LAPORAN KINERJA DJBC 2024

Percepat Layanan, DJBC Laksanakan Transformasi Core Customs pada 2024

Dian Kurniati
Jumat, 04 April 2025 | 08.00 WIB
Percepat Layanan, DJBC Laksanakan Transformasi Core Customs pada 2024

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews - Ditjen Bea dan Cukai (DJB) mengeklaim telah menyelesaikan transformasi core customs pada 2024.

Laporan Kinerja DJBC 2024 menjelaskan transformasi core customs dilakukan untuk mempercepat pelayanan kepabeanan dan cukai. Transformasi tersebut juga diharapkan membuat sistem inti kepabeanan dan cukai lebih andal, transparan, aman dan efektif.

"Transformasi core customs perlu dilaksanakan dengan tujuan mewujudkan sistem inti kepabeanan dan cukai yang andal, transparan, aman dan efektif...serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," bunyi Laporan Kinerja DJBC 2024, dikutip pada Jumat (4/4/2025).

Hingga saat ini, CEISA 4.0 yang dibangun sejak 2019 belum dapat memenuhi kebutuhan untuk memberikan pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai di lapangan.

Sebab, operasional CEISA 4.0 masih bergantung pada surrounding system kementerian/lembaga, serta permasalahan dalam pembangunan CEISA 4.0 yang kompleks disertai dengan kebijakan "zero growth SDM".

Seiring dengan kemudahan perdagangan internasional dan kemajuan teknologi dan informasi yang cepat, pemerintah dituntut memberikan layanan yang cepat, mudah dan transparan. Untuk itulah, transformasi core customs dilaksanakan.

DJBC menyusun 4 terobosan dalam pencapaian inisiatif strategis ini. Pertama, diagnostik komprehensif pada model operasional dan sistem inti administrasi bea dan cukai, termasuk interoperabilitasnya dengan surrounding sistem dan National Logistics Ecosystem (NLE).

Kedua, optimalisasi sistem, interoperabilitas dengan surrounding sistem dan NLE serta penyelesaian bug fixing untuk percepatan layanan kepabeanan dan cukai. Ketigastreamlined proses bisnis pada sistem inti administrasi bea dan cukai dengan surrounding sistem dan NLE.

Keempat, penguatan dan harmonisasi business continuity plan (BCP) bersama surrounding sistem dan NLE untuk mendukung kelangsungan layanan saat sistem mengalami gangguan.

Dengan terobosan tersebut, pemerintah berharap output yang dihasilkan dapat berupa terciptanya sistem inti kepabeanan dan cukai yang handal, transparan, aman dan efektif untuk mempercepat layanan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, outcome yang diharapkan ialah tata kelola TIK yang efektif dan efisien; seluruh proses bisnis terdigitalisasi; layanan kepabeanan dan cukai yang cepat dan akurat; serta citra atas pelayanan dan kinerja DJBC yang baik. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.