 26 JANUARI 2021
Senin, 18 Januari 2021 | 09:10 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Rabu, 13 Januari 2021 | 17:05 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Hadapi Covid-19, DJBC Andalkan Dua Kebijakan Ini

A+
A-
1
A+
A-
1
Hadapi Covid-19, DJBC Andalkan Dua Kebijakan Ini

Acara IAI Virtual International Tax Conference 2020, Selasa (6/10/2020). (Foto: DDTCNews/Das)

JAKARTA, DDTCNews - Ditjen Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan membagi kebijakan dalam penanggulangan pandemi Covid-19 dalam dua pokok regulasi utama.

Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan dua arah kebijakan tersebut adalah respons cepat saat pandemi mulai menyebar dan kebijakan kedua untuk mendukung pemulihan cepat pelaku usaha. Dia menuturkan kebijakan pertama sudah dilakukan otoritas mulai periode Maret dan April 2020.

"Kebijakan DJBC dibagi dalam dua strategi yaitu 'stop pendarahan' saat virus mulai menyebar dan strategi kedua dukung pemulihan ekonomi yang cepat," katanya dalam acara IAI Virtual International Tax Conference 2020, Selasa (6/10/2020).

Baca Juga: DJP Sebut Kepatuhan Formal WP di 2 Daerah Ini Paling Rendah Se-Jateng

Heru menyebutkan respons pertama yang dilakukan DJBC adalah membuka relaksasi kepabeanan dan cukai untuk impor barang dalam penanganan pandemi. Relaksasi itu berlaku secara penuh dan tidak terbatas pada bea masuk dengan menjalankan insentif pajak dalam rangka impor (PDRI).

Selanjutnya, terobosan administrasi kepabeanan juga dilakukan DJBC dan bekerja sama dengan Kemenkes dan badan penanggulangan bencana (BNPB). Heru menyebutkan deretan kebijakan tersebut bergerak dinamis dengan perubahan PMK 34/2020 menjadi PMK 83/2020.

Kemudian, untuk strategi kedua untuk mendukung pemulihan ekonomi dengan cepat dilakukan dengan terobosan berbasis teknologi informasi. DJBC melakukan percepatan pelayanan perizinan impor melalui situs Indonesia National Single Window (INSW).

Baca Juga: Pengusaha Minta Vaksinasi Mandiri, Jokowi: Kenapa Tidak?

Kebijakan tersebut berlanjut dengan terbitnya Instruksi Presiden No.5/2020 ekosistem logistik nasional (national logistic ecosystem/NLE). Heru menyebutkan NLE menjadi tulang punggung untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha karena menawarkan efisiensi bagi pelaku usaha.

Implementasi ekosistem logistik nasional akan menciptakan standar pelayanan yang transparan dan sehat bagi importir, eksportir, dan pengusaha logistik. Pasalnya, seluruh pembayaran dan pelaporan perpajakan serta biaya dilakukan dalam satu platform berbasis daring.

"NLE ini konsep kolaborasi semua pihak dari hulu sampai hilir. Dengan NLE lapor pajak dan dokumen kepabeanan serta pembayaran lainnya dapat dilakukan dalam satu platform," terangnya. (Bsi)

Baca Juga: Sri Mulyani Minta Pemda Alokasikan 4% DAU/DBH untuk Dukung Vaksinasi

Topik : kinerja DJBC, Heru Pambudi, Covid-19
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Muhammad Faiz Nur Abshar

Selasa, 06 Oktober 2020 | 22:58 WIB
semoga kedua kebijakan tersebut dapat menjadi langkah yg tepat dalam memgatasi pandemik ini mengingat hal ini juga berdampak pada kondisi perekonomian negara

Muhammad Faiz Nur Abshar

Selasa, 06 Oktober 2020 | 22:58 WIB
semoga kedua kebijakan tersebut dapat menjadi langkah yg tepat dalam memgatasi pandemik ini mengingat hal ini juga berdampak pada kondisi perekonomian negara
1
artikel terkait
Senin, 11 Januari 2021 | 17:05 WIB
VAKSINASI
Senin, 11 Januari 2021 | 16:50 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Senin, 11 Januari 2021 | 13:14 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Sabtu, 09 Januari 2021 | 15:01 WIB
YORDANIA
berita pilihan
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:52 WIB
KANWIL DJP JAWA BARAT II
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:33 WIB
SPANYOL
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:30 WIB
AUDIT KEUANGAN NEGARA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:22 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:58 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:46 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:45 WIB
UU CIPTA KERJA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:32 WIB
BARANG MILIK NEGARA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:23 WIB
KEUANGAN NEGARA